Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Foto Jepretannya Dituduh Tempelan, Ari Wibisono Berharap Arbain Rambey Minta Maaf

Redaksi oleh Redaksi
19 Februari 2021
A A
ari wibisono
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika foto pemandangan Gunung Gede Pangrango terlihat dari Kemayoran karya Ari Wibisono bergulir menjadi polemik politis dan digital.

Foto pemandangan Gunung Gede Pangrango yang tampak dari Kemayoran hasil jepretan fotografer Ari Wibisono ternyata menimbulkan polemik panjang dan menjadi bahan perbincangan banyak orang.

Ari Wibisono, sang fotografer mengunggah fotonya tersebut di akun Instagram miliknya. Ia mengatakan bahwa foto tersebut menjadi bukti bahwa udara Jakarta sedang dalam kondisi yang baik sehingga Gunung Gede Pangrango bisa sampai terlihat.

“Pemandangan Gunung Gede Pangrango di Kemayoran Jakarta Pusat Pagi ini, menandakan Kualitas udara sedang bersih,” tulisnya.

Foto tersebut kemudian di-repost oleh akun resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Dari sinilah polemik itu bermula. Foto tersebut kemudian banyak ditarik ke ranah politis, maklum saja, foto tersebut memang mampu menjadi semacam “senjata” bagi para pendukung Anies untuk mengamplifikasi prestasi Anies sebagai Gubernur DKI.

Nah, menjadi lebih runyam lagi saat fotografer senior Arbain Rambey ikut mengomentari foto tersebut.

Ie menuduh bahwa foto tersebut merupakan foto tempelan. Dua foto yang dijadikan satu.

“Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang,” terang Arbain Rambey dalam akun Twitternya.

Begitu tahu kalau fotonya dituduh sebagai foto tempelan, Ari Wibisono pun kemudian berusaha membuktikan bahwa tuduhan Arbain Rambey tidak tepat.

Ari menjelaskan bahwa foto yang ia unggah tersebut memang sudah diedit pencahayaan dan pewarnaannya menggunakan aplikasi Adobe Lightroom. Namun Ari menyatakan bahwa foto tersebut bukanlah foto tempelan atau dua foto yang dijadikan satu seperti yang dituduhkan oleh Arbain Rambey.

“Foto Gunung Gede Pangrango itu saya ambil satu kali. Jadi bukan foto tempelan atau dua foto dijadikan satu,” terang Ari seperti dikutip dari Kompas.

Di Twitter, Ari bahkan mengunggah foto asli sebelum diedit untuk membuktikan bahwa foto pemandangan Gunung Gede Pangrango yang tampak dari Kemayoran itu bukanlah foto tempelan. Ia memotret foto tersebut menggunakan kamera Nikon dengan lensa 55-300 mm.

Banyak netizen yang kemudian membela Ari, maklum saja, tuduhan Arbain Rambey terhadap foto Ari yang ia anggap tempelan itu memang cukup bermasalah.

Iklan

Terkait polemik ini, Ari pun berharap agar Arbain Rambey bersedia meminta maaf kepadanya.

“Saya ingin Mas Arbain Rambey meminta maaf karena polemik foto Gunung Gede Pangrango ini telah menyangkut nama baik,” terang Ari.

Ah, kalau sudah melibatkan politik dan tokoh senior, perkara apa pun, memang berpotensi menjadi ruwet dan rumit.

BACA JUGA 5 Tafsir Arahan Foto Gaya Bebas Tanpa Beban dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2021 oleh

Tags: arbain rambeyari wibisono
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Orang "Gagal" yang Dihina Hidupnya, Buktikan Bisa Lolos CPNS hingga PNS. MOJOK.CO

Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS

10 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.