Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Grobogan: Sumber Ketahanan Pangan yang Mencoba Bangkit usai Diterjang Banjir

Redaksi oleh Redaksi
3 Juli 2025
A A
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan MOJOK.CO

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan. (Pemprov Jateng)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Para petani di Grobogan, Jawa Tengah, sempat berada dalam situasi sulit. Ratusan hektare lahan mereka sempat kukut akibat banjir yang melanda.

Kini, Kabupaten Grobogan perlahan bangkit. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, serta Bank Indonesia turun tangan memberikan bantuan bagi para petani yang terdampak.

Grobogan: sumber ketahanan pangan yang harus dijaga

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyebut, Grobogan merupakan kabupaten yang punya peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, karena menjadi produsen padi unggulan.

“Kabupaten ini menyumbang hampir 10 persen dari kontribusi pangan Jawa Tengah. Maka lahan pertanian yang sudah masuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus kita pertahankan. Tidak boleh dialihfungsikan,” ucap Taj Yasin saat menyerahkan bantuan di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Kamis, (3/7/2025).

Sebab, lanjut dia, ke depan tantangan pangan semakin kompleks. Faktornya antara lain akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan.

“Panjenengan semua adalah pahlawan pangan Indonesia. Maka menjaga lahan dan hasil panen adalah bagian dari perjuangan kita bersama,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan MOJOK.CO
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan. (Pemprov Jateng)

Harapan Grobogan untuk kembali bangkit

Bupati Grobogan, Setyo Hadi menjelaskan, banjir yang terjadi pada pertengahan Mei 2025 telah merusak 373 hektare sawah dan 15 hektare tembakau di Kecamatan Tegowanu. Tanaman padi yang masih berusia 25–30 hari terendam dan mengalami puso. Lalu sebanyak 439 rumah warga juga terdampak.

“Titik jebol di Sungai Renggong sudah selesai diperbaiki, dan sejumlah tanggul kritis lainnya masih dalam proses,” jelasnya.

Setyo Hadi menegaskan, Grobogan adalah daerah terluas kedua di Jawa Tengah dengan potensi pertanian mencapai 124 ribu hektare. Komoditas unggulannya meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah, pisang, tebu, dan tembakau.

“Bantuan ini bukan hanya dukungan moril, tapi harapan nyata bagi kami untuk bangkit demi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan MOJOK.CO
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin salurkan bantuan benih padi ke petani Grobogan. (Pemprov Jateng)

Langkah strategis nasional untuk meningkatkan produksi pangan

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menambahkan, pemberian bantuan ini merupakan bagian dari langkah strategis nasional untuk meningkatkan produksi pangan.

“Swasembada pangan adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Grobogan dan Demak jadi titik penting untuk penguatan produksi pertanian,” ujarnya.

Bantuan untuk penanganan sawah terdampak banjir di Kabupaten Grobogan antara lain meliputi  benih padi dari Kementerian Pertanian sebanyak 13.625 kg untuk luas lahan 545 hektare, diberikan kepada 16 kelompok tani di Kabupaten Grobogan.

Ada juga bantuan mesin pompa air dan alat transplater dari Bank Indonesia untuk Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Kelompok Tani Ngudi Mulyo I.

Iklan

Ada pula bantuan 28 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk pengendalian hama, dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman padi. ***(Adv)

BACA JUGA: Mangrove, Pagar Laut yang Menjadi Harapan Warga Pemalang agar Terlindung dari Rob dan Abrasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2025 oleh

Tags: grobogan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

ilustrasi kuburan mojok.co
Liputan

Cerita dari Warga Godong: Selasa Kliwon, Tali Pocong, dan Tidur 7 Hari di Lantai

16 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah kampus/PTN Islam Universitas Islam Negeri (UIN) bikin tahan penderitaan hidup gara-gara kumpul mahasiswa modal iman MOJOK.CO

Kuliah di UIN Jadi Tahan Penderitaan Hidup: Kumpul Mahasiswa “Modal Iman”, Terbiasa Mbambung dan Lapar

2 Maret 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.