Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Liverpool Merapal Mantra ‘Squeaky Bum Time’ Manchester United yang Hilang

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
26 Januari 2020
A A
liverpool squeaky bum time sir alex ferguson manchester united mojok.co

liverpool squeaky bum time sir alex ferguson manchester united mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Manchester United menjebol gawang Muenchen 2 kali dalam 2 menit akhir pertandingan. Penyelamatan Dudek saat membawa Liverpool juara adalah sebuah kegilaan yang menentukan di menit akhir; squeaky bum time.

Tanyakan pada Oliver Kahn apa yang dia rasakan saat final Liga Champions tahun 1999, tidak berlebihan kalau dia memukulmu. Atau tanyakan siapa pangeran Bernabeu ke fans Real Madrid, mereka akan bingung mau menjawab Ramos atau Raul. Tanyakan juga bagaimana perasaan Gerrard mengangkat Si Kuping Besar kelima milik Liverpool di Istanbul. Kejadian-kejadian tersebut adalah contoh kejadian yang Sir Alex sebut sebagai squeaky bum time.

Squeaky bum time adalah waktu yang gila, di mana segala kejadian yang paling tidak terduga bisa terjadi. Keajaiban yang terjadi di pertandingan sepak bola ini dulu lekat kepada Manchester United. Di tangan Sir Alex, sihir adalah keberuntungan yang bisa diciptakan ulang. Karisma, ketegasan, dan determinasi adalah rapalan sihir Sir Alex untuk mengubah pertandingan lewat squeaky bum time.

Dalam satu dekade terakhir, tidak ada yang menyanggah keajaiban “92:48”. Tapi itu hanya satu kejadian, Sir Alex menciptakan “92:48” yang lain meski dalam skala kecil. Namun hal itu lah yang membuat Manchester United selalu ada di titik atas pertarungan gelar. Sepak bola berakhir ketika wasit meniup peluit, sebelum itu hanya Tuhan yang benar-benar tahu hasil pertandingan.

Namun, kepergian Sir Alex seakan menghilangkan keajaiban yang ada. Padahal mantranya jelas, dan bisa diulangi siapa pun, namun pelatih MU setelahnya tetap saja gagal meramu racikan yang tepat. Mungkin keajaiban di Paris adalah salah satu keajaiban yang terjadi setelah kepergian Sir Alex. Melihat performa MU belakangan, lebih tepat bahwa Paris hanyalah keberuntungan pemula.

Justru rival abadi Manchester United yang sanggup menciptakan ulang sihir Sir Alex, yaitu Liverpool. Musim ini saja, Liverpool berkali-kali menciptakan kegilaan di menit akhir pertandingan. Ironisnya lagi, salah satu korbannya justru tim yang lekat dengan fenomena ini, yaitu Manchester United.

Klopp punya andil besar atas tren positif yang Liverpool tunjukkan pada beberapa tahun terakhir. Klopp seakan dipilih oleh semesta untuk jadi penerus sihir yang Sir Alex pernah kuasai. Di tahun awal Klopp menjadi pelatih Liverpool, potensi ini sudah muncul lewat kegilaan yang tersaji saat Liverpool melawan Norwich di musim 2015/2016. Pertandingan yang berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Liverpool itu diraih dengan semangat juang.

95′ Mane v Chelsea
80′ Firmino v Burnley
90′ Milner v Leicester
85′ Lallana v Man Utd
90′ Origi v Arsenal
87′ Robertson v Villa
90′ Mane v Villa
85′ Firmino v Crystal Palace
90′ Firmino v Monterrey
99′ Firmino v Flamengo
90′ Salah v Man Utd
84′ Firmino v Wolves

Mentality giants. pic.twitter.com/o2uvSAXG78

— Samue (@SamueILFC) January 23, 2020


Di musim ini saja, ada 12 pertandingan di mana Liverpool menciptakan kegilaan lewat gol di menit akhir. Firmino menjadi aktor yang terlibat paling banyak dalam squeaky bum time tersebut. Firmino memang bukan pemain biasa, dia adalah pemain nomor 9 dengan gaya permainan yang berbeda. Gol-gol Firmino seakan ditakdirkan untuk mengubah nasib Liverpool.

Skema permainan yang jelas, mental pemain yang hebat, dan juga jeli dalam pembelian pemain menyumbang keberhasilan Liverpool meraih hasil positif. Klopp membangun mental para pemainnya untuk berjuang sekuat tenaga dan tidak berlarut pada kekalahan. Sir Alex menerapkan hal yang sama semasa melatih Manchester United, menjelaskan kenapa era Sir Alex dan Klopp mereka mempunyai skuat yang hanya berhenti berjuang saat peluit akhir ditiup oleh wasit.

Ole Gunnar Solksjaer bukanlah Sir Alex, Klopp juga bukan Rafael Benitez, membandingkan pelatih sekarang dengan pelatih yang mengenalkan keajaiban memang tidak bijak. Namun perbedaan Ole dan Klopp jelas, bahwa Klopp tidak berlindung kepada alasan-alasan dan kata-kata manis untuk menenangkan hati. Kalah ya kalah, embrace it, bersiap untuk menang di pertandingan selanjutnya.

Fenomena squeaky bum time meskipun pahit untuk tim yang menjadi korban, namun tetap saja sensasi mengerikan sekaligus bikin ketagihan ini tidak bisa ditolak. Kau tidak bisa menerima kekalahan begitu saja, tapi keajaiban yang tercipta di menit akhir ini adalah bagian dari sepak bola, keindahan yang tidak ingin kau lewatkan begitu saja.

Dan musim ini, Liverpool adalah pelaku seni yang gemar menyajikan karya yang membuatmu berdebar.

BACA JUGA AC Milan dan Arsenal Dihantui Cedera Mental Paqueta-Mustafi dan juga artikel menarik yang bisa dibaca oleh fans Atletico Madrid di BALBALAN.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2020 oleh

Tags: Alex FergusonLiverpoolManchester Unitedsqueaky bum time
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
andre onana mojok.co
Olah Raga

Kota Depok Jadi Bagian dari Perjalanan Karier Andre Onana, Calon Kiper Baru MU

12 Juli 2023
NGGAK MASUK AKAL! MU KALAH 7-0 DAN ALASAN KENAPA SEKOLAH HARUS JAM 5 PAGI!
Video

Nggak Masuk Akal! MU Kalah 7-0 dan Alasan Kenapa Sekolah Harus Jam 5 Pagi

8 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.