Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Sitok

Arman Dhani oleh Arman Dhani
11 September 2014
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Betapa haibat Sunarto alias Sitok Srengenge. Ia jauh lebih hebat dari kebanyakan pesakitan di jagat nusantara ini.

Jika seorang maling bisa habis dibakar massa karena mencuri ayam, seorang koruptor diciduk KPK, belio Sunarto (yang belagak jadi matahari) ini bisa melenggang bebas menjadi apapun yang ia mau meski terbelit kasus perkosaan. Ya perkosaan.

Baru-baru ini belio datang sebagai tamu di Ulang Tahun Gus Mus. Haibat betul, bukan? Tentu tak boleh kita menyalahkan Gus Mus karena kehadiran Sitok. Tugas Kyai memang membuka diri bahkan terhadap bajingan paling hina sekalipun. Barangkali Sitok diundang oleh Gus Mus, atau dengan tak tahu diri nongol sendiri tanpa undangan untuk makan gratis (saya juga suka begitu).

Toh meski ia benar-benar diundang (saya tak tahu Sitok diundang atau tidak), kemunculan Sitok ini adalah kabar baik. Ia adalah penanda bahwa meskipun kamu berstatus terlapor dalam kasus perkosaan (yang termasuk kejahatan berat) asal kamu berteman dengan orang yang tepat, kamu akan tetap diterima dalam komunitas manapun.

Dalam sebuah foto yang beredar di Internet, terlihat Sitok duduk intim bersama salah satu intelektual pembela akal sehat kebebasan pemikiran Islam nomor wahid Nusantara. Siapa dia? Ya benar, Bapak Ulil Abshar Abdala. Berdua mereka duduk mesra. Saya kira ini adalah preseden positif. Mengapa? Bapak Ulil yang kerap tampil menjadi pembela perempuan (yang konon banyak didiskreditkan dalam hukum Islam) bisa duduk mesra dengan tertuduh pemerkosa. Haibat betul bukan? Penjaga moral dan tertuduh pelaku amoral bisa duduk berseberangan sambil makan bersama.

Tak sampai di situ, Sitok pun bisa dengan haibat dan luarbiasa berkelit dari perangkat hukum. Jika Florence Sihombing langsung ditahan berdasarkan laporan LSM tak jelas, dengan pasal tak jelas, dan alasan tak jelas (ingat UU ITE mengatur pencemaran terhadap manusia bukan kota atau ras), Bapak Sitok Sunarto ini, meski korbannya telah berkali-kali diperiksa, bisa lolos dari penahanan. Bahkan setahun setelah kasusnya bergulir, naik status dari terlapor ke tersangka saja tidak. Apa tidak haibat? Apa tidak wunderbar? Marvelous, marvelous bukan?

Jangan lupakan bungkamnya para pendekarwati-pendekarwati feminis dalam kasus ini. Kita tentu ingat kolega dan rekan Sitok, Madame Ayu Utami dengan gawat dan trengginas bersikap melalui blognya terkait kasus Sitok. Madame Ayu bersuara setelah melakukan investigasi terukur, penelitian yang dalam dan perenungan yang hebat.

Sebagai feminis (saya gak tau feminis itu apa) ia lantas bersikap keras melalui tulisan. Mungkin itu lebih gawat dan urgen dari kacamatanya sebagai penulis budaya, ketimbang membela korban perkosaan atau ambil bagian menyeret Sitok ke pengadilan. Apalah si korban itu? Ia hanya (kemungkinan) diperkosa, berkali kali, hingga hamil, dihancurkan kedaulatan tubuh dan pikirnya. Kita hamba sahaya tak usahlah menuntut macam-macam. Sudah bagus Madame Ayu mau nulis di blog pribadinya. Perempuan-peremuan (feminis beneran) lain kan cuma mendampingi dari awal pengakuan perkosaan, bergulirnya kasus hingga ke pengadilan. Ingat tugas utama penulis ya menulis, bukan membela korban perkosaan.

Bagaimana semestinya kita bersikap pada sebuah kasus permerkosaan? Ya gak gimana-gimana. Kasus pemerkosaan, seperti juga kasus korupsi atau kasus pencemaran nama baik adalah kasus biasa. Bedanya Pemerkosaan hanya merebut kedaulatan tubuh perempuan korbannya, merebut masa depan si perempuan dan juga merebut hak atas pilihan si perempuan. Tidak ada yang istimewa kok dari kasus Sitok ini. Biasa saja.

Pak Sitok ini tentunya adalah seorang superman. Seorang wali. Hambok yakin, saat yang lain dengan mudah ditangkap dan dipenjara hanya berdasar tuduhan. Pak Sitok malah bisa jalan jalan wisata kuliner sama Mas Ulil. Saat tertuduh lain dalam penyusunan bukti sudah ditahan, Pak Sitok masih bisa plesir ke sana ke mari.

Apa kalian tidak pengen jadi belio? Wong kadang-kadang saya aja pengen.

Jadi saya sih, kalau bisa, meminta kalian para warga Indonesia jangan gumunan. Kalau gumun nanti stres. Slow bae, aja kagetan. Yang begini sudah biasa. Hambok otak itu jangan kebanyakan dipake mikir nanti cepat rusak. Hati nurani itu jangan sering diturutin nanti ngelunjak.

Pak Sitok ini kurang apa lho? Udah dibela kolega, dibela anaknya, dibela negara. Kok masih mau dituntut yang macem-macem.

Udah, biarin aja. Wong bisa kita mung ngomong toh?

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2017 oleh

Tags: hukumperkosaansitok
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

5 Perguruan Tinggi Swasta dengan Jurusan Hukum Terbaik. MOJOK.CO
Pendidikan

5 Perguruan Tinggi Swasta dengan Jurusan Hukum Terbaik

29 April 2023
jalur mandiri jadi praktik suap
Hukum

Tidak Transparan, Jalur Mandiri Masuk Universitas Jadi Celah Praktik Suap

23 Agustus 2022
Yogi Zul Fadli & Yance Arizona: Wadas Melawan dan Perjalanan Advokasi yang Panjang
Video

Yogi Zul Fadli & Yance Arizona: Wadas Melawan dan Perjalanan Advokasi yang Panjang

21 Maret 2022
Rosalia Amaya mojok.co
Liputan

Perjuangan Rosalia Amaya Dirikan Griya Welas Asih, Ruang Aman bagi Korban Pemerkosaan

8 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.