Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Saya Mau Bekerja Sama dengan Setan

Puthut EA oleh Puthut EA
26 Juli 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dunia politik di Indonesia itu kalau diikuti dengan hati, akan makan hati. Kalau diikuti dengan pikiran, ya akan bikin stres. Apalagi dalam kurun waktu lima tahun ke belakang ini, seakan-akan hidup ini hanya soal kampret dan kecebong saja.

Sejak dulu, saya sudah dan selalu mengajak (bagi siapa pun yang mau) untuk mengikuti gegap gempita dunia politik dengan cara yang rileks dan penuh perspektif humor. Tidak perlulah terlalu mbentoyong, terlalu serius. Sudah, anggap saja politik itu sebagai tontonan yang menghibur, yang menyenangkan.

Persoalannya, baru-baru saja, seorang mantan aktivis HAM ternama di Indonesia, Rachlan Nashidik membuat kicauan yang cukup mengentak. Isinya:

“Saya mau ganti Presiden! Kalau demi itu saya harus bekerja sama dengan setan, saya akan lakukan. Apalagi cuma kerja sama dengan Prabowo.”

Kontan cuitan Rachlan yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat banyak menuai komentar pro-kontra. Kalau Anda baca kicauan dan komentarnya dengan pandangan politik, bagi yang suka Prabowo Subianto pasti akan senang sekali. Akan tetapi bagi yang nggak suka dengan Prabowo, pasti bikin dongkol hati. Makanya, kadang suka kadang nggak suka itu nggak asyik.

Seorang netizen segera menyambar kicauan Rachlan tersebut, balasannya pun tak kalah pedas: “Saya nggak mau ganti Presiden! Kalau demi itu saya harus melawan setan, saya akan lakukan. Apalagi cuma melawan teman-temannya setan seperti Anda, Bung!”

Airlangga Pribadi, seorang akademisi dan juga mantan aktivis, ikut membalas: “Itu juga kalau setan mau kerja sama dengan Abang. Emang mau?”

Ada juga yang berkomentar agak bijak: “Sampai segitunya, Mas? Dunia cuman numpang kentut aja, sampai berkongsi sama setan.”

Hampir semua komentar tersebut kalau dibaca cukup seru. Dari situ sebetulnya kita tahu, rakyat Indonesia itu penuh dengan kreativitas dan punya cara pikir nakal.

Salah satu kreativitas ajaib itu adalah dengan membongkar sejarah kicauan Rachlan. Seorang netizen mendapati kicaun Rachlan dan mengepcernya. Kicauan pada tanggal 20 Mei 2014 itu berbunyi: “Berkoalisi dengan Prabowo bukan saja tak bisa, tapi juga salah. PD (Partai Demokrat) tak mau dan tak akan membantu membalik masa lalu menjadi masa depan Indonesia.”

Tapi yang menarik, Rachlan tak kehabisan ide. Pertanda dia juga sangat kreatif. Tak lama setelah kicauannya disambar banyak netizen, Rachlan membuat kicauan lanjutan yang menarik:

“Pilihannya cuma berkuda atau naik sepeda. Saya pilih berkuda.”

Pesan ini secara simbolik makin menunjukkan bahwa Partai Demokrat hampir pasti akan berkoalisi dengan Gerindra, dan mungkin plus PKS dan PAN.

Pada kicauan kali ini, banyak sentimen positif yang membalas Rachlan. Saya akan ambil beberapa sebagai contoh:

Iklan

“Naik kuda gak perlu hafal nama-nama ikan, Kak…”

“Naik sepeda genjotnya nggak kuat, jalanan yang dibangun dari utang makin terjal. Jadi mending berkuda.”

Saya membaca kicauan demi kicauan tersebut dengan tersenyum. Banyak yang jenaka. Saya jadi berpikir, kayaknya nanti bukan hanya istilah cebong vs kampret yang akan menghiasi dunia politik kita dari sisi dunia binatang.

Dari dunia alat transportasi akan menyusul: kuda vs sepeda.

Sudah nggak perlu marah-marahan. Kayak siapa pun yang jadi presiden bakal berpengaruh di kehidupan Anda saja. Lebih baik mari terus belajar bergembira.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2018 oleh

Tags: bekerja sama dengan setannetizenPrabowo Subiantosepedasetan
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.