Saya Gay, Saya Liberal, dan Saya Bukan Inlander
Saya memang liberal, tapi bukan inlander.
Baca selengkapnyaDetailsSaya memang liberal, tapi bukan inlander.
Baca selengkapnyaDetailsAku berterimakasih kalau kamu memanggilku anjing. Dengan begitu kehormatanku ditinggikan, karena aku tidak pernah mampu sesetia dan sejujur anjing.
Baca selengkapnyaDetailsTiap pertanyaan “kapan nikah” itu dilontarkan, yang lebih muda ini sebenernya pengen banget balik nanya: “Kapan mati?”
Baca selengkapnyaDetailsKencing dan berak itu amalmu. Kamu mengeluarkan sesuatu dari badanmu dan segera melupakannya. Tidak mengingat-ingat bau, warna, dan bentuknya seperti...
Baca selengkapnyaDetailsMaraknya pem-bluran aurat, akan memberi lapangan pekerjaan baru bagi pekerja editing televisi.
Baca selengkapnyaDetailsAgama tidak pernah menjadi akar kekerasan. Perbedaan isi kepala orang-orang yang seringkali dangkal yang justru membuat agama terlihat menakutkan.
Baca selengkapnyaDetailsKamu kira Allah itu artis? Kamu kira, Allah kayak ustadz-ustadz di televisi itu?
Baca selengkapnyaDetailsSeperti menghabiskan buka puasa, sebaiknya kalau mau tahu sesuatu urusan agama juga pelan-pelan. Kalau sekaligus langsung banyak, akan berbahaya bagi...
Baca selengkapnyaDetailsPuncak kesalehanmu adalah ketika engkau merindukan perdamaian dunia sebagaimana engkau merindukan bedug magrib di bulan Ramadan.
Baca selengkapnyaDetails
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.