Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kiat Sukses Buron Pembunuhan Sembunyi dari Polisi India Selama 23 Tahun: Daftar Jadi Polisi

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
5 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Buronan Mukesh Kumar sukses sembunyi dari endusan polisi India selama dua dekade. Salah satu kiat sukses persembunyiannya adalah jadi anggota kepolisian.

Inspektur Vijay—harus diakui—punya tempat khusus di hati penggemar film India di Indonesia. Terutama buat penonton Indonesia era program Gebyar Tahapan BCA. Sayangnya, stigma soal Inspektur Vijay selalu negatif. Salah satunya: suka telat kalau mau nangkap penjahat.

Setelah jagoannya mati-matian mengatasi penjahat, polisi India ini baru datang. Ealah, keburu kredit title pilemnya muncul, Pak.

Gara-gara penggambaran Inspektur Vijay (yang bertahun-tahun pangkatnya cuma inspektur) ini, stigma polisi India begitu buruk. Istilah “polisi India” bahkan dipakai kalau ada aparat yang nggak beres kerjaannya di negeri ini.

Masih ingat kan dengan istilah “Polisi India” dan “Polisi Taliban” di KPK akhir tahun kemarin?

Persoalannya, polisi di India jelas tidak bisa menggunakan istilah itu karena memang mereka sendiri adalah institusi yang buruk. Hal ini semakin ditegaskan dengan muncul kabar dari Vice Indonesia soal ditangkapnya Mukesh Kumar oleh aparat setempat.

Selidik punya selidik, Kumar ternyata merupakan buronan pelaku pembunuhan 23 tahun lalu di Uttar Pradesh. Selama itu pula, Kumar tak berhasil diendus polisi bukan dengan kabur ke negara lain, pindah ke hutan, bermukim di Puncak Himalaya, atau melakukan operasi plastik, namun kiat sukses Kumar bisa sukses sembunyi ada dua.

Pertama, mengganti alamat rumahnya. Yang membuatnya lolos selama 4 tahun.

Kedua, mendaftar jadi anggota kepolisian.

(((MENDAFTAR JADI ANGGOTA KEPOLISIAN)))

Mukegile.

Hebatnya, tak cuma asal mendaftar, Kumar ternyata masuk seleksi dan diangkat jadi polisi India betulan. Dan dengan totalitas tanpa batas, Kumar ternyata sukses berkarier jadi polisi beneran sejak tahun 2001.

Artinya Kumar sebagai buronan pembunuhan ini telah sukses jadi polisi selama 19 tahun!

Ebuset.

Iklan

Sekaligus—tentu saja—berhasil menutupi kejahatannya di masa lalu dari polisi India.

Uniknya, di tengah-tengah aktivitas menyamar tersebut, Kumar betul-betul mengerjakan tugas-tugas polisi. Bahkan Kumar yang merupakan anggota Kepolisian Uttarakhand merupakan polisi yang kerap menangkap perusuh dan penjahat besar di daerah tersebut.

Ibarat pepatah, setelat-telatnya polisi India beraksi akhirnya datang juga sebelum kredit titel pilem, aksi Kumar pada 1997 silam akhirnya terbongkar juga.

Masa lalunya yang buruk ketahuan setelah polisi tak mengira buronan yang mereka kejar adalah anggota mereka sendiri. Orang yang polisi India cari selama 23 tahun itu, ternyata 19 tahun terakhir berada tepat di bawah hidung mereka.

Wajar kemudian kalau Kumar pun tak cuma dijatuhi pasal-pasal kejahatannya di masa lalu, melainkan juga pasal penipuan dan kecurangan dalam pendaftaran kepolisian. Yah, bisa dimaklumi sih kalau aparat setempat geregetannya udah sampai level makrifat.

Mengenai polisi gadungan seperti Kumar yang akhirnya bisa tertangkap, ada baiknya pelaku kejahatan kayak Kumar gini belajar dulu sama penjahat-penjahat di Indonesia.

Soalnya di sini tukang tilep duit, copet, tukang peras, dan gali terminal banyak yang sukses nggak ketahuan karena nggak nyamar jadi polisi, melainkan nyamar jadi politisi.

BACA JUGA Cara Densus 88 Menyamar Vs Cara Teroris Menyamar atau tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2025 oleh

Tags: buroninspektur vijaynyamarpolisi india
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.