Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Membandingkan Istri Sendiri dengan Istri Orang Lain

M Adlan Ali Arifin oleh M Adlan Ali Arifin
3 Desember 2017
A A
rambat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Boleh dibilang, Rambat adalah lelaki pengembara yang sangat total mengamalkan pengembaraannya. Tak hanya urusan pekerjaan yang selalu mengembara (karena Rambat bekerja sebagai karyawan perusahaan ekspedisi), urusan petualangan rumah tangga pun Rambat juga suka mengembara. Ia hobi selingkuh dengan istri orang.

Namun, beberapa bulan terakhir ini, kebiasaan selingkuh Rambat benar-benar berhenti total. Sejak mendapatkan ancaman akan dibabat oleh suami selingkuhannya, Rambat memutuskan untuk bertobat. Ia tak lagi doyan klayapan buat mencari binor-binor yang bisa ia ajak sebagai kawan bermain dan belajar.

Kini, ia hanya fokus menyalurkan cinta dan hasratnya pada Dewi, istri tercintanya.

Namun dasar Rambat gendeng, walaupun kebiasaannya selingkuh dengan istri orang sudah berkurang, tetapi entah kenapa, alam bawah sadarnya masih saja mempunyai afeksi dan pengharapan pada istri-istri orang yang pernah ia selingkuhi.

Ini tentu saja menjadi masalah. Sebab, kemunculan pengharapan itu justru kerap hadir saat ia banyak menghabiskan waktu bersama Dewi.

Dalam hati, ia selalu membandingkan Dewi dengan wanita-wanita yang pernah ia selingkuhi. Intinya, Rambat selalu melihat rumput tetangga lebih hijau ketimbang rumput sendiri.

Beberapa kali Rambat kelepasan omongan membandingkan istrinya dengan istri orang lain.

Awalnya, masalah ini tidak terlalu menjadi persoalan bagi Dewi, sebab hal tersebut hanya terjadi pada urusan dasar rumah tangga saja. Misal, Rambat selalu membandingkan kelakuan Dewi yang malas nyalon dengan Ratih istri Pak RT yang memang sangat rajin perawatan ke salon sehingga wajahnya selalu nampak kencang dan cerah. Atau Rambat kerap membandingkan Dewi yang sering cemberut dengan Lastri istri Jono yang setiap hari selalu menebar senyum.

Namun lambat laun, urusan ini menjadi semakin runyam karena Rambat semakin lepas kontrol.

Kali ini, bukan sekadar urusan rumah tangga semata, namun sudah ke urusan seksual. Rambat mulai kumat membandingkan body istrinya dengan body istri orang lain.

Rambat menilai, tubuh istri-istri orang lain yang juga seumuran dengan Dewi banyak yang masih bagus dan seksi. Sedangkan tubuh istrinya sendiri, bagi Rambat, sudah mengalami evolusi-evolusi yang terlalu jauh. Kesemokannya sudah mulai luntur.

“Halah… Nggak usah iyig sama istri orang. Dewi itu kurang cantik apa? Kurang semok apa? Kamu aja yang nggak pernah bersyukur punya istri kaya Dewi sehingga masih saja main serong sama istri orang,” kata Yanto, sahabat karib Rambat saat mereka berdua nongkrong di warung kopi langganan mereka.

“Lha memang kenyataannya begitu kok, si Dewi ini sudah nggak semenarik dulu.”

“Ya kalaupun memang begitu, kamu jangan lantas bilang terus terang sama Dewi soal kekurangan-kekurangan Dewi. Dia bisa sakit hati. Kamu itu jadi suami mbok ya yang peka, pengertian, jangan goblok-goblok banget.”

Iklan

Tapi yah, dasar Rambat. Walau sudah diberi nasihat oleh Yanto, tetap saja ia ndablek. Ia dengan santainya ceplas-ceplos membandingkan istrinya dengan istri orang lain. Bajingannya lagi, Rambat berani-beraninya bilang hal tersebut saat mereka berdua berhubungan badan.

“Dek, mbok kamu rajin olah raga kayak istri Pak Joko itu lho, biar tetep kenceng dan nggak mlotrok begini,” ujarnya sambil mencumbui Dewi.

Sebagai istri, Dewi memang sesabar-sabarnya perempuan. Dibilang begitu sama Rambat, dia cuek saja tidak hirau dan tetap fokus merem melek menikmati cumbuan-cumbuan yang diberikan Rambat. Maklum, kalau ditanggapi, Dewi takut malah bakal jadi ribut.

Tak puas dengan didiamkan, Rambat nyerocos kembali mengeluarkan kalimat-kalimat perbandingannya.

“Dek, minimal minum jamu atau apa gitu lho, biar tetep kinclong kayak istri Pak Karmin.” kata Rambat.

Dewi masih saja sabar.

Tapi dasar Rambat. Disabari tapi tak tahu disabari. Lagi-lagi dia kembali ceplas-ceplos.

“Dek, mbok kamu itu…”

Kali ini, Dewi hilang kesabaran. Belum habis kalimat Rambat diucapkan, Dewi sudah menyahutinya.

“Mas, Mbok ya kamu itu sekali-kali terapi alternatif, biar burungmu yang minimalis itu bisa besar dan gagah kayak punya Mas Yanto!”

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2017 oleh

Tags: binoristrirambatrumah tanggaselingkuh
M Adlan Ali Arifin

M Adlan Ali Arifin

Artikel Terkait

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Istri Super Jadi Budak Suami Pengangguran Kelas Premium MOJOK.CO
Esai

Derita Istri Jadi “Budak” Kasta Tertinggi Suami Pengangguran yang Lebih Mementingkan Burung Peliharaan ketimbang Anak dan Istri

28 Oktober 2025
Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga
Pojokan

Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga

28 Juni 2025
Tupperware.MOJOK.CO
Ragam

Krisis Tupperware Membuat Emak-emak Khawatir, Stok Botol Baru Masih Banyak di Gudang

10 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.