Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

8 Bus Legendaris yang Pernah Mengaspal di Jogja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
8 Februari 2023
A A
bus jogja mojok.co

Ilustrasi bus di jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja pernah punya bus-bus yang diandalkan dan dicintai warganya. Hanya saja, banyak PO bus itu tidak bisa bertahan menghadapi gempuran zaman. 

Bagi penghuni lama Jogja, nama-nama bus seperti Baker, Aspada, Kobutri mungkin tidak asing lagi di telinga. Bus-bus yang kebanyakan dikelola oleh beragam koperasi angkutan kota itu sempat berjaya dan menjadi andalan warga untuk beraktivitas. Apalagi di era 1980-an hingga 2000-an, ketika kendaraan pribadi tidak sebanyak sekarang. 

Merangkum berbagai sumber, Mojok mendaftar beberapa bus jadul yang pernah menghiasi jalanan Jogja:

Bus Baker

Bus berwarna putih bercorak biru itu melegenda karena melayani berbagai rute, termasuk Jogja-Kaliurang. Baker bisa melayani penumpang hingga ke pemandian Tlogo Putri, bahkan bisa sampai batas pendakian Gunung Merapi. Oleh karenanya, tidak sedikit pendaki gunung yang menyimpan kenangan dengan bus yang satu ini. 

Baker dioperasikan oleh PT Badan Angkutan Kerjasama Ekonomi Rakyat (Baker) yang dibentuk sekitar  1950-an oleh H.M Dig Sidarto. Trayek Jogja-Kaliurang sendiri muncul pada tahun 1970 dan bertahan hingga sekitar seperempat abad setelahnya. 

Bus Kopata

Kopata singkatan dari dari Koperasi Angkutan Umum Perkotaan. Bus bernuansa putih dan merah itu hadir pada 1980 dan menjadi bus pertama yang dikelola secara baik dan memiliki izin trayek resmi. Kopata memiliki rute dalam Kota Jogja, setidaknya ada 13 jalur yang dilayaninya. 

Bus Aspada

Dilihat dari tampilannya, Aspada terlihat lebih kotak dibanding Kopata dan berwarna dominan biru. Sama seperti Kopata, bus yang berwarna dominan biru ini melayani rute-rute dalam kota seperti Giwangan, Ring Road Selatan, Jalan Malioboro, Jalan AM Sangaji, hingga Monumen Jogja Kembali (Monjali). 

Bus Puskopkar

Seperti Kopata, Kobutri, dan Aspada, Puskopkar juga dikelola oleh koperasi angkutan kota. Bus berwarna biru itu juga melayani rute dalam ring road. Salah satu kawasan yang dilintasi adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Bus Kobutri

Dibanding bus-bus lainnya, Koperasi Bina usaha Transport Republik Indonesia (Kobutri) berukuran lebih mungil. Penumpang biasa menyebutnya dengan kol alih-alih bus. Bentuk dan ukurannya yang lebih mini membuat susunan bangku Kobutri berbeda dengan bus-bus lain. Penumpang Kobutri duduk saling berhadapan, tidak menghadap ke depan seperti di bus lain.   

Bus DAMRI

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia alias DAMRI pertama kali muncul di Yogyakarta pada 1989. PO Bus pelat merah ini masih mengaspal di Yogyakarta hingga saat ini, walaupun rutenya tidak lagi sama seperti dahulu. DAMRI kini lebih banyak melayani penumpang rute Bandara Adisutjipto-Yogyakarta International Airport (YIA) atau sebaliknya. Sementara antar provinsi ada rute Jogja-Dieng dan Jogja-Candi Borobudur.

Bus Jatayu

PO Bus ini dirintis oleh Djawari pada 1969. Awalnya, Jatayu dirancang melayani jasa angkutan untuk Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Rutenya ada Yogyakarta-Kretek PP, Yogyakarta-Srandakan PP, Yogyakarta-Parangtritis PP, dan Yogyakarta-Solo PP. 

Seiring berjalannya waktu, Jatayu juga melayani Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) meliputi Jogja-Jakarta, Jogja- Denpasar, Jogja- Merak. Rute jarak jauh juga sempat dibuka pada 1990 seperti Yogyakarta- Denpasar PP, Yogyakarta – Denpasar- Padangbai- Mataram PP, Yogyakarta- Lombok PP, serta Yogyakarta-Jakarta-Merak. 

PO ini pecah menjadi beberapa divisi pada 1995, Jatayu Public Transport dan Jatayu Utama Tour. Pada 2002, Jatayu Public Transport mengubah orientasi pasarnya menjadi pariwisata dan berubah nama menjadi Jatayu Trans Wisata. Bisnis inilah yang masih bertahan hingga saat ini dengan nama Jatayu Makmur Abadi. 

Bus Koperasi Pemuda

Di antara bus-bus lain yang pernah beroperasi di Jogja, Koperasi Pemuda menyasar pasar yang lebih sempit, yakni warga pedesaan di Sleman. Oleh karenanya, bus ini memiliki rute-rute menuju tempat-tempat perbelanjaan seperti Pasar Pakem, Pasar Prambanan. Misalnya saja, Jalur A1 yang menyusuri jalan Cangkringan – Pakem, Jalur A3 yang melewati pasar-pasar di Ngemplak, Sleman hingga depan RS Panti Rapih.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 5 PO Bus AKAP Terbaik Versi Kementerian Perhubungan 

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2023 oleh

Tags: busbus jogjabus kota
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO
Sehari-hari

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO
Ragam

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Anggaran TransJogja Dipotong Miliaran Rupiah Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Merepotkan Warga Mojok.co
Pojokan

Anggaran TransJogja Dipangkas Adalah Bukti Pemerintah Memang Suka Lihat Warganya Kerepotan

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.