Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

6 Film Lokal Jogja Siap Maju Festival, ‘Tilik’ Jadi Titik Moncernya Karya Sineas Lokal

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
11 Maret 2023
A A
film lokal mojok.co

Ilustrasi film Tilik (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – 6 film lokal jogja mendapatkan pendanaan siap tampil di festival fim nasional dan internasional. Ajang kompetisi dan pendanaan dari Disbud DIY ini dalam rangka memunculkan sineas-sineas lokal. 

Film “Tilik” yang merupakan garapan sineas Yogyakarta sempat viral pada 2018. FIlm ini berhasil memenangkan sejumlah penghargaan dalam Festival FIlm Internasional. 27 juta penonton sudah menyaksikan film ini di kanal Youtube.

Film yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (disbud) DIY itu pun akhirnya melahirkan banyak sineas-sineas baru dari kota ini. Mereka secara berkala membuat film-film lain untuk ikut dalam beragam festival.

Disbud DIY sejak sejak beberapa tahun terakhir menggandeng sineas film nasional seperti Garin Nugroho, Hanung Brahmantyo dan lainnya untuk membantu pengembangan film-film lokal. Selain menguatkan pembinaan para film maker, berbagai upaya dilakukan untuk membangun ekosistem yang mendukung untuk dunia perfilman.

“Saat ini sudah ada sekitar 108 film yang dibuat sineas-sineas jogja sejak 2010 dari kompetisi pendanaan film,” ujar Kepala Disbud DIY, Dian Lakshmi Pratiwi disela gala premier enam film baru karya sineas muda DIY di Bioskop XXI Yogyakarta, Jumat (10/03/2023).

Pendanaan film

Tahun ini sekitar 50 film karya sineas lokal mencoba ikut berkompetisi untuk mendapatkan pendanaan. Film-film terbaik akan terpilih dari sejumlah seleksi untuk mendapatkan pembiayaan yang memanfaatkan dana keistimewaan.

Hasil seleksi tersebut, terpilih lah enam film terbaik yang tampil dalam gala premiere. Enam karya kali ini terdiri dari dua dokumenter dan empat fiksi yakni “Kala Nanti”, “Kanaka”, “Lebaran Dari Hong Kong”, “Nginang Karo Ngilo” dan “Nyalawandi dan Piye Perasaanmu Nek Dadi Aku”.

“Masing-masing dari enam film yang terpilih mendapatkan dana pembiayaan sebesar Rp180 juta,” jelas Dian.

Keenam film itu sengaja hanya akan diputar dalam gala premiere terbatas kompetisi pendanaan pembuatan film Yogyakarta. Publik baru bisa menikmati film baru dalam dua tahun ke depan karena akan film-film tersebut akan ikut dalam berbagai ajang festival, baik nasional maupun internasional.

“Film-film itu nantinya akan ikut dalam berbagai festival film nasional dan internasional yang syaratnya tidak boleh di-publish dulu secara terbuka di berbagai platform. Jadi menunggu dua tahun baru nanti bisa tayang untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI mengungkapkan, kompetisi pembuatan film merupakan salah satu wujud komitmen semua stakeholder dalam menumbuhkan ekosistem perfilman Indonesia.

“Semoga melalui kompetisi seperti ini, semakin banyak karya-karya film yang berkualitas lahir dari insan perfiman Yogyakarta,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 5 Fakta Menarik Konser Deep Purple di Solo, Kembali ke Indonesia Setelah 48 Tahun

 

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2023 oleh

Tags: disbud diyfilm indonesiafilm lokalsineassineas lokal
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO
Catatan

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
Pabrik Gula lempeng. MOJOK.CO
Ragam

Mengulik Kejadian Nyata dari Pabrik Gula, Film Horor yang Alur Ceritanya “Lempeng-lempeng” Saja

7 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.