Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Beda dengan Zakat, Sedekah Adalah Amal yang Tak Mensyaratkan Islam

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
4 Juni 2021
A A
Beda dengan Zakat, Sedekah Adalah Amal yang Tak Mensyaratkan Islam

Beda dengan Zakat, Sedekah Adalah Amal yang Tak Mensyaratkan Islam

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak seperti zakat yang wajib sehingga memiliki syarat sah dan syarat wajib, sedekah tidak seperti itu. Ia adalah amal yang fleksibel.

Kebiasaan Pak Alfi yang sedekah jadi bahan pergunjingan warga. Ini bukan karena warga merasa Pak Alfi terlihat riya dengan sedekahnya, tapi lebih karena Pak Alfi konsisten memberi sedekah ke pelacur yang biasa mangkal di area prostitusi dan preman tukang palak.

Salah satu yang gundah dengan kebiasaan Pak Alfi ini adalah Mas Is. Sudah berminggu-minggu Mas Alfi memergoki Pak Alfi memberi sedekah ke orang-orang yang tidak seharusnya disedekahi ini. Merasa sudah tidak tahan lagi, Mas Is pun melaporkan masalah ini ke Gus Mut.

“Apa Gus Mut tidak mau menegur Pak Alfi, Gus? Udah parah banget lho dia itungannya itu,” kata Mas Is usai menceritakan gosip warga tersebut.

Gus Mut terkekeh sejenak.

“Gus, ini masalah serius. Ini bisa jadi preseden buruk buat kampung kita,” kata Mas Is.

“Memangnya kenapa sih, Is?” Gus Mut.

Mas Is terkejut luar biasa mendengar itu.

“Kok Gus Mut gitu? Kan ini bahaya, seorang pelacur kok dikasih sedekah, preman tukang palak juga. Ini kan ngawur,” kata Mas Is.

“Is, gini. Aku nanya ke kamu. Pelacur itu menjual dirinya karena apa?” tanya Gus Mut.

Mas Is agak gelagepan ditanya mendadak begitu oleh Gus Mut.

“Eee, ya karena butuh uang dong, Gus,” kata Mas Is.

Gus Mut melanjutkan.

“Lah kalau tukang palak itu, kenapa dia suka malak? Uang juga kan?” tanya Gus Mut.

Iklan

Mas Is cuma mengangguk pelan.

“Kalau begitu, apa yang dilakukan Pak Alfi itu bisa jadi diniatkan begitu. Pak Alfi ingin membebaskan mereka dari kemaksiatannya, tapi karena Pak Alfi merasa kalau diceramahi di depan muka nggak bakal mempan ya Pak Alfi konsisten menyedekahi,” kata Gus Mut.

Mas Is bingung, sedikit kosong tatapannya, ada ketidaksetujuan.

“Ta, tapi, Gus. Sedekah kayak gitu kan nggak sah,” kata Mas Is.

“Kok nggak sah?” tanya Gus Mut.

“Ya kan penerima sedekah itu seharusnya orang-orang yang miskin tapi saleh, fakir tapi bukan pelaku maksiat begitu. Lah kalau mereka disantuni terus-terusan begitu, kan nggak ada jaminan mereka bakal kembali tobat,” kata Mas Is.

“Lebih nggak ada jaminan bisa tobat lagi kalau mereka nggak didekati oleh orang saleh yang bisa mereka terima dengan tangan terbuka, Is,” kata Gus Mut.

Mas Is cuma garuk-garuk kepala mendengarnya.

“Tapi kan secara fikih seharusnya tidak sah. Kan penerima sedekah begitu harus dari 8 golongan. Mereka ini bahkan tidak masuk salah satunya,” kata Mas Is.

Gus Mut tersenyum.

“Itu benar kalau harta yang kamu berikan dalam bentuk zakat, Is, tapi kalau sedekah ya nggak ada syarat-syarat itu,” kata Gus Mut.

Mas Is sedikit tersentak, seperti baru menyadari kekeliruannya menyamakan zakat dengan sedekah.

“Zakat itu kan wajib, Is, makanya ada syarat wajibnya ada syarat sahnya. Misalnya yang menerima ada kategorinya, yang berzakat pun ada syaratnya. Kalau tidak memenuhi unsur keduanya ya ibadah itu tidak sah. Beda dengan sedekah, yang merupakan amalan tanpa syarat, amalan fleksibel,” kata Gus Mut.

“Ma, maksudnya tanpa syarat, Gus?’ tanya Mas Is.

“Kalau ibadah yang disyariatkan itu kan butuh niat. Salat misalnya, kalau nggak ada niat ya nggak sah. Wudunya batal, ya tidak sah salatnya. Puasa juga, kalau nggak berniat ya puasanya tidak sah. Sedangkan sedekah beda, kamu tak berniat sekalipun, ya itu diiitung ladang amal juga. Inilah amal yang tidak mensyaratkan seseorang itu muslim, baik yang memberi maupun yang menerima,” jelas Gus Mut.

“Ma, maksudnya? Bahkan ketika yang sedekah bukan orang Islam sekalipun amalnya diterima?” tanya Mas Is.

“Insya Allah, karena ada riwayat sahih yang jadi pedoman beberapa ulama soal pendapat itu,” kata Gus Mut.

“Hah? Riwayat yang mana, Gus?”

“Riwayat dari Bukhari Muslim, riwayat soal perempuan pezina yang memberi minum seekor anjing yang kehausan. Oleh perempuan pezina itu, si anjing diberi minum yang diambilkan dari sepatunya. Si perempuan ini tidak beriman, hal ini digambarkan dengan kebiasaan berzinanya di masa lalu. Tak disangka-sangka pendosa itu malah diampuni dosa-dosanya ketika memberi sedekah—bahkan sedekahnya bukan ke sesama manusia, tapi ke seekor anjing,” jelas Gus Mut.

Mas Is menerawang jauh. Pikirannya melayang jauh. Lantas, pelan-pelan muncul perasaaan menyesal telah berburuk sangka terhadap sedekahnya Pak Alfi tadi.

“Jangan pernah meremehkan atau mencibir sedekah seseorang, Is. Sekalipun itu sedekah dari seorang muslim yang diberikan ke pezina, maupun ketika sedekah itu diamalkan oleh pezina. Sebab bukan tidak mungkin, sedekahnya seseorang yang kamu anggap hina itu justru jadi jalan pertaubatan baginya.”


*) Diolah dari penjelasan Gus Baha’.

BACA JUGA Merasa Sangat Kaya Raya sampai Kangen Jadi Miskin Lagi dan kisah-kisah Gus Mut lainnya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2021 oleh

Tags: AmalpelacurriwayatSedekahsyarat sah zakatsyarat wajib zakatZakat
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Dosa-dosa kecil yang kerap dilakukan hingga memicu masalah keuangan: uang atau gaji berapa pun terasa kurang MOJOK.CO
Sehari-hari

“Dosa Kecil” Pemicu Masalah Keuangan tapi Kerap Dilakukan, Bikin Uang atau Gaji Berapa pun Terasa Kurang

10 Maret 2026
bca.MOJOK.CO
Ekonomi

Kolaborasi BCA, Lazismu dan BAZNAS: Bikin Zakat, Infak, Sedekah Makin Mudah, Begini Caranya!

30 Maret 2025
Warung Sedekah Kudus Jadi Jalan Spiritual Bagi Bosnia Sasmito. MOJOK.CO
Sosok

Warung Sedekah Kudus Jadi Jalan Spiritual Bagi Bosnia Sasmito

23 April 2023
Salah Kaprah Mudik dan Zakat! Rifqil Muslim & Abdit Tawwab
Video

Salah Kaprah Mudik dan Zakat! Rifqil Muslim & Abdit Tawwab

20 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.