Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gudeg Kaleng Bagong Bisa sampai Mancanegara, Ini Kuncinya Awet dan Tahan Lama

Purnawan Setyo Adi oleh Purnawan Setyo Adi
2 Desember 2023
A A
gudeg kaleng bagong mojok.co

Gudeg Kaleng Bagong

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Wisatawan yang ingin bawa gudeg Jogja sebagai oleh-oleh tak perlu cemas. Kini ada Gudeg Kaleng Bagong yang tahan lama.

Jogja identik dengan kuliner gudeg. Orang ke Jogja belum komplit kalau belum makan gudeg. Banyak dari para wisatawan yang ingin membawa gudeg sebagi oleh-oleh. Namun sayangnya jika jadi oleh-oleh gudeg ini cepat basi.

“Karena banyaknya permintaan dari wisatawan dan pecinta gudeg ini maka kami  berpikir mencari cara bagaimana agar gudeg ini bisa tahan lama dan bisa dibawa ke luar kota, pulau, bahkan luar negeri,” ucap Sirajudin Hasbi, Business Development Gudeg Kalong Bagong saat Mojok temui di lokasi produksi Gudeg Kaleng Bagong di Jalan Godean, Rabu (22/11/2023)

Gudeg kaleng Bagong punya dua kemasan. Ada yang 300 gram, bisa awet hingga 18 bulan. Dan kemasan 210 gram, bisa awet hingga 12 bulan. Keduanya pakai metode sterilisasi dan tanpa bahan pengawet.

Walaupun tersaji dalam kemasan yang modern, Gudeg kaleng Bagong ternyata masih mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam memasak gudeg. Mulai dari pemilihan bahan baku, resep, dan cara memasaknya. 

“Jangan heran kalau memakan Gudeg Kaleng Bagong itu kalau kata orang Jogja itu ada sangitnya, karena proses [memasak] gudegnya itu masih dengan cara-cara tradisional, bahkan kita diamkan semalaman untuk dipanaskan dengan arang,” kata Hasbi. 

Proses pengemasan Gudeg Kaleng Bagong berstandar BPOM

Hasbi bercerita pada Mojok ihwal proses pengemasan gudeg seteah dari dapur. Ia mengatakan bahwa proses pengalengan gudeg ini sesuai dengan standar nasional BPOM. 

Ini mulai dari proses filling, gudeg masuk dalam kaleng, lalu lanjut ke proses exhaust. proses ini adalah upaya untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam kaleng. Tujuannya terjadi hampa udara di dalam kaleng.

“Selama masih ada udara itu ada kemungkinan bakteri yang hidup, oleh karena itu kita bikin proses exhausting untuk menghampakan udara dalam kaleng,” ungkap Hasbi. 

gudeg kaleng bagong mojok.co
Gudeg Kaleng Bagong (IG @gudegkalengbagong)

Setelah itu, berlanjut ke proses menutup kaleng dengan mesin simmer. Selelah itu barulah masuk ke proses sterilisasi. Gudeg-gudeg yang sudah masuk kaleng kemudian disterilisasi dalam suhu tertentu agar bakteri dan mikro-organisme dalam kaleng mati. 

Proses mematikan bakteri ini penting, karena bakteri bisa bikin makanan cepat basi. Inilah kunci kenapa Gudeg Kaleng Bagong awet dan tahan lama.

Sudah jadi tapi tak langsung jual

Setelah semua proses itu berjalan, kaleng-kaleng gudeg tersebut tak langsung diedarkan ke pasaran. Ada proses karantina selama 14 hari untuk memastikan Gudeg Kaleng Bagong sudah lolos uji dan standarisasi. Karena kalau nggak standar kaleng-kaleng tersebut bisa meledak, penyok, dll.

Jika sudah melewati proses karantina lalu masuk ke tahap labelling. Nah, di Gudeg Kaleng Bagong, setiap batch produksi mereka menyimpan dua pieces di ruang sample untuk jaga-jaga jika ada masalah. ini merupakan bagian dari quality control yang Gudeg Kaleng Bagong lakukan. 

Proses di atas merupakan tahap akhir dari rantai produksi Gudeg Kaleng Bagong sebelum masuk ke tahap distribusi. Ini merupakan usaha untuk menjaga cita rasa tradisional gudeg yang berpadu dengan pengemasan modern, steril, lolos uji laboratorium dan sertifikasi BPOM dan label halal Indonesia. 

Iklan

“Kapasitas produksi kami hingga saat ini setiap harinya adalah 1.000 pieces kaleng,” kata Hasbi.

“Untuk distribusinya kami ada di Jogja, lalu kami juga membuka jaringan reseller secara nasional ada di Jakarta, Surabaya, bahkan ada di luar Jawa seperti Palembang, Medan, dan Makassar. Nah, kami juga mulai menjual Gudeg Kaleng Bagong ke luar negeri. Ada di Osaka (Jepang), Stockholm (Swedia), Hongkong, Malaysia, dan Singapura,” 

Gudeg Kaleng Bagong hingga kini memiliki 12 varian gudeg dan masih akan terus tumbuh. untuk saat ini varian utamanya adalah gudeg telur suwir, gudeg telur tahu, dan gudeg telur tahu original yang tidak pedas. 

Kemudian ada gudeg sayap, gudeg kepala, sambel goreng krecek. Lalu ada juga varian oseng mercon yang bahan bakunya dari daging dan tetelan sapi. 

“Keunggulan gudeg bagong adalah tanpa bahan pengawet. lalu cita rasa khas Jogja kami pertahankan. Dan setiap prosesnya kami memiliki SOP yang kami jalankan untuk menjaga kualitasnya,” pungkas Hasbi.

Penulis: Purnawan Setyo Adi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menunggu Dian Sastro di Gudeg Ceker Mbok Joyo

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2023 oleh

Tags: gudegGudeg Jogjagudeg kaleng bagongkuliner yogyakarta
Purnawan Setyo Adi

Purnawan Setyo Adi

Redaktur Liputan Mojok.co

Artikel Terkait

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co
Pojokan

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)
Pojokan

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

20 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.