Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Benarkah Radiasi Paru-Paru Perokok Lebih Radioaktif daripada Chernobyl dan Fukushima?

Menarik kesimpulan ngawur dari satu penelitian di luar paham keilmuan dirimu, terus merasa lebih tahu daripada orang lain, itu jelas tindakan bodoh.

Sheila Amalia oleh Sheila Amalia
8 November 2022
A A
Benarkah Radiasi Paru-Paru Perokok Lebih Radioaktif daripada Chernobyl dan Fukushima? MOJOK.CO

Ilustrasi Benarkah Radiasi Paru-Paru Perokok Lebih Radioaktif daripada Chernobyl dan Fukushima? (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari angka-angka di atas, saya dapat menarik kesimpulan bahwa pernyataan influencer itu ngawur dan tidak berdasar. Bahkan, penelitian yang dikutip si influencer itu sama sekali tidak menyebutkan bahwa paru-paru perokok lebih radioaktif daripada Pripyat dan Fukushima. 

Penelitian tersebut HANYA mengukur dosis radiasi yang diterima oleh perokok. Akan lebih tepat jika kita bilang bahwa perokok lebih banyak memaparkan dirinya pada radiasi daripada bukan perokok. Padahal, paparan itu bisa mereka hindari dengan tidak merokok. Walau pernyataan ini juga dapat dengan mudah disangkal oleh perokok, “Ah, toh lebih banyak paparan radiasi daripada makanan laut. Aku tetep ngerokok aja, tapi ngurangin makan makanan laut.” Yeee, dasar ngeyel!

Membaca penelitian ilmiah dengan kritis

“Jadi, kalau radiasinya tinggi, nggak boleh makan makanan laut, dong? Terus berarti merokok nggak berbahaya, ya?” 

Eits, nggak gitu, dong. 

Coba, deh, dilihat angka dosis radiasi dari konsumsi makanan laut. Bandingkan dengan dosis radiasi yang kita terima secara alami. Berbeda jauh, kan? Jadi, memang, dosis radiasinya lebih tinggi dari makanan lain, tetapi tidak cukup tinggi untuk kita khawatirkan.

Kalau apakah merokok berbahaya atau tidak, ya kalau pakai argumen karena rokok itu radioaktif, ya tentu tidak. Tapi, kalau dilihat dari segi kesehatan, kandungan kimianya, dampak ekonominya, dst, dst, hmmm ya gitu, deh.

Intinya, ketika membaca penelitian ilmiah, dibutuhkan kemampuan berpikir kritis. Nggak semua penelitian itu dilakukan supaya dapat menghasilkan sebuah pernyataan absolut, loh. Kadang ya cuma untuk tahu saja. Kalau kita melakukan X, apa ya pengaruhnya ke Y? Terus kesimpulan yang ditarik juga hanya berlaku pada subjek penelitian dalam penelitian tersebut. Nggak bisa digeneralisir.

Jadi, menarik kesimpulan ngawur dari satu penelitian di luar paham keilmuan dirimu, terus merasa lebih tahu daripada orang lain, itu jelas tindakan bodoh. Kecuali kamu influencer yang berusaha keras untuk terus relevan di media sosial. 

In that case: nice try, dude!

BACA JUGA Serampangan Menaikkan Cukai Rokok Bukti Dangkalnya Rasionalitas Negara dan Sri Mulyani dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Penulis: Sheila Amalia

Editor: Yamadipati Seno

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 November 2022 oleh

Tags: ChernobylFukushimaparu-paru perokokradiasi
Sheila Amalia

Sheila Amalia

Ibu biasa saja. Pernah kuliah teknik nuklir.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.