Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kuliah di Kampus Besar Seperti UGM Bukan Hanya Soal Gengsi, Salah Satunya Cari Aman dari Dosen Problematik

David Aji Pangestu oleh David Aji Pangestu
17 Juni 2025
A A
UGM Kampus Terbaik yang Nggak Punya Dosen Problematik MOJOK.CO

Ilustrasi UGM Kampus Terbaik yang Nggak Punya Dosen Problematik. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kuliah di kampus besar seperti UGM nyatanya memberi keuntungan tersendiri. Salah satunya terhindar dari dosen-dosen problematik.

Ketika SMA, saya pernah berpikir bahwa kuliah di mana saja itu tidak jauh berbeda. Asalkan bukan kampus yang antah berantah banget, paling kualitasnya juga sama. Namun, setelah kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), saya menyadari satu hal.

Di sana, ada ada gap besar antara kampus saya dengan beberapa kampus lain. Padahal sama-sama kampus negeri. Secara peringkat nasional juga tidak sampai berjarak puluhan. 

Saya semakin memahami bahwa “kuliah di mana saja itu sama” adalah suatu kebohongan. Pasalnya, setiap kampus itu berbeda. Mulai dari fasilitas pendukung, kegiatan mahasiswa, hingga kecepatan pelayanan administrasi.

Selain itu, salah satu pembeda besar yang saya rasakan dan sadari setelah kuliah di UGM adalah mayoritas kampus besar memiliki dosen dan tenaga pendidik yang profesional. Mereka juga tidak gila hormat. 

Pasalnya, tidak jarang, fasilitas fisik sudah mendukung, tetapi SDM-nya menyulitkan proses pembelajaran. Mulai dari petugas administrasi yang tidak informatif hingga dosen pembimbing yang hilang-hilangan.

Pelayanan administrasi di UGM secepat kilat, tidak perlu berminggu-minggu

Pernah suatu ketika, saya akan mengadakan sosialisasi masuk kampus ke SMA di Jember bersama beberapa alumni. Ternyata, dari pihak sekolah membutuhkan surat masuk resmi untuk mengadakan kegiatan di SMA. Karena kami tidak mempunyai organisasi resmi, akhirnya saya meminta surat sosialisasi ke UGM.

Di luar dugaan, meskipun saya mengajukan di hari Minggu, ternyata surat tersebut sudah tertandatangani beberapa jam setelahnya. Bahkan, kecepatannya melebihi fitur pengiriman instan di e-commerce. 

Saya merasa bak pahlawan. Pasalnya, banyak layanan administrasi di beberapa kampus sama lemotnya dengan mengurus KTP di kecamatan. 

Saya menyadari hal ini merupakan privilese kuliah di UGM. Di kampus lain, jangankan 1 hari, 2 minggu kemudian belum tentu beres. Sekalipun surat administrasi yang sifatnya penting dan mendadak seperti pengurusan KRS hingga administrasi skripsi.

Baca halaman selanjutnya: Kampus besar memberi kemudahan.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2025 oleh

Tags: dosen pembimbingdosen ugmPembangunan Sosial dan KesejahteraanPSdKPSdK UGMskripsiUGMUniversitas Gadjah Mada
David Aji Pangestu

David Aji Pangestu

Penulis berdarah campuran Jawa-Madura.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.