Jambore Mojok 2017

Saya tumbuh bersama sebuah media berbahasa Jawa, kalawarti Jaya Baya. Bagi pembacanya, Jaya Baya dipanggil dengan mesra: Jebeng. Komunitas pembacanya tumbuh dan solid. Hingga ketika media ini tutup, para pembacanya bergerak, terlibat, bekerja keras sampai kemudian Jaya Baya lahir lagi.

Tentu saja Mojok bukan Jaya Baya. Tapi pada banyak hal serupa. Termasuk ketika Mojok tutup. Para pembaca setianya memenuhi timeline Twitter dan menjadi salah satu trending topic teraneh waktu itu. Sebuah petisi online diunggah. Semua perhatian diberikan. Mungkin karena hal itu pula, kurang dari 24 jam ketika Mojok ditutup, berbagai tawaran datang untuk menghidupkan lagi. Continue reading “Jambore Mojok 2017”

Istirahat

Adit adalah salah satu pendiri di Mojok yang tersisa sampai sekarang. Kedekatannya dengan Mojok nyaris tak terbantahkan. Dalam 2,5 tahun Mojok berdiri, dia ikut mengonsep, mendesain situswebnya, dan mengkreasikan segala pernik di Mojok terkait koding. Dan di antara semua orang yang pernah terlibat di Mojok, dia adalah orang yang paling tertib. Jangankan melanggar kesepakatan, melanggar deadline pun rasanya dia belum pernah.

Tentu saja orang seperti Adit ini tipe laki-laki yang ‘mantu-able’, setiap orang tua bawaannya pengen menjadikan dia mantu. Selain tertib salat 5 waktu, dia hanya menggunakan waktunya selain menekuni profesinya sebagai webmaster, hanya dengan membaca buku, menonton pertunjukan musik, dan main PS. Setahun ini, berhubung sudah punya pacar, sedikit waktunya mulai dipakai untuk makan malam dengan pacarnya. Continue reading “Istirahat”

Kabar Baik dari Mojok

Pembaca Mojok yang baik…

Hampir 3 bulan saya tidak mengabarkan hal apapun soal Mojok karena ‘cuti’. Ini adalah hari pertama saya kembali berurusan dengan Mojok. Dan di hari pertama bertugas ini pula, saya ingin mengabarkan hal yang menyenangkan…

Tanggal 28 Maret nanti (sebulan lagi), Mojok akan kami matikan (shut down). Kami merasa Mojok sudah memenuhi cukup syarat untuk ditutup. Selama 2,5 tahun, Mojok sudah berusaha mengambil ruang kecil di sebuah sudut gelap literasi kita. Soal apakah berhasil atau tidak, saya kira itu bukan urusan dan bukan penilaian kru Mojok.

Continue reading “Kabar Baik dari Mojok”