Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kami Bersama Fanny Soegi! Sebab Hak dan Keadilan Bagi Pencipta Lagu Harus Selalu Ditegakkan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
10 September 2024
A A
Fanny Soegi Bongkar Dosa-dosa Soegi Bornean, Mantan Bandnya MOJOK.CO

Ilustrasi Fanny Soegi Bongkar Dosa-dosa Soegi Bornean, Mantan Bandnya. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kasus yang menimpa Fanny Soegi, ketidakadilan yang sedang dia alami, bukan sebatas soal uang atau royalti lagu, tapi juga ada relasi kuasa di sana.

“Band2 an kok serakah, nggak keren blas.”

Kalau kalimat ini sampai dan ditujukan kepadamu, dan kalau kamu adalah orang yang dimaksud oleh Fanny Soegi dalam cuitannya itu, sebaiknya kamu malu dan segera muhasabah diri. Segera tobat, minta maaf, tuntaskan tanggung jawabmu yang seharusnya kamu lakukan, dan jangan pernah mendongakkan kepala sambil tetap melenggang di atas panggung menggunakan nama band yang sebenarnya not belong to you.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi dengan Fanny Soegi? Jadi begini. Fanny Soegi, kita semua tahu siapa musisi ini. Dia adalah salah satu musisi yang namanya mencuat salah satunya karena lagu “Asmalibrasi” dengan proyek musiknya, Soegi Bornean. Fanny Soegi lalu memutuskan untuk hengkang dari Soegi Bornean pada 2024, menyisakan polemik yang tak kunjung usai hingga sekarang.

Fanny Soegi sudah banyak cerita di berbagai platform terkait alasannya keluar dari band yang termuat namanya itu. Beberapa pemicunya adalah mengenai pendaftaran HAKI dan royalti pencipta lagu. 

Lewat obrolannya bersama Soleh Solihun di kanal YouTube Authenticity ID, Fanny Soegi mengungkapkan sesuatu. Dia bilang bahwa nama band Soegi Bornean yang seharusnya terdaftar atas nama tiga orang (tiga personel Soegi Bornean), malah terdaftar atas nama lima orang. 

“Mau tahu nggak kenapa lima orang ini yang terdaftar? Jadi kalau kamu keluar dengan nama kamu sendiri (di sini maksudnya adalah Fanny Soegi), kamu mau jadi solois atau mau jadi penulis, kamu harus membayar royalti ke lima orang ini,” ujar Fanny yang juga mengaku saat itu tidak ada pikiran untuk keluar band.

Konon, royalti pencipta lagu viral ini belum dibayar

Selain pendaftaran HAKI, persoalan royalti pencipta lagu juga jadi masalah. Salah satunya lagu “Asmalibrasi”, lagu ciptaan Fanny Soegi dan Dhimas Tirta Franata. Ternyata, urusan hak cipta dan royalti belum sepenuhnya tuntas. 

Lewat utas Twitter-nya kemarin, Fanny bilang bahwa pencipta lagu yang viral banget ini ternyata masih ngontrak di Jogja. Bahkan sampai pinjam uang untuk biaya sekolah anaknya, sementara “orang yang nggak berhak” bisa beli mobil dan foya-foya.

Bahkan, ketika Fanny Soegi ingin bersuara tentang hal ini, ada semacam ancaman dari pihak Soegi Bornean. Katanya, di belakang mereka ada orang-orang penting. Satu lagi kejadian yang cukup mengejutkan, Fanny masih “dipaksa” untuk manggung ketika 7 harian ibunya meninggal. Rentetan hal inilah yang membuat Fanny seakan muntab akhir-akhir ini.

Dan seperti yang sudah diduga, pernyataan Fanny Soegi juga sudah disanggah oleh Soegi Bornean. Pihak Soegi Bornean seolah mengatakan bahwa tidak ada yang salah, dan semuanya sudah sesuai kesepakatan. Klasik. Tapi, membaca utas Fanny kemarin, sepertinya tetap ada yang nggak beres di kasus ini.

Baca halaman selanjutnya: Keadilan harus ditegakkan!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 September 2024 oleh

Tags: asmalibrasiFanny Soegikasus Soegi Borneanlagu Asmalibrasiroyalti lagu Asmalibrasiroyalti Soegi BorneanSoegi BorneanSoegi Bornean tidak membayar royalti
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.

Artikel Terkait

Nasib Klub Moge Pegawai Pajak Hingga MU Berbuka Puasa
Video

Nasib Klub Moge Pegawai Pajak Hingga MU Berbuka Puasa

1 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.