Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Empat Energi Alternatif Agar Harga BBM Tidak Perlu Naik

Puthut EA oleh Puthut EA
10 November 2014
A A
harga bbm
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persoalan pro-kontra setiap kali harga Bahan Bakar Minyak naik tidak pernah dinamis. Alasan baik yang pro ataupun yang kontra cenderung membosankan. Atas dasar inilah, Mojok Insitute bekerjasama dengan Lembaga Teknologi Tepat Guna dan Tepat Rasa (LTTGTR) membuat riset kecil dan terpadu sebagai alternatif untuk menyelesaikan persoalan BBM kita.

Kedua lembaga tersebut melansir sebuah istilah penting, yakni mandiri energi dimulai dari diri sendiri. Penjabarannya kira-kira begini: satu orang manusia bisa mandiri energi dari mulai urusan rumah sampai di luar rumah.

Berikut empat poin alternatif tersebut:

1. Tenaga Dengki

Penelitian membuktikan bahwa makin modern dan makin individual seseorang, maka makin mudah terjangkiti rasa dengki. Perasaan ini sangat panas dan tidak produktif. Dengan teknologi yang tepat, rasa dengki satu orang manusia bisa diolah menjadi energi yang bisa menyalakan lampu-lampu di seluruh rumah. Satu persoalan teratasi.

2. Tenaga Cemburu.

Tenaga ini mudah sekali terbakar. Dalam titik tertentu memang baik, tapi melewati batas tertentu bisa menyebabkan kebutaan. Karena itu, sering muncul istilah ‘cemburu buta’. Terutama hal ini justru muncul di orang-orang yang belum jadian tapi sudah merasa pacaran.

Energi ini jika dikelola dengan baik dan memakai teknologi yang sederhana, bisa dipakai untuk menyalakan kompor. Persoalan energi di dapur tuntas sudah.

3. Tenaga Dalam.

Bangsa ini punya kearifan dan pengetahuan lokal yang hanya dipandang sebelah mata: tenaga dalam. Dengan mengatur tenaga dalam yang kita miliki, maka kita bisa berlari cepat di atas tanah. Dengan begitu, jika kita berpergian ke suatu tempat yang hanya berjarak 20 km, kita tidak membutuhkan mobil atau motor. Tidak perlu naik kereta api, ngojek atau naik taksi. Satu masalah transportasi terselesaikan.

4. Tenaga Galau.

Persoalan galau sudah menjadi ancaman bangsa yang paling serius dewasa ini. Sebuah ancaman terhadap pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Dengan tingkat galau yang akut, seseorang sesungguhnya bisa menyalakan dan menjalankan semua alat rumahtangga: kulkas, tv, air panas di kamar mandi, dll. Teknologinya pun tidak terlalu rumit. Dengan solusi ini, selain ancaman rusaknya mental generasi muda teratasi, juga bisa merampungkan persoalan energi di rumah kita.

Mencermati hasil riset superjenius yang mengolah tingkat kreativitas serta imajinasi superhebat ini, rasanya tidak perlu lagi ada perdebatan apakah harga BBM perlu naik atau tidak. Bangsa terhebat ke depan adalah bangsa yang bisa mengubah energi buruk menjadi energi alternatif. Sampai jumpa di hasil-hasil penelitian Mojok Institute selanjutnya yang selalu mencengangkan dan mendebarkan.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2018 oleh

Tags: bbmHarga BBMHarga BBM naik
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax
Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

4 Maret 2026
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Nasib motor Yamaha Aerox 2023 usai diisi BBM jenis Pertalite, jadi brebet di Jawa Timur. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sial Motor Yamaha Aerox 2023 yang Tersiksa karena Pertalite, Brebet hingga Tak Cukup ke Bengkel Sekali

29 Oktober 2025
Rugi Buka SPBU di Papua? DPR Bisanya Cuma Omong Kosong MOJOK.CO
Esai

Rugi Buka SPBU di Papua? Kalau DPR Menantang, Korporasi Bisa Menantang Balik karena DPR Cuma Bisa Melempar Retorika

3 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.