Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

4 Kafe di Jogja yang Menyisakan Nostalgia, Punya Banyak Cerita buat Pelanggannya

Kenia Intan oleh Kenia Intan
6 Juli 2023
A A
kafe di jogja mojok.co

Dixie Jogja (IG @dixiejogja)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa kafe di Jogja yang sudah gulung tikar masih membekas bagi pengunjungnya. Terlalu banyak kenangan di tempat nongkrong itu hingga sulit terlupakan. 

Sebelum kafe di Jogja menjamur seperti sekarang ini, dulu tak banyak pilihan tempat kongkow di kota ini. Ada beberapa yang jadi andalan. Namun, sayang tidak semuanya mampu bertahan. Kafe-kafe tersebut tergilas zaman.

Netizen yang punya kenangan kemudian berbagi kisahnya di sosial media. Tidak sedikit yang berharap kafe tersebut bisa beroperasi kembali di masa mendatang. Namun, berbisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bisnis kafe di Jogja yang persaingannya ketat banget.

Nah, buat yang belum tau, di bawah ini kafe-kafe di Jogja yang sudah tutup dan ‘legend’ pada masanya.

#1 Djendelo Koffie

https://www.instagram.com/p/BaMZHugAPiK/?hl=en

Djendelo Koffie mungkin tidak asing bagi mereka yang kerap mengunjungi toko buku Togamas. Kafe yang satu ini berada di lantai dua atau di atas toko buku Togamas Jalan Affandi. Tempat ini jadi ‘melting pot’ anak muda Jogja sejak 2005.

Djendelo Koffie memang terkenal di antara anak muda Jogja. Apalagi berbagai acara kerap digelar di sana karena tempatnya yang lumayan luas dan cocok menjadi tempat diskusi. Tidak sedikit pula komunitas yang menjadikan Djendelo Koffie sebagai markas ngumpul. Sayangnya tempat ini harus tutup pada 2019.

#2 Warkop Semesta

https://www.instagram.com/p/V8NbKcLG55/?hl=en

Warung kopi (warkop) Semesta adalah salah satu tempat nongkrong yang ikonik di Jogja. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Warkop yang buka selama 24 jam itu selalu penuh pengunjung apalagi di akhir pekan. Melansir Krjogja.com, minimal ada 1.500 transaksi pembelian minuman dalam sehari. Itu terjadi ketika Semesta sedang jaya-jayanya di kisaran 2014-2017.

Saat awal berdiri, Semesta bekerjasama dengan Blandongan yang juga dikenal sebagai tempat ngopi hits pada zamannya. Namun, kerjasama tersebut hanya bertahan satu tahun.

Setelah berdiri sejak 2010, warkop yang terletak di Jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru dekat Jembatan Kewek itu harus tutup pada 2019. Kondisi warkop Semesta sempat viral di Twitter karena tampak terbengkalai.

#3 Kalimilk

https://www.instagram.com/p/BsZmN0xFqw1/?hl=en

Kalimilk terkenal sebagai kafe yang menyediakan susu dengan berbagai varian. Rasanya yang enak dengan harganya yang ramah di kantong bikin kafe ini punya banyak penggemar. Melansir Harian Jogja, Kalimilk yang berdiri sejak 2010 itu harus mengundurkan diri pada Agustus 2019. Pendiri Kalimilk Fauzan Rachmansyah sempat mengunggah cuitan di akun Twitter-nya, sebuah ucapan terima kasih kepada Neneners, sebutan untuk pelanggan setia Kalimilk, karena sudah menemani perjalanan usahanya selama 9 tahun.

#4 Dixie

https://www.instagram.com/p/COfSHpdjOQe/?hl=en

Iklan

Dixie akhirnya harus gulung tikar pada 9 Mei 2021 setelah 16 tahun beroperasi. Sebenarnya, Dixie lebih tepat sebagai resto ketimbang kafe. Namun, tempat yang terletak di Jl. Affandi No.40 B itu juga terkenal sebagai tempat ngopi sebelum kafe-kafe menjamur di Jogja. Ketika Instagram Dixie secara resmi mengumumkan penutupannya, netizen banyak yang merasa kehilangan. Pihak Dixie pun berharap suatu saat bisa hadir kembali di Jogja apabila ada rezeki dan kesempatan.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA NASA Prediksi Kiamat Internet Bakal Terjadi pada 2025

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2023 oleh

Tags: kafekafe di jogjakedai kopi di jogjawarung kopi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
Pojokan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Tukang sayur di Solo lebih makmur ketimbang kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Merantau dari Jakarta ke Solo untuk Bangun Usaha Sendiri, Kini Hidup Jauh Lebih Tenang dengan Gaji Berkecukupan

21 Mei 2025
Jalan Slamet Riyadi: Surga Nongkrong di Solo, tapi Tak Cocok Buat yang Punya Kesabaran Setipis Tisu.MOJOK.CO
Ragam

Jalan Slamet Riyadi: Surga Nongkrong di Solo, tapi Tak Cocok Buat yang Punya Kesabaran Setipis Tisu

12 Januari 2025
Kafe Bukuku Lawas: Surganya Para Pecinta Kopi dan Buku Klasik di Solo.MOJOK.CO
Ragam

Kafe Bukuku Lawas: Surganya Para Pecinta Kopi dan Buku Klasik di Solo

6 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Terbaik Toyota dan Zenix Tetap Menyedihkan MOJOK.CO

Innova Reborn Mobil Terbaik Sepanjang Masa, Toyota Saja Tidak Rela Menyuntik Mati dan Zenix Tetap Saja Menyedihkan

10 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.