Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Agus Mulyadi dan PKS

Puthut EA oleh Puthut EA
1 Juli 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika Agus Mulyadi diangkat sebagai pemred Mojok, banyak orang bertanya kepada saya: Kenapa Agus Mulyadi? Bukankah dia kader PKS?

Saya akan menjawab di sini. Supaya jelas. Juga supaya adil.

Pertama, Agus Mulyadi bukan kader, tapi dia mencoblos PKS. Terus apa yang salah? Mencoblos adalah hak warga negara. Agus sendiri hanya menggunakan haknya. Lalu di mana salahnya? Bukankah PKS memang partai yang legal?

Kedua, Agus tidak munafik. Dia tidak peduli orang mau mengejek dirinya. Sejak saya mengenal dirinya, Agus selalu jujur kepada siapa saja bahwa dia mencoblos PKS. Alasannya sederhana tapi penting. Dia pernah ditolong oleh tetangganya yang merupakan kader PKS.

Saat masih pengangguran, Agus diberi pekerjaan dan dibiayai kursus komputer. Orang ini juga dikenal banyak menolong orang lain di kampung Agus. Sampai di sini, di mana kekeliruan Agus? Dia mencoblos orang yang dia kenal, yang dianggap baik dan amanah. Agus percaya bahwa hal apa pun yang dilakukan di hidup ini akan diminta pertanggungjawabannya di depan Tuhan nanti. Dia juga merasa harus mempertanggungjawabkan hal coblosnya.

Saya tidak pernah ikut pemilu legislatif. Alasan saya juga sederhana tapi prinsipil: karena saya tidak merasa kenal calon-calon yang ada di daftar calon legislatif. Kenapa saya harus mencoblos? Bagaimana saya bisa memberikan amanah kepada orang yang tidak saya kenal? Saya tidak mau.

Suara saya memang hanya satu, tapi saya punya kesadaran politik yang membuat saya tak mau pergi ke bilik suara. Saya juga tidak punya kedekatan emosional dan politik dengan partai-partai yang ada. Tambah kokoh alasan saya untuk tidak mencoblos.

Ketiga, Agus dibilang sering mengisi kegiatan di PKS. Iya. Itu benar. Tapi jangan salah, semua partai yang meminta Mojok mengisi materi, entah workshop atau seminar, pasti dilayani. Siapa pun. Dari partai mana pun. Dan asal tahu saja, Agus juga pernah mengisi acara di KSP (Kantor Staf Presiden).

Keempat, kita sering gegabah menilai bahwa sikap seseorang pada satu hal itu konsisten dan menyeluruh. Di Indonesia, tidak seperti itu. Agus salah satu contohnya. Dia mencoblos PKS, tapi ketika pilpres mencoblos Jokowi.

Coba lihat berbagai hasil survei yang ada di Indonesia. Jokowi banyak dicoblos oleh warga yang mencoblos partai-partai yang justru tidak mengusung dirinya. Juga sebaliknya. Banyak juga orang yang mencoblos PDIP, lalu memilih Prabowo. Harus lengkap ketika membaca hasil survei agar makin memahami sikap perilaku warga negara.

Kelima, ini yang paling menjengkelkan: Agus berjenggot. Terus kenapa kalau Agus berjenggot? Dia mempercayai itu perilaku sunah. Itu ekspresi dari kayakinannya. Dia tidak pernah sinis mengejek orang tak berjenggot. Saya pribadi menghormat ekspresi Agus. Tidak pernah menghina jenggot Agus sebagaimana saya tidak menghina orang berjilbab, tatoan, bercelana cingkrang, bertindik, gondrong, dll. Suka-suka mereka. Setiap orang berhak mengekspresikan keyakinan dan yang mereka sukai. Kenapa harus cerewet amat dengan ragam ekspresi orang?

Itu jawaban saya. Lain soal kalau kemudian Agus membuat Mojok menjadi media yang pro-PKS. Kalau itu yang dia lakukan, saya yang akan pertama mengadangnya. Sebab Mojok dibuat memang bukan untuk dukung-mendukung politik elektoral. Tidak untuk kepentingan semacam itu.

Itu jawaban saya. Kalau kalian tidak suka dengan PKS, saya pribadi juga cenderung tidak suka, dan tidak suka dengan semua partai politik. Tapi kalau mereka datang ke kantor Mojok, saya meminta semua harus diterima dengan baik. Wajib hukumnya menerima kedatangan orang, bersikap baik dan memuliakan tamu.

Kalau kalian mau menurunkan suara PKS, silakan saja. Itu juga boleh. Itu bagian dari pertarungan politik. Kalau ingin membubarkan PKS, saya tidak ikut-ikut. Saya tidak suka politik bubar-bubaran. Kalau hanya menuruti keinginan membubarkan, rasanya semua partai politik ingin saya bubarkan. Tapi apa hak membubarkan mereka?

Iklan

Begitu dulu ya. Ini penjelasan yang semoga mudah dimengerti. Kalau tetap tidak bisa dimengerti ya mau bagaimana lagi. Hal itu mungkin sudah masuk ke persoalan kemampuan berpikir.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2018 oleh

Tags: Agus Mulyadicelana cingkrangjenggotjokowiMojokpartai keadilan sejahterapdipPKSprabowo
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
5 liputan terpopuler Mojok 2025. Cerita para sarjana S1 hingga lulusan S2 yang hadapi realitas menjadi pengangguran MOJOK.CO
Liputan

5 Liputan Terpopuler Mojok Sepanjang 2025: Saat Realita Dunia Kerja Menampar Para Sarjana dan Lulusan S2

1 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.