Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Tantangan Terbuka Untuk Perguruan Pencak Silat PSHT

Saya paham betul mereka, PSHT, menang jumlah. Anggota mereka ini tersebar di berbagai daerah. Mereka pun punya solidaritas yang tinggi. Maka dari itu, saya akan menantang mereka secara terbuka.

Iqbal AR oleh Iqbal AR
16 Juni 2023
A A
Tantangan Terbuka Untuk Perguruan Pencak Silat PSHT MOJOK.CO

Ilustrasi Tantangan Terbuka Untuk Perguruan Pencak Silat PSHT. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya tidak tahu pasti apakah klitih ini masih marak di wilayah Jogja dan sekitarnya. Tapi, marak atau tidak, klitih tetap menjadi ancaman tersendiri. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk membasminya, tapi klitih masih tetap ada. Dan tidak hanya di Jogja, masalah ini, kekerasan jalanan atau apalah itu sebutannya, juga ada di banyak tempat. Hanya beda nama dan sebutan saja. 

Inilah tantangan untuk para pendekar pencak silat PSHT. Anggota PSHT ini kan jago silat dan punya banyak sekali anggota. Nah, kemampuan mereka bisa dialihkan untuk memberantas klitih dan semacamnya. Silakan jadi garda terdepan untuk melakukan tugas keamanan guna memberantas klitih. Pemberani dan jagoan, kan? Monggo, kami tunggu aksinya. Saya ikut juga, tapi dari jauh. Saya takut sama klitih.

#3 Aktif di dunia literasi, bisa dengan membuat klub baca atau perpustakaan jalanan

Kita tahu bahwa tingkat literasi di Indonesia ini masih rendah. Kita sepakat akan hal itu. Literasi masih jadi PR besar bagi kita. Butuh banyak pihak untuk membuat masyarakat Indonesia ini lebih melek literasi, lebih sadar akan pentingnya literasi. Dari banyaknya pihak yang dibutuhkan, pendekar pencak silat PSHT mungkin bisa jawaban

Ini juga sebuah tantangan bagi PSHT untuk aktif di dunia literasi. Mungkin PSHT tidak tahu bagaimana memulainya. Tapi sederhana saja, kok. Kalian tinggal bikin saja klub baca internal. Tumbuhkan minat baca dulu dan adakan kegiatan membaca bersama, lalu diskusikan. Nah, kalau sudah jalan, mungkin bisa membuat semacam perpustakaan jalanan bagi masyarakat umum. Gimana? Berani, nggak? Banyak manfaatnya lho itu. Saya siap mendaftar jadi anggota… klub bukunya.

#4 Aktif di gerakan antikorupsi

Coba bayangkan bagaimana jika setengah atau bahkan semua pendekar pencak silat PSHT ini aktif di gerakan antikorupsi. Mereka lalu bergabung ke LSM antikorupsi semacam ICW (Indonesia Corruption Watch) atau LSM antikorupsi lainnya. 

Misalnya membuat PCW atau Pendekar Corruption Watch. Jika itu terjadi, apa tidak ketar-ketir itu koruptor ketika dilawan oleh lembaga antikorupsi yang isinya pendekar yang siap memberantas koruptor brengsek itu. 

Sekarang pertanyaannya adalah, berani atau tidak PSHT ambil tantangan untuk mengerahkan anggota-anggotanya aktif di gerakan antikorupsi? Sudah pasti saya ikut. Kalau ada acara “info menempeleng koruptor”, saya paling depan.

#5 Ikut kegiatan amal seperti donor darah, menggalang dana untuk yang membutuhkan, dan sebagainya

Kalau mau dianggap jagoan atau pahlawan, tak perlu gaduh di jalan, sih. Cukup lakukan hal-hal kecil yang bermanfaat. Misalnya yang berkaitan dengan kegiatan amal. PSHT kalau aktif di kegiatan amal, yang cakupannya satu Indonesia dan dilakukan rutin, pasti akan bisa menjadi inspirasi. Para pendekar ini menang jumlah, lho. 

Caranya mudah saja. Anggota PSHT yang banyak dan tersebar di mana-mana itu bisa ikut kegiatan amal seperti donor darah. Penggalangan dana untuk orang-orang yang membutuhkan juga oke. Risikonya jelas tak ada, manfaatnya malah berlipat ganda. Berani nggak ambil tantangan untuk lebih aktif di kegiatan amal seperti ini? Saya siap ikut aksi donor darahnya.

Tantangan-tantangan di atas itu tentunya bukan hal sulit bagi PSHT. Tinggal bikin perintah saja, pasti akan dilaksanakan kok semuanya. Tinggal mau atau tidak para pendekar pencak silat PSHT yang kebanyakan masih muda untuk mengambil tantangan di atas. 

Lagian, daripada mengiyakan tantangan duel atau membalas pengeroyokan dengan pengeroyokan lain, bukannya akan lebih baik kalau mengiyakan tantangan di atas? Selain tidak banyak risiko, citra PSHT pasti akan lebih baik.

Gimana? Berani ambil tantangan di atas?

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

Iklan

BACA JUGA Apa sih Pekerjaan Pendekar Silat di Indonesia? dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2023 oleh

Tags: donor darahJogjapencak silatPSHTsilat
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.

Artikel Terkait

Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO
Catatan

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.