Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Berani Terima Suap dari Pemudik Nakal, Polisi Siap-Siap Dipecat

Redaksi oleh Redaksi
7 Mei 2020
A A
Polisi yang Palak Sopir dan Minta Satu Karung Bawang Kini Dimutasi mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak orang yang nekat mudik, mereka menggunakan berbagai cara, dari mulai mencari jalan tikus sampai menyuap polisi yang berjaga di perbatasan.

Larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah kian hari kian diperketat. Hal ini seiring dengan terus melonjaknya angka kasus corona di Indonesia.

Sejak larangan mudik berlaku sejak tanggal 24 April lalu, akses jalan strategis utamanya di ruas-ruas jalan perbatasan atau pintu tol memang dijaga ketat oleh polisi dan petugas dishub. Tidak semua kendaraan boleh melintas. Hanya kendaraan yang berhubungan dengan logistik dan hal-hal penting lainnya yang boleh melintas. Angkutan umum dan mobil pribadi dilarang keras.

Tak main-main, berdasarkan data dari Ditlantas Polda Metro, sampai hari ini, tercatat sudah ada tak kurang dari 12.512 kendaraan yang diminta putar balik kembali ke wilayah Jakarta.

Larangan mudik ini tentu menjadi cobaan yang sangat berat bagi banyak orang, utamanya yang bekerja di kota besar. Lha gimana, sudah bekerja sekian lama, rindu sudah menumpuk dan ingin rasanya cepat-cepat jumpa dengan keluarga tercinta.

Itulah kenapa tetap banyak orang-orang yang nekat untuk mudik. Maklum, kekuatan rindu memang seringkali tak bisa dinalar logika.

Banyak yang tetap mudik dengan berbagai cara, dari mulai menyelundupkan mobil ke truk (karena truk dianggap kendaraan logistik yang masih diperbolehkan untuk melintas), mencari rute-rute jalan tikus, sampai menggunakan cara kotor menyuap polisi yang sedang berjaga.

Untuk poin yang terakhir ini, Polri benar-benar akan bertindak tegas terhadap para pemudik yang menyuap, dan juga terhadap polisi yang ketahuan disuap.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan tak segan-segan langsung memecat angotanya yang terbukti menerima suap dari pemudik yang bandel dan ngeyel.

Maklum saja, peran polisi dalam pemberlakuan larangan mudik ini memang sangat krusial, sehingga perlu ketegasan  yang tinggi dari polisi sebagai pihak yang bertugas mencegat arus pemudik.

“Saya komandannya saja begadang terus di Cikarang. Kalian anak buah main-main saya pecat sekalian. Kalau boleh sudah saya bunuh saja anggota seperti itu tuh,” tutur Sambodo dalam sebuah diskusi online.

Ia pun kemudian meminta masyarakat untuk ikut membantu memonitor dan mengawasi kinerja polantas di lapangan. Ia mengimbau agar masyarakat tak segan melapor jika memang menemukan ada petugas yang terang-terangan menerima suap.

Sambodo mengatakan bahwa walaupun seluruh anggota diawasi oleh PAM dari internal Polri, namun pengawasan dari masyarakat tentu tak kalah penting.

“Tolong dilaporkan kepada kami, kalau perlu videokan sehingga kami bisa usulkan untuk kami pecat.”

Iklan

Nah lho… Hati-hati Pak Pol.

polisi

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2020 oleh

Tags: MudikPolisi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran
Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.