Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Banyak Pemerintah Daerah Tidak Mengupdate Data Penerima Bansos Sejak Tahun 2015

Redaksi oleh Redaksi
12 Agustus 2020
A A
Pakuwon Mall Jogja, Saksi Bisu Orang Kaya Bersenang-senang di Atas Penderitaan Orang Miskin.MOJOK.CO

Ilustrasi Pakuwon Mall Jogja, Saksi Bisu Orang Kaya Bersenang-senang di Atas Penderitaan Orang Miskin (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Data penerima bantuan sosial banyak yang tidak update dan berpotensi memunculkan masalah.

Di tengah kondisi ekonomi yang terjun bebas dengan daya beli masyarakat yang sangat memprihatinkan, pemerintah berusaha untuk menstabilkan ekonomi dengan meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Melalui PEN tersebut, pemerintah bakal menggelontorkan bantuan dana sosial kepada masyarakat, UMKM, dan para pekerja maupun para mantan pekerja yang terdampak pandemi corona.

Tak tanggung-tanggung, total dana yang dianggarkan untuk program ini mencapai 203 triliun.

Sesuai namanya, program PEN ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional salah satunya dengan meningkatkan kembali daya beli masyarakat yang selama ini benar-benar terjun bebas.

“Ini langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk terus membantu memulihkan daya beli masyarakat dalam bentuk berbagai bansos,” terang Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui pers virtual Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar pada Rabu, 5 Agustus 2020 lalu.

Namun demikian, program pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak tersebut hampir dipastikan akan penuh dengan polemik, utamanya terkait dengan daftar penerima.

Hal tersebut diakui Sri Mulyani sebagai salah satu kelemahan Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan bahwa data masyarakat yang memang berhak mendapatkan bantuan sosial sesuai dengan parameter kondisi ekonomi yang sudah ditetapkan kerap tidak diupdate, bahkan sampai bertahun-tahun.

Untuk pemberian bansos di masa pandemi ini, misalnya, diperkirakan akan banyak bermasalah karena data penerima ternyata tidak pernah diupdate sejak tahun 2015 lalu.

“Waktu ditelisik ternyata data itu belum update sejak 2015,” terang Sri Mulyani dalam webinar pada hari Selasa, 11 Agustus 2020 kemarin.

Hal tersebut menurut Sri Mulyani karena banyak Pemerintah Daerah yang tidak rutin melakukan pembaharuan data.

“Pemda tidak semuanya lakukan updating sampai kemudian terjadi covid di 2020 yang membutuhkan data yang lebih baru.”

Dengan masih minimnya update data terkini terkait daftar penerima bantuan sosial tersebut, maka besar kemungkinan, akan banyak terjadi kasus orang kaya yang mendapatakn bantuan (karena dulu sempat miskin), juga sebaliknya, orang miskin (yang dulu sempat kaya) yang kini tidak mendapatkan bantuan.

Iklan

Kendati demikian, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemberian bantuan sosial harus tetap dijalankan sesuai jadwal tanpa menunggu proses update data terbaru bisa dilakukan. Hal tersebut mengingat kebutuhan penyaluran dana bantuan tersebut bersifat mendesak.

“Pemerintah can’t afford wait data to be perfect. Makanya, dilakukan pembayaran dulu sambil ke bawah kita tambahkan lagi program sosial untuk bisa menyapu yang belum mendapatkan.”

Nah, kalau sudah begini. Mari berharap agar banyak masyarakat yang jujur. Yang kaya tapi masuk dalam daftar penerima bantuan semoga mau sadar diri. Buat yang miskin tapi nggak masuk daftar semoga bisa bersabar. Buat Pemerintah daerah utamanya Pemerintah Desa semoga bisa sadar bahwa orang sulit buat sadar diri dan bersabar dalam waktu yang lama.

bansos

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2020 oleh

Tags: bansosCOVID-19
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
2.000 KPM di Brebes Keluar dari Jerat Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri MOJOk.CO
Kilas

 2.000 KPM di Brebes Keluar dari Jerat Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

15 Agustus 2025
negara nggak perlu malu mengakui banyak kelompok miskin di Indonesia. MOJOK.CO
Mendalam

Nestapa Kelas Menengah yang Sebenarnya Tergolong Miskin, tapi Negara Nggak Mau Mengakuinya

24 Juni 2025
Gaji Besar di Kemensos Tapi Nggak Kuat Lihat Kelakuan Teman yang Korup. MOJOK.CO
Ragam

Rasanya Kerja di Kemensos: Gaji Besar, Tapi Nggak Kuat Lihat Kelakuan Teman yang Korup

5 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.