Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

Redaksi oleh Redaksi
21 Agustus 2026
A A
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, YOGYAKARTA – Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. 

Pada Jumat (14/8/2026) pukul 16.00, Sasanti Restaurant menyelenggarakan cooking show bertajuk “Menelisik Gastronomi, Permakultur, dan Flora Nusantara melalui Buntil Salmon”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sasanti Restaurant, Nusaplant, dan Akademi Rakyat Mandiri Pangan (ARMP) yang mempertemukan kekayaan gastronomi Nusantara, pengetahuan mengenai flora asli Indonesia, serta prinsip permakultur dalam sebuah pengalaman kuliner yang diwujudkan melalui satu sajian: Buntil Salmon.

Melalui kegiatan ini, Sasanti tidak hanya menghadirkan pengalaman memasak dan menikmati hidangan, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat lebih jauh hubungan antara bahan pangan, budaya, lingkungan, dan keberlanjutan.

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Buntil Salmon: pertemuan gastronomi dan flora Nusantara 

Buntil Salmon menjadi titik temu dari tiga tema utama dalam cooking show ini: gastronomi, flora Nusantara, dan permakultur. 

Secara umum, buntil dikenal sebagai hidangan berbahan dasar daun yang diisi dengan bahan pangan berbumbu, kemudian dimasak dalam kuah santan. Sasanti menghadirkannya dalam interpretasi yang lebih modern melalui Buntil Salmon, dengan salmon sebagai isian dan daun pepaya sebagai pembungkus, disajikan bersama kuah santan yang gurih.

Dalam cooking show ini, Buntil Salmon diperkenalkan dengan penggunaan daun sengkubak, salah satu tanaman asli Indonesia yang banyak ditemukan di pedalaman Kalimantan Barat. Oleh masyarakat setempat, sengkubak dikenal pula sebagai “daun micin” karena memiliki karakter rasa gurih yang khas dan dapat dimanfaatkan sebagai penyedap alami dalam masakan.

Sengkubak diketahui tumbuh di kawasan hutan pada ketinggian sekitar 100–150 meter di atas permukaan laut, termasuk wilayah yang ekosistemnya dijaga oleh masyarakat Dayak secara turun-temurun.

Kehadiran sengkubak dalam sajian Buntil Salmon menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan kekayaan flora Nusantara melalui pendekatan gastronomi. 

Nusaplant, yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan tanaman asli Indonesia, turut membawa pengetahuan mengenai sengkubak kepada khalayak yang lebih luas sekaligus mendorong perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem tempat tanaman tersebut tumbuh.

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Memahami permakultur melalui tanaman pepaya

Selain mengeksplorasi penggunaan flora Nusantara, kegiatan ini juga mengajak peserta mendekat kepada alam yang menjadi sumber dari ketersediaan pangan kita.

Daun pepaya yang menjadi bagian penting dari Buntil Salmon menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan prinsip-prinsip permakultur.

Bersama Akademi Rakyat Mandiri Pangan (ARMP), peserta diajak memahami permakultur sebagai pendekatan dalam merancang sistem pertanian dan pangan yang selaras dengan pola serta proses yang terdapat di alam.

Tiga prinsip utama yang menjadi acuan dalam sesi ini meliputi:

  1. Meniru pola dan sistem ekosistem alami dalam merancang budidaya tanaman.
  2. Mengintegrasikan tanaman, hewan, air, tanah, dan manusia sebagai bagian dari satu sistem yang saling mendukung.
  3. Merancang sistem budidaya untuk keberlanjutan jangka panjang, bukan semata- mata mengejar hasil dalam jangka pendek.

Melalui pembahasan tersebut, peserta diajak melihat bahwa sebuah hidangan tidak berhenti pada apa yang tersaji di atas meja. Di balik setiap bahan terdapat proses, pengetahuan, ekosistem, serta masyarakat yang berperan dalam keberadaannya.

Dalam konteks Buntil Salmon, daun pepaya menjadi contoh bagaimana bahan pangan berkualitas tidak dapat dilepaskan dari praktik pelestarian lingkungan melalui budidaya berkelanjutan untuk kemaslahatan dan kemandirian masyarakat.

Dari hidangan menuju pengetahuan

Cooking show ini menjadi bagian dari upaya Sasanti Restaurant untuk menghadirkan pengalaman gastronomi yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga membuka ruang untuk mengenal kembali kekayaan pangan dan flora Nusantara.

Melalui kolaborasi dengan Nusaplant dan ARMP, Buntil Salmon menjadi lebih dari sekadar hidangan. Sajian ini menjadi medium untuk mempertemukan pengetahuan tentang tradisi kuliner, kekayaan flora Indonesia, serta cara manusia membangun hubungan yang lebih selaras dengan lingkungan.

Bagi Sasanti, pengalaman menikmati makanan juga merupakan kesempatan untuk menelisik cerita, pengetahuan, dan nilai yang berada di balik setiap bahan yang disajikan.

Iklan

Tentang Sasanti Restaurant

Sebagai informasi Sasanti Restaurant didirikan pada tahun 2007, berlokasi di Jl. Tentara Pelajar Palagan No. 52A, Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Sasanti Restaurant memang mengusung misi melestarikan warisan kuliner Indonesia melalui pengalaman bersantap yang tidak sekadar

menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan makna di balik setiap rasa.

Dengan kualitas, konsistensi, dan penghormatan terhadap budaya kuliner Nusantara, Sasanti Restaurant telah beberapa kali dipercaya untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan dan VVIP.

Lebih dari sekadar restoran, Sasanti menjadi ruang perjumpaan antara rasa, cerita, dan kebanggaan akan identitas Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://sasanti-restaurant.id

***(Adv)

BACA JUGA: Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: buntil salmongastronomi indonesiakuliner nusantarakuliner sasanti restaurantresep buntil salmonrestoran sasanti
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lempah kuning

Lempah Kuning, Kuliner Autentik dari Pulau Bangka

9 Oktober 2022
ilustrasi 7 Makanan Indonesia yang Punya ‘Alter Ego’ di Negara Lain mojok.co

7 Makanan Indonesia yang Punya ‘Alter Ego’ di Negara Lain

29 Agustus 2021
bondan-winarno-mojok.co

Ode untuk Pak Bondan Winarno yang Maknyuss

30 November 2017
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut MOJOK.CO

War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut

17 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.