Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Vivo S1, Ponsel Sarjana yang Nggak Istimewa-Istimewa Banget

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
20 Juli 2019
A A
vivo s1
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ponsel Vivo S1 mengingatkan kita pada geliat kehidupan seorang sarjana yang baru lulus. Kira-kira, worth it nggak, ya?

Belum lama meluncurkan V15, Vivo melahirkan ponsel baru yang katanya smart and stylish. Produk ini mengawali perjalanan seri baru, yaitu S1 alias ponsel Sarjana. Apakah dia siap mengarungi kerasnya dunia nyata, seperti jutaan sarjana lainnya?

Iklan

Dengan harga Rp3,6 juta, Vivo S1 adalah solusi hemat bagi pecinta Vivo yang mendambakan tingginya resolusi kamera selfie hingga 32MP dan teknologi AI Face Beautify. Saya sendiri juga bingung apa pentingnya; swafoto, kan, jarang dibuat dengan diperbesar berkali-kali, apalagi dicetak besar. Narsis itu mah!

Tapi, kira-kira “sunatan” apa saja yang harus terjadi dengan selisih Rp500 ribu antara Vivo S1 ini dan Vivo V15? Atau, justru ada peningkatan?

Sunatan pertama jelas berupa poni yang kembali muncul di Vivo S1 dan, tentu saja, mengganggu all-view experience. Ukurannya juga sedikit lebih kecil, yaitu 6.38 inci, jika dibandingkan dengan V15 di 6.53 inci. Akan tetapi, teknologi justru meningkat dari IPS LCD di V15 ke Super AMOLED di S1. Tampilan lebih cerah, warna lebih akurat, dan nyaman untuk mata.

Yakin, deh, sekalinya menggunakan AMOLED, pasti rasanya aneh untuk kembali ke LCD.

Sunatan kedua terletak pada sensor utama kamera belakang. Jika V15 memberikan resolusi 24MP, Vivo S1 turun ke 16MP dan mengandalkan Sony IMX499. Ukuran per piksel sama, begitu juga dengan ultrawide dan depth sensor yang sama persis. Berfoto di terang maupun gelap akan menyenangkan dengan aperture yang cukup imbang, f/1.78 tepatnya.

Oleh karenanya, di atas kertas, seharusnya dia mampu membuat Vivo S1 bersaing dengan kamera 25MP di Samsung Galaxy A50. Secara overall, cukup lah. Lagian, memang mau dicetak sebesar apa?

Sunatan ketiga—entah, sih, ini sunatan atau bukan—adalah penurunan seri prosesor dari Mediatek Helio P70 di V15 ke P65 terbaru di Vivo S1. Teknologi core-nya naik dari Cortex-A73 dan A53 ke Cortex-A75 dan A55, tetapi susunannya berubah dari 4+4 ke 2+6 untuk menghemat daya. Alhasil, menurut Geekbench, performa prosesor keduanya sama saja. Mendengar namanya, para pengoprek pasti tidak bahagia.

Tak sampai di situ, demi memori internal 128GB yang lebih besar, RAM pun disunat dari 6GB menjadi 4GB. Poin ini sangat disayangkan karena RAM 4GB terlalu standar, bahkan bagi ponsel low-end dan banyak aplikasi membutuhkan di atasnya. Dengan prosesor yang setara, RAM 6GB mampu membuka 30% tab lebih banyak di browser tanpa perlu reloading dibandingkan RAM 4GB.

Yang paling mengecewakan tentu saja pengaturan di PUBG. Ketika Galaxy A50 mampu menembus smooth-extreme, Vivo S1 mentok dengan smooth-high. Apalagi menengok ke Realme 3 Pro yang bisa bermain Fortnite, lupakan saja anganmu, lah!

Skor AnTuTu boleh tinggi, yaitu 145000-an, tapi kalau jauh lebih menitikberatkan CPU dibandingkan GPU, jelas bukan preferensi anak muda.

Tak semuanya sunatan, Vivo juga memberikan peningkatan. Vivo S1 dibekali dengan baterai 4500mAh dan fast charging 18W yang mampu memberi nafas tambahan sekitar satu jam dibandingkan V15. Hal ini sangat sesuai dengan kegiatan anak muda yang banyak di luar rumah, malas mengisi daya dan membawa powerbank, serta jarang bertemu jodoh stop kontak. Soal kapasitas baterai, Vivo S1 tidak ada tandingan di kelasnya.

Berita baiknya lagi, colokannya masih mengandalkan microUSB 2.0 sehingga memudahkan pinjam-meminjam charger ketika lupa membawa. Akan tetapi, tanpa charger resmi, Anda akan kehilangan kemampuan fast charging. Maklum, prosesor yang digunakan adalah Mediatek dan Vivo harus membuat teknologi pengisian daya sendiri bernama AI Dual Engine 18W.

Satu lagi, S1 juga dibekali kemampuan reverse charging berbasis kabel USB OTG seperti Y17 untuk mengisi perangkat lain, tetapi hal ini tidak disarankan karena bisa merusak baterai keduanya.

Poin selanjutnya, dibandingkan V15 dengan sensor fingerprint di belakang, Vivo S1 memindahkannya ke dalam layar sesuai tren ponsel terbaru dan dinamai ScreenTouch ID. Hal ini memang lebih bergaya, tetapi saya lebih suka sensor di belakang dengan alasan kemudahan. Lagi pula, bertambahnya elegansi di sini tidak mampu menutupi kekecewaan akibat poni di layar.

Berikutnya, Vivo tampaknya jelas tak peka dengan keluhan warganet terkait tak adanya NFC di produk pesaing dengan harga setara. Sayang, ini terjadi lagi di Vivo S1. Padahal, keberadaannya amat penting untuk mengecek dan mengisi saldo kartu e-money tanpa perlu pergi ke minimarket atau ATM. Masa iya, sih, anak muda bergaya harus menanggung malu akibat kekurangan saldo di pintu tol atau gerbang KRL?

Iklan

Namun begitu, Vivo S1 hadir dengan punggung glossy bak kaca dibalut warna gradasi yang bisa memantulkan efek ala berlian. Sayangnya, dua warna yang disodorkan, Cosmic Green dan Skyline Blue, sayangnya tidak menunjukkan gaya mewah.

Sama-sama bernuansa biru keunguan, cosmic green tampak lebih tua dan pekat dibandingkan skyline blue tentu lebih mudah dan soft. Urusan pilihan warna, masih jauh lebih menarik V15 dan bonus hilangnya poni. Lebih parahnya lagi, Vivo S1 sama sekali tidak cocok bagi mereka yang suka hidup simpel.

Tidak ada varian warna polos dan tidak ada yang lebih tidak norak.

Dengan peluncuran yang sedemikian hype, desain dan spesifikasi Vivo S1 memang tergolong standar sehingga tergolong overpriced meskipun masih lebih waras dari adiknya, Y17 yang berselisih harga Rp600 ribu dan masih mengandalkan Helio P35.

Apa? Bergaya? Gaya apa yang bisa kalian tunjukkan dengannya? Seperti sudah disinggung sebelumnya, saya lebih memilih Samsung Galaxy A50, Realme 3 Pro, atau kakaknya sendiri si V15.

Akan tetapi, jika Anda tetap mau membeli, monggo saja. Selama 16 hingga 22 Juli 2019, Vivo S1 dijual melalui mekanisme preorder dengan modal Rp3,7 juta untuk mendapatkan ponselnya sendiri, kartu XXI senilai Rp100 ribu, koin Shopee senilai Rp200 ribu, bluetooth headset, dan tripod. Di dalam kemasannya, Anda akan mendapatkan earphone, SIM card ejector, adaptor, kabel USB, dan jelly case transparan.

Tapi, yaaaah, seperti ulasan yang saya tulis ini, patut diingat kesimpulannya: sama seperti lulusan Sarjana baru, Vivo S1—meski bukan ponsel rendahan—sebenarnya tidak istimewa-istimewa amat. Hehe.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2019 oleh

Tags: review hapeSamsung Galaxy 1A50terbaruV15Vivo S1
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Pecinta ilmu aktuaria dengan hobi seputar menulis, kuliner, dan gadget.

Artikel Terkait

Galaxy Note 20 Series Resmi Rilis. Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Beli

Galaxy Note 20 Series Resmi Rilis. Sebaiknya Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Beli

8 Agustus 2020
redmi 9 redmi note 9 pro redmi 8 realme c3 review redmi 9 harga redmi 9 terbaru mojok.co

Redmi 9 Resmi Dirilis dan Jadi Hape Entry Level Paling Gahar Saat Ini

18 Juli 2020
Review Realme C11, Baterai Cadas Tanpa Batas, Tetapi Bikin Nangis realme vs redmi iphone 11 snapdragon performa realme c11 testimoni realme c11 mojok.co

Review Realme C11, Baterai Cadas Tanpa Batas, Tetapi Bikin Nangis

11 Juli 2020
realme xt review spesifikasi harga ulasan kelebihan kekurangan perbandingan redmi note 8

Review Realme XT, Hape Kelas Menengah Terbaik tanpa Label Gaib

27 Oktober 2019

Isuzu Panther, Mobil yang Istikamah dan Penuh Pengertian seperti Pacar Dunia Akhirat

7 April 2018
Lacazette Aubameyang MOJOK.CO

Kembalinya Alexandre Lacazette Memang Dibutuhkan Aubameyang dan Arsenal

2 April 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.