Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

FKY 2022 Dibuka, Sri Sultan Tuangkan Air Sasaji Amarta

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
13 September 2022
A A
fky 2022 mojok.co

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan Kadisbud DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menuangkan air dalam gentong dalam tarian Sasaji Amarta sebagai pembuka FKY 2022 di Teras Malioboro 1, Senin (12/09/2022) malam.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022 akhirnya kembali digelar. Pembukaan festival tahunan tersebut secara khusus dilakukan di Teras Malioboro 1.

Untuk menandai pembukaan FKY, puluhan orang menampilkan tarian kolosal Sasaji Amarta di kawasan sumbu filosofi pada Senin (12/09/2022) malam. Tarian karya Baron Setiaji, Galuh Putri Satyarini dan Andhy Setiawan ini ditampilkan penari dari sanggar di lima kabupaten/kota seperti Pendapa Budaya dan Satria Aji (Bantul), Krincing Manis Dance Studio (Sleman), Sanggar Sripanglaras (Kulon Progo), Sanggar Kendhalisada (Gunungkidul) serta Sanggar Ngelancur (Kota Yogyakarta).

Tari berlatar Bumi Amarta yang terbagi lima wilayah ini memiliki makna semua wilayah subur, makmur, dan masyarakatnya hidup rukun berdampingan meski terpisah. Ritual tradisi sebagai sarana syukur masyarakat Bumi Amarta kepada Sang Hyang Widhi.

Dalam tarian ini, ritual terima kasih atas tanah dan air ditampilkan melalui pengisian gentong-gentong kecil berisikan air yang dipegang oleh kelima wilayah kemudian secara bergantian air dituang dalam sebuah gentong besar. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X didampingi Kadinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi bersama penari ikut menuangkan air di gentong besar.

“FKY sudah seharusnya jangan dijadikan agenda rutin tahunan semata. Tetapi, kesinambungan kualitatif festival ini harus selalu ditingkatkan gayutnya dengan perluasan berbagai dimensinya. Dengan begitu, festival ini akan memiliki greget bagi pengembangan seni dan budaya, maujud dalam pencapaian karya budaya yang apresiatif, berbekal dua kata kunci inovasi dan kreasi,” papar Sultan.

Inovasi dan kreasi, menurut Sultan menjadi kunci karena menjadi proses penciptaan gagasan menjadi wahana menjawab permasalahan di masa depan. Inovasi dan kreasi kultural adalah sebuah keharusan, karena nilai budaya harus senantiasa disegarkan maknanya, agar tidak sekedar menjadi simbol atau malah tersingkir karena dianggap kadaluarsa.

Karenanya FKY bisa dijadikan sebagai melting pot antara kaum minoritas kreatif dengan masyarakat dalam mentransformasi budaya menuju level masyarakat yang mayoritas kreatif. FKY juga menjadi ajang merayakan keberdayaan warga masyarakat dalam mengapresiasi budaya.

“Bagaimanapun, sejatinya budaya adalah strategi bertahan hidup untuk menang. Inti dari kebudayaan bukanlah budaya itu sendiri, tetapi strategi kebudayaannya,” tandasnya.

Sementara Dian mengatakan FKY 2022 diselenggarakan kembali pasca-pandemi Covid-19 yang memberikan banyak pengalaman, terutama dalam hal Kesenian dan kebudayaan. Karenanya melalui FKY yang mengusung visi pencatatan kebudayaan dan dengan judul merekah ruah berbagai kebudayaan yang direkam tahun ini menjadi gambaran atas keberdayaan warga Yogyakarta dalam mengelola air dan tanah, baik secara harafiah maupun simbolis.

“FKY digelar serempak dan melibatkan lima kabupaten dan kota se-DIY diharapkan dapat menciptakan kolaborasi antar kabupaten dan kota di DIY,” ungkapnya.

Dian menambahkan FKY masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Terutama agar bisa membuat semua yang terlibat dapat saling terintegrasi, bersinergi dan memberikan dampak nyata.

Melalui berbagai inovasi, kreasi dan komitmen yang telah dirancang,  FKY telah menjadi percontohan bagi berbagai festival kebudayaan lainnya di Indonesia. Terutama dalam menciptakan sebuah ruang ekspresi kebudayaan bagi masyarakat.

Diharapkan melalui FKY, kesadaran masyarakat tentang kebudayaan dapat terus hidup dan tumbuh. Dengan demikain dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya.

“Sebab berbagai kreasi dan inovasi yang dirancang FKY menjadi percontohan festival budaya di daerah lain,” paparnya.

Iklan

Ketua I FKY 2022 Doni Maulistya menambahkan, FKY tidak hanya berhenti sebagai sebuah acara perayaan. Namun juga dapat mengukur dan memaknai berbagai capaian dan kekurangan serta memberi langkah yang tepat pada FKY di masa yang akan datang.

Berbagai subjek budaya diketahui ikut terlibat. Diantaranya meliputi seniman, masyarakat, sanggar, komunitas, tenaga ahli, serta instruktur kebudayaan.

“FKY dalam bentuk hybrid dan tersebar ini merupakan sebuah upaya untuk mencari bentuk yang ideal sebagai sebuah festival kebudayaan. Sehingga memiliki kemampuan jelajah yang kuat terhadap unsur-unsur kebudayaan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Berbagai acara juga disiapkan dalam FKY 2022 ini. Diantaranya program pameran FKY 2022 berlangsung 12 – 21 September 2022 di Teras Malioboro 1 serta Tur Pameran FKY 2022 yang mengajak masyarakat melihat kebudayaan melalui catatan sudut pandang pelaku dalam kemasan karya seni. Selain itu Pameran Keliling yang mengambil konsep mendekatkan seni kepada publik.

“Terdapat 5 unit truk yang akan dimural tematik oleh 5 komunitas seni, yaitu ABDW, Mulyakarya, Wayang Polah, Media Legal, dan Gegerboyo,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Gencar Dikembangkan, Bayar Parkir di Jogja Bisa Pakai QRIS

 

Terakhir diperbarui pada 13 September 2022 oleh

Tags: festivalFKYkebudayaan yogyakarta
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Bedog Arts Fest 2025 Mojok.co
Kilas

Bedog Arts Fest 2025: Perayaan Seni Kerakyatan, Lingkungan, dan Semangat Keberlanjutan

19 Oktober 2025
Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

11 Oktober 2025
Adoh Ratu Cedhak Watu jadi tema Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025: Menyerap Etosa Budaya Gunungkidul dalam Adoh Ratu Cedhak Watu

4 Oktober 2025
Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2024 di Lapangan Bawuran, Bantul, Jadi Conton Pengelolaan Sampah dan Mendunia MOJOK.CO
Hiburan

Akhir Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2024, Jadi Contoh Pengelolaan Sampah dan Mendunia

18 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.