Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cabang-cabang Olahraga yang Sesuai dengan Sifat Anda

Puthut EA oleh Puthut EA
19 September 2015
A A
Cabang-cabang Olahraga yang Sesuai dengan Sifat Anda

Cabang-cabang Olahraga yang Sesuai dengan Sifat Anda

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya percaya, banyak hal yang kita lakukan sesungguhnya merepresentasikan siapa diri kita. Termasuk dalam hal berolahraga. Pilihan kita atas cabang olahraga tertentu sesungguhnya bisa menunjukkan sebagian sifat kita. Kalau Anda tidak percaya, saya tunjukkan beberapa buktinya.

1. Kokok Dirgantoro dan Tinju

Muda, sukses, kaya. Tiga kata itu paling tepat untuk mendeskripsikan laki-laki berumur 40 tahun dengan 7 rumah dan 8 koleksi mobil mewahnya itu. Berbeda dengan eksekutif muda lain yang rata-rata kalau kaya sedikit sudah sok-sokan main golf, Kokok justru memilih olahraga tinju untuk menunjukkan kelasnya. Kenapa tinju? Kita tahu, olahraga itu jarang dilirik sebagai sebuah aktivitas. Sehingga ketika dilakukan akan membuat orang memicingkan mata tapi sekaligus menandai. Sebagai pakar pencitraan, diferensiasi adalah mantra penting. Ditandai dengan cepat, membuat orang syok, terdengar aneh, adalah sekian hal yang sangat diakrabi oleh Kokok. Maka jangan heran kalau dia memilih olahraga tinju. Sebab pencitraan lebih penting dari olahraga itu sendiri, sebagaimana menggotong tas berisi stik golf lebih bermakna dibanding main golf itu sendiri.

2. Agus Mulyadi dan Karambol

Bujang kreatif satu ini memilih olahraga karambol. Mari kita bedah sedikit saja, sebab kalau kita bedah banyak, dia akan nyathek alias nyokot atawa menggigit. Kalau Anda pembaca tulisan-tulisan Agus, maka akan tahu bahwa salah satu bahan penting dalam tulisan-tulisan Agus berasal dari kehidupan sehari-hari dengan teman-temannya. Mereka masak bersama, nongkrong, dolan, dan salah satunya bermain karambol. Dalam permainan karambol, selain keguyuban, yang banyak terjadi adalah obrolan. Nah, Agus adalah pendengar yang baik. Dia merekam semua obrolan yang terjadi di meja karambol, lalu diolah menjadi tulisan yang renyah. Jadi begitulah motif sesungguhnya kenapa Agus suka bermain karambol. Ini bukan soal supaya dia tampak nyeleneh dan kampungan. Bukan. Ini semata karena bahan tulisan. Tanpa tulisan yang bagus, Agus sadar, yang diingat orang akan dirinya hanyalah deretan giginya.

3. Bilven dan Catur

Pendiri dan pemilik penerbit Ultimus ini dikenal sebagai salah satu jomblo progresif di Indonesia. Pintar, tampan, dan jomblo adalah tiga hal yang tidak kompatibel tapi tetap jadi elemen-elemen penting dalam diri laki-laki bermarga Gultom kelahiran Malang ini. Kenapa dia suka catur? Sebab sesungguhnya dia selalu suka ada Raja dan Ratu yang begitu serasi. Semua petinggi kerajaan catur juga terdiri dari sepasang personel. Bahkan kuda pun ada dua. Apalagi manusia. Bilven selalu suka segala yang serasi dan berpasang-pasangan dalam permainan catur, sebab dia mengalami sendiri pahitnya kesendirian.

4. Eddward Samadyo Kennedy dan Sepakbola

Ini bocoran semata. Penulis buku ‘Sepakbola Seribu Tafsir’ yang laris manis itu, sesungguhnya tidak begitu suka sepakbola. Redaktur anyar Mojok ini menyadari bahwa selain sepakbola digemari oleh banyak orang, juga mudah mendulang kesedihan. Dalam sebuah pertandingan sepakbola yang memikat, sebagian orang akan girang, dan sebagian lagi akan bersedih. Sebetulnya Eddward suka olahraga yang jarang dilirik orang: olahraga menguraikan airmata. Tapi agar tidak terlihat lebay, dia memilih olahraga sepakbola. Supaya ketika ada yang kalah, dia bisa pura-pura di pihak yang sedang bersedih atas kekalahan itu. Lalu menangis. Pahamilah bahwa dia seorang Anarko yang melankolis.

5. Rahung Nasution dan Memasak

Kalau ada orang yang kecewa karena memasak tidak masuk sebagai salah satu cabang olahraga, orang itu adalah Rahung Nasution. Tapi itu wajar. Bayangkan, semua aktivitas memasak adalah gerakan-gerakan badaniah: mengulek, merajang, menggoreng, dll. Belum lagi kalau mesti mengangkat tabung gas sampai mencuci wajan besar. Apalagi kalau, misalnya, memasak ikan, kita masukkan juga elemen mengail atau menjala ikannya. Sudah olahraga super sekali itu. Ditambah, dalam bahasa Rahung, jika usai makan bersama kekasih, kita melakukan aktivitas ‘pak puk pak puk’ alias bercinta. Kalau catur yang cuma duduk diam saja masuk kategori olahraga, golf yang cuma mukul-mukul bola enggak jelas itu juga masuk sebagai cabang olahraga, maka memasak seharusnya juga bagian dari olahraga.

Lalu apa hubungan antara sifat Rahung dengan cabang olahraga memasak itu? Ya nanti dulu. Ini ‘kan baru diusulkan. Kalau sudah masuk, baru nanti dianalisis dan dicari-cari hubungannya. Sudah jangan ngeyel, kalau semua hal pengennya jelas dan sistematis, Anda baca saja kolom-kolom opini di media lain. Tahu ‘kan bedanya Mojok dengan media lain?

Di media lain, orang-orang bodoh ingin terlihat pintar. Sementara kalau di Mojok: Orang-orang pintar ingin terlihat bodoh.

Lhadalah!

Terakhir diperbarui pada 25 September 2025 oleh

Tags: #PekanOlahragaAgus Mulyadisepakbola
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif
Video

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Mempertanyakan ‘Marriage is Scary’ Bersama Lya Fahmi dan Agus Mulyadi di Festival Mojok 2024
Video

Mempertanyakan ‘Marriage is Scary’ Bersama Lya Fahmi dan Agus Mulyadi di Festival Mojok 2024

26 Oktober 2024
Katharina Stögmüller Belajar Sirkus Pernikahan dari Agus Mulyadi
Video

Katharina Stögmüller Belajar Seni Memahami Kekasih dan Sirkus Pernikahan dari Agus Mulyadi

3 September 2024
Dokter gadungan Susanto
Video

Dokter Gadungan Susanto Tak Lulus SMA Karena Palsukan Rapor

21 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.