Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
9 November 2024
A A
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO

Ilustrasi Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah melakukan riset, rokok legal identik dengan klub Liga Italia. Sementara itu, rokok ilegal lebih dekat dengan klub Liga Inggris.

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng membuka aplikasi Flickr. Kemudian, saya mengetik kata kunci Rokok Indonesia. Ada ribuan merek rokok terpajang di sana. Dari deretan merk ternama hingga terunik. Yang bikin unik adalah merek rokok dengan nama klub bola. Ada Lazio, Torino, dan Como. Ketiganya berasal dari Serie A atau Liga Italia.

Kemudian, saya iseng mencari klub-klub Liga Italia lainnya seperti AS Roma, Juventus, hingga Inter Milan di situs tersebut. Ternyata tak ada. Sebenarnya ada, sih, jika kamu menggunakan kata “Inter” saja. Sebab, akan muncul produk dari Gudang Garam. 

Saya, dan karena itu, menarik kesimpulan sementara. Tampaknya hanya klub Liga Italia yang kebetulan menjadi nama merek rokok oleh orang-orang Indonesia. Dan kebetulan pula, rokok-rokok tersebut merupakan rokok legal. 

Hmm, masa tidak ada klub bola lainnya, selain Serie A gitu. Apakah jangan-jangan sebenarnya ada, tetapi bukan rokok legal? 

Untuk mengurangi rasa penasaran, saya mengetikkan kata “rokok ilegal” di Google. Hasilnya mengejutkan. 

Ternyata ada merek rokok dengan nama klub bola berasal dari Liga Inggris. Barangkali Anda pernah mendengar atau mengetahui peredaran merek rokok Manchester dan Newcastle.  

Pertanyaannya, mengapa rokok legal identik dengan nama klub-klub Liga Italia, sedangkan rokok ilegal identik dengan nama klub-klub Liga Inggris? 

Liga Inggris a.k.a rokok ilegal lebih baik daripada Liga Italia a.k.a rokok legal?

Dua hari yang lalu, lewat aplikasi Thread, saya bertanya kepada netizen. Kenapa Generasi Z jarang ada yang menyukai Liga Italia? Ada puluhan netizen yang menyambut pertanyaan saya. Lalu, saya menarik beberapa kesimpulan sementara. 

Tidak ada produk bintang

Serie A tidak lagi mendapat perhatian dari generasi Z. Ketiadaan pemain-pemain bintang menjadi penyebabnya. Nama-nama seperti Lautaro Martinez, Dusan Vlahovic, atau Romelu Lukaku ternyata tidak mampu mencuri minat generasi Z. 

Padahal di Liga Italia terdapat pemain Indonesia. Namanya Jay Idzes yang bermain di Venezia. Sangat dielu-elukan netizen Indonesia. Cek Instagram (IG) Venezia. Jika ada aktivitas Jay Idzes yang terpasang di konten IG Venezia, dipastikan menuai like dan atensi yang banyak. 

Belum lagi saudara kandung Eliano Reijnders yang bermain di AC Milan, yaitu Tijani Reijnders. Serupa seperti Idzes, netizen Indonesia pasti menyerbu kolom komentar baik IG AC Milan atau akun pribadinya. 

Sayangnya, kehadiran kedua pemain itu di Serie A tidak membuat generasi Z berpaling ke kompetisi yang paling dicintai oleh generasi milenial. 

Hal yang sama dirasakan oleh produsen rokok Lazio, Torino, dan Como. Mereka rokok legal, tapi bukan produk berbintang lima. Untuk mendapatkannya, juga rumit. Hanya bisa di warung tertentu seperti Tobeko di Jogja. 

Iklan

Berbanding terbalik dengan Manchester dan Newcastle. Jelas produk berbintang. Buktinya sangat mudah ditemukan dan didapatkan di marketplace. 

Teman-teman saya yang generasi Z, dan yang pernah mencicipinya, lebih menganggap Manchester dan Newcastle adalah produk mewah. Bungkus lebih menarik. Nggak ada gambar seram kayak di bungkus rokok legal. 

Bukankah itu suatu kemewahan dan kenikmatan bagi perokok? Jika pemain-pemainnya, jangan ditanya. Bak bumi dan langit. Manchester kok dibandingkan dengan Como yang baru saja naik ke Liga Italia. 

Kualitas rasa rokok legal boleh menang. Namun, sayangnya, branding dan harga yang baik jelas rokok ilegal lebih terjangkau. 

Distribusi permainan lamban

Suka tidak suka, distribusi dan permainan yang ilegal lebih luar biasa daripada rokok legal. Senyap tapi langsung ke target pasar. Berbeda dengan rokok legal. Ketiga merek rokok dengan nama klub Liga Italia itu justru jarang terpantau. Apa penyebabnya? 

Hal tersebut dapat dilihat dari dua sudut pandang. Pertama, distribusinya lamban. Kedua, produksinya terbatas. Jika distribusi, sepertinya mudah terjawab. Pernahkah kamu melihat ketiga rokok tersebut (Lazio, Torino, dan Como) di marketplace? 

Soal produksi barangkali memang terbatas. Nggak bisa lebih dari dua miliar batang. Akhirnya berkorelasi dengan pendapatan mereka. Seret. 

Eh, kok, ternyata ketiga merek tersebut memiliki korelasi dengan ketiga klub, khususnya dari pendapatan tahun 2022/2023.

Lazio: 451,05 Miliar

Torino: 1.002,92 Miliar

Como: 64,31 Miliar

Jika ketiganya dijumlahkan, hanya berbeda tipis dengan Newcastle. Namun, jangan disamakan dengan pendapatan Manchester United atau/dan Manchester City. 

Manchester United: 12,5 Triliun – 

Manchester City: 13,04 Triliun

Newcastle: 1,324 Milyar

Sepertinya, penjualan rokok Manchester dan Newcastle juga lebih laris daripada ketiga klub Liga Italia tersebut. Hihihihi. 

Tidak ada siaran langsung di tv lokal

Harus diakui bahwa tidak ada siaran Serie A di TV lokal. Akhirnya, harus menggunakan aplikasi berbayar, yaitu Vidio. Itu pun siaran tersebut baru hadir pada pekan ketujuh. 

Berbeda dengan netizen yang hendak menonton Liga Inggris. Salah satu TV swasta masih rajin menyiarkan pertandingannya. Bahkan, bagi yang ingin menonton pertandingan-pertandingan lainnya klub Liga Inggris bisa di Vidio dan beIN Sports. 

Lalu, bagaimana jika ingin menonton Liga Italia, tapi bukan yang berbayar? Mau tidak mau, pakai aplikasi atau situs web ilegal yang bertebaran di media sosial. Entah itu Twitter atau Telegram. 

Unik, ya. Menonton klub Manchester atau Newcastle bisa dijangkau dengan lebih mudah melalui aplikasi (legal) atau TV lokal. Sedangkan nonton Lazio atau Torino, harus melalui aplikasi ilegal (kalau yang malas berbayar). 

Eh, begitu pula soal rokok. Lebih mudah terjangkau yang ilegal daripada legal. Jadi, apakah mengganti nama klub Serie A ke Liga Inggris, untuk rokok legal, akan lebih efektif? 

Misal Liverpool atau Arsenal gitu. Atau Oxford United.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 7 Merek Rokok Ilegal Ternama yang Jangan Pernah Kamu Beli dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2024 oleh

Tags: bein sportcomolazioliga inggrisliga italiamanchesternewcastlerokok ilegaltorinovidio
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Purbaya Sudah Benar, Tidak Menaikkan Cukai Rokok Adalah Jalan Paling Tepat Memberantas Produk Ilegal dan Menjaga Ekonomi, sekalipun Itu Tidak Populer
Pojokan

Purbaya Sudah Benar, Tidak Menaikkan Cukai Rokok Adalah Jalan Paling Tepat Memberantas Produk Ilegal dan Menjaga Ekonomi, sekalipun Itu Tidak Populer

1 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.