Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Tips Menjadi Pembawa Acara Agustusan di Kampung

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
17 Agustus 2022
A A
Tips menjadi pembawa acara tingkat kampung

Yoto sang pemandu acara. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Acara menyambut HUT RI menjadi ajang bagi talenta lokal kampung untuk unjuk gigi menjadi pembawa acara yang meriah. Mereka dituntut punya kemampuan khusus agar memandu acara Agustusan, terutama lomba-lomba menjadi seru dan penuh tawa.

Rabu (17/8), di Dukuh Karangmloko, Ngaglik, Sleman, seorang lelaki bernama Yoto (45) selalu sigap membawa mikrofon sambil mengamati jalannya lomba menangkap ikan lele di sepetak sawah. Ia memandu jalannya acara yang diikuti ratusan warga dari kampungnya.

Lomba ini cukup meriah dan penuh tawa dari peserta. Selain memang lombanya yang seru, tentu Yoto turut membantu memecah suasana dengan celetukan-celetukan jenaka yang ia lempar ke peserta. Pada Mojok, Yoto berbagi tips yang bisa Anda gunakan jika hendak menjadi pembawa acara serupa.

#1 Hafal nama para warga

Acara Agustusan di kampung memang sering mengandalkan talenta lokal dalam urusan pembawa acara. Selain memang dananya terbatas, talenta lokal tentu diharap bisa lebih mendalami kearifan setempat. Termasuk memanggil nama-nama warga agar lebih dekat dan bisa berinteraksi.

“Penting itu. Saya tinggal di sini jadi hafal nama-nama warga,” ujar lelaki yang beberapa tahun terakhir dipercaya menjadi pemandu acara di Karangmloko.

#2 Hafal lirik-lirik lagu yang diputar

Kemeriahaan lomba menangkap lele di Karangmloko siang itu didukung dengan lagu-lagu dangdut koplo yang diputar lewat pengeras suara. Lagu “Paijo” yang dipopulerkan Zaskia Gotik hingga “Joko Tingkir” dari Yeni Inka mengalun manja mencairkan suasana.

Namun, lagu itu tak sekadar diputar, sesekali Yoto sebagai pembawa acara ikut sumbang suara menyanyikan sepotong dua potong lirik. Menurutnya, itu hal penting untuk mendukung performanya selama memandu acara ini. Hitung-hitung, bisa mengisi keheningan sejenak.

“Nah, kebetulan saya juga hafal lagu-lagu yang diputar ini. Jadi bisa nyahut juga,” ujarnya singkat.

#3 Punya selera humor tinggi

Selanjutnya, hal yang tentu perlu dikuasai oleh pembawa acara adalah seni melempar guyonan ke peserta. Humor yang dekat dengan warga setempat. Yoto memanfaatkan kedekatannya dengan warga dengan melempar guyonan sembari memanggil penonton atau peserta yang ia kenal.

“Lho Pak RT kok mboten nyebur. Malah ndelik ning kono (Pak RT kok tidak mencebur, malah sembunyi di sana),” ucap Yoto, sambil menunjuk Pak RT yang berada di pojokan sawah dan tak ikut menangkap lele.

#4 Kepercayaan Diri

Ini sudah pasti. Bagi mereka yang tampil menyumbangkan suara di depan khalayak umum, kepercayaan diri sudah mutlak harus dimiliki seorang pembawa acara. Yoto tidak ragu untuk berkeliling mendekat pada para penonton agar bisa membuat suasana lebih meriah.

Pria berkaos merah dengan tindik kecil di telinga kirinya ini memandu lomba paling meriah di Karangmloko dengan lancar. Tips darinya tentu patut untuk Anda coba jika ingin menjadi pembawa acara di kampung masing-masing.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Anang Batas si Raja Plesetan: Kok Saya Diliput? Emangnya Saya Seprai?

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2022 oleh

Tags: Humormcpembawa acara
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Gepenk Kk: Dari Gepeng Srimulat Hingga MC Kondang Dunia Akhirat
Video

Gepenk Kk: Dari Gepeng Srimulat Hingga MC Kondang Dunia Akhirat

30 September 2022
ILUSTRASI Bisa Buang Air Besar di Mana pun Adalah Berkah. Kami Menyebutnya Bakat Alami MOJOK.co BAB berak toilet wc jongkok toilet duduk
Pojokan

Bisa Buang Air Besar di Mana pun Adalah Berkah. Kami Menyebutnya Bakat Alami

30 Juli 2021
Mengenang Malam Minggu Terbaik bersama Extravaganza Trans TV mojok.co
Esai

Mengenang Malam Minggu Terbaik bersama Extravaganza Trans TV

13 Maret 2021
Humor Gus Dur dalam Semangkok Soto Pak Soleh yang Menyenangkan dan Mengenyangkan
Esai

Humor Gus Dur dalam Semangkok Soto Pak Soleh yang Menyenangkan dan Mengenyangkan

16 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.