Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

6 Tipe Kepribadian Orang Ketika Ketemu Kecoak di Kamar Mandi

Vinito Rahmat Febriano oleh Vinito Rahmat Febriano
1 Juli 2020
A A
6 Tipe Orang Ketika Berhadapan sama Kecoak di Kamar Mandi

6 Tipe Orang Ketika Berhadapan sama Kecoak di Kamar Mandi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apa yang orang lakukan kalau kecoak nongol tiba-tiba di kamar mandi? Nah, ini ada 6 tipe variannya. Kamu yang mana?

Legenda mengatakan, Periplaneta Australasiae atau kecoak merupakan spesies serangga yang imortal. Bahkan spesies mereka dipercaya udah idup sejak dinosaurus belum ada kromosomnya di muka bumi.

Itu mungkin yang jadi sebab kenapa banyak orang ngaku perkasa bakalan meleleh kayak margarin ketika sayap kecoak mulai melebar dan menerjang secara random bak lemparan batu tawuran anak STM.

Ibarat permainan suit, jempol kalah dengan kelingking. Atau cerita buaya yang kalah dengan kancil dan gajah yang kalah dengan semut. Manusia sehebat apapun, bakal dimaklumi kalau “kalah” sama kecoak.

Tidak seperti tawon dan semut terbang, kecoak punya sejumlah back-up plan ajaib ketika knocked out. Itu salah satu hal yang bikin mereka lebih tangguh dari atlet-atlet UFC.

Satu, badan kecoak ibarat kertas. Kalau dibenyekkan, kecoak bisa dengan muda pura-pura mati. Hal yang sama kalau kamu nyemprot racun. Begitu diangkat, plak! Kecoak bakal meronta-ronta atau bahkan terbang ke kepala tanpa akhlak.

Dua, kalaupun serangan kamu efektif, kecoak tidak benar-benar mati. Kecoak punya “otak kedua” yang ada di tubuhnya, jadi jangan berpikir hanya karena kepala dan sebagian besar tubuhnya udah hancur lantas kecoak sudah auto-mati.

Tiga, kecoaknya mungkin sudah mati. Tapi 30 jenis parasit bakal terus keluar dari tubuhnya dan hinggap di tempat yang dikenainya, termasuk kaki, sendal, dan lantai kamu.

Lantas apa yang orang lakuin kalau kecoak nongol tiba-tiba di kamar mandi?

Banyak dan juga sangat variatif. Dan sadar tidak sadar, tindakan maupun pilihan senjata apa saja yang diambil orang sudah membuktikan bahwa spesies manusia memiliki sifat unik satu sama lain dalam menghadapi kecoak. Hal yang juga menunjukkan sedikit kepripadiannya

Seperti analisis selo saya di bawah ini.

Tipe 1: Injak kecoak pakai kaki telanjang

Serangan ini dianggap sebagai strategi jahiliyah. Fokusnya hanya “eliminate it with all means“. Orang yang biasa menyerang dengan kaki bisa nggak cuma kakinya sangat refleks dan lincah, tapi instingnya terasah.

Orang kayak gini sebenarnya pemberani, cuma kadang sifat beraninya hanya muncul ketika terdesak atau menantang. Kalau sekali orang ini diajak judi, dia pasti sangat menghayati (menghayati doang, menang belom tentu yeee).

Sayangnya, orang yang kayak begini juga begitu polos. Kalau diibaratkan orang model begini kayak maba yang maju ke depan tapi nggak tahu mau ngapain begitu sampai depan.

Iklan

Karena polos dan naifnya inilah, orang kayak gini sepertinya bukan planner yang baik. Nggak mikir risiko lanjutan dari nginjak kecoak pakai kaki telanjang di kamar mandi. Cuma refleks bereaksi… “if i die, you die.”

Tipe 2: Nyingkirin kecoaknya doang

At least, orang tipe ini mulai mikir kalau dia nggak mau melakukan serangan bunuh diri seperti contoh tipe pertama. Yang dilakukan akhirnya cuma nyingkirin kecoak pakai alat seadanya seperti sikat WC—misalnya.

Masalahnya, kalau dapat kecoak yang cuma pura-pura mati ketika disapu, beruntung banget sih. Tapi lain cerita kalau kecoaknya gesit kayak atlet parkour. Kecoak bisa berpacu dengan sikat WC dan langsung lari ke belakang.

Malah kadang, karena saking paniknya, sikat WC-nya cuma dikibas-kibasin doang. Jadi kecoaknya nggak kena damage sama sekali.

Cuman, monmaap aja, harap maklum kalau orang kayak gini tuh bisa dibilang sedikit sombong. Takut, tapi nggak mau terlihat takut. Bahkan di hadapan kecoak. Rasanya ew banget yak deket-deket sama kecoak sampe harus posisi 50 cm lebih dari target.

Kalau emang takut kenapa nggak kabur aja woy?

Tipe 3: Ambil senjata

Yang satu ini udah common banget buat semua orang. Begitu kecoak nongol, isolasi target, ambil senjata, pukulin sampai mampuuus. Teknik ini bisa dibilang menggabungkan tipe 1 dan 2, yakni membenyekkan kecoak menggunakan alat terdekat.

Tipikal orang kayak gini nggak cuma berani, tapi juga jago strategi. Tenang, sempet buat mikir meski situasi chaos, sekaligus punya eksekusi mantap. Bener-bener sosok yang sangat potensial untuk jadi hansip.

Tipe 4: Diemin aja asal nggak ganggu

Orang kayak gini percaya aja kalau kecoak (konon) punya sensor “rasa takut”. Jadi kalau kamu takut waktu ada kecoak, kecoak malah antusias banget bakal nyamperin kamu.

“Conquer the fear,” begitu kalimat yang cocok buat orang ini.

“Lu asik, gua santai. Lu nyenggol, gua…

…

…

…pindah ruangan.”

Kalau kamu orang yang kayak gini, kamu bukan cuma biasa dengan yang namanya tekanan, tapi juga kalem. Karena kesantuyannya, mikir pun jadi simpel dan nggak neko-neko.

Biasanya orang kayak gini kadang apatis, kadang juga nggak urus sama bacotan dan keributan di kanan-kiri. Sisi positifnya, kebanyakan orang tipe ini cenderung netral, apalagi dalam baku hantam politikus jalanan dan antar-aktivis kampus.

Tipe 5: Dibalik badannya

Dalam buku Panduan Menghadapi Kecoak dari Ahlinya yang pernah saya baca dalam alam bawah sadar saya, pada bab ke-745 disebutkan kalau cara terbaik membunuh kecoak adalah dengan ngebalikin badannya sampai terlentang.

Oke, sekilas cara ini efektif. Masalahnya, tenaga kecoak itu beda-beda. Ada yang beneran pasrah nggak bisa ngapa-ngapain, tapi kadang ada yang level hardcore. Kayak tiba-tiba kecoaknya bisa main-mainin sayapnya lalu kayang terus koprol ke posisi semula.

Namun, terlepas dari efisien atau tidak ngebalikin badan kecoak, melihat betapa sulitnya ngebalikin badan kecoak, orang-orang yang memilih cara ini patut diapresiasi.

Soalnya, orang kek gini sabar dan ketenangannya luar biasa banget. Nggak cuma berkepala dingin, aksinya ngebalikin kecoak dengan telaten udah nunjukin kalau dia sebenarnya bisa jadi orang yang future-oriented dan self-aware.

Karena telatennya, kadang orang tipe ini suka apa-apa lama. Barangkali jalan hidupnya emang alon-alon asal klakson, eh, kelakon.

Tipe 6: Memakai senjata biologis

Kalau ada orang yang kayak gini atau nyaranin kayak gini, wah ini orang bahaya. Soalnya kebanyakan yang nyemprot kecoak pakai racun (biasanya sih obat nyamuk) itu orang kaya dan nggak peduli-peduli amat sama lingkungan.

Cuma mau mikir instan dan mentang-mentang kuat beli obat semprot nyamuk, akhirnya dipakai buat bunuh-bunuhin kecoak. Tanpa mau peduli dengan serangga-serangga lain yang nggak ikut-ikutan salah, bak korban sipil efek peperangan.

Padahal secara tegas Konvensi Senjata Biologis sejak tahun 1972 sudah melarang penggunaan senjata macam ini dalam setiap jenis peperangan. Bahkan selain melanggar kesepakatan konvensi, penggunaan senjata biologis ini juga nunjukin kalau orang tipe ini punya kecenderungan abuse of power.

Lah iya dong. Ke kamar mandi itu mbokya bawa handuk atau bawa hape, malah bawa semprot nyamuk.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2020 oleh

Tags: kecoakmenghadapi kecoaksenjata biologisserangga
Vinito Rahmat Febriano

Vinito Rahmat Febriano

Mahasiswa Fakultas Hukum Undip, Semarang.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.