Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Kontroversi Liga Super Eropa: Nostalgia Master League Winning Eleven

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 November 2018
A A
Liga Super Eropa MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – European Super League atau Liga Super Eropa akan bergulir mulai tahun 2021. Segala kontroversi mengiringi, berbarengan dengan nostalgia yang juga hadir.

Beberapa hari ini, kontroversi soal European Super League atau kita sebut saja Liga Super Eropa menyeruak kembali. Football Leaks, lalu dirangkum oleh Der Spiegel, menjadi kanal awal persebaran berita tersebut. Seiring kabar soal Liga Super Eropa, bocor juga pemberitaan bahwa Manchester City dan PSG bisa lolos Financial Fair Play karena dibantu oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Soal City dan PSG yang dibantu oleh Gianni Infantino kita simpan untuk lain waktu. Liga Super Eropa butuh dibahas lebih dulu karena penyelenggaraannya tinggal dua tahun lebih sedikit lagi. Betul, liga yang melibatkan tim-tim besar di Eropa ini akan dimulai pada tahun 2021. Setidaknya, begitulah wacana yang beredar.

Liga Super Eropa, sesuai namanya, memang “terasa sangat super”. Para pendirinya, terdiri dari 11 klub papan atas Eropa. Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Juventus, AC Milan, Bayern Munchen, dan PSG. Sementara itu, lima klub undangan adalah Atletico Madrid, Borussia Dortmund, Marseille, Inter Milan, dan AS Roma.

Sebuah privilese diberikan oleh para pendiri Liga Super Eropa, yaitu keanggotaan selama 20 tahun dan jaminan terhindar dari degradasi. Yah, sungguh “demokratis”. Dari mereka, untuk mereka, oleh mereka.

Kontroversi langsung menyeruak. Apalagi, dalam wacana tersebut disebutkan bahwa klub-klub ini akan keluar dari liga di negera mereka sendiri, tak lagi menjadi anggota asosiasi sepak bola masing-masing, dan berjalan di luar yurisdiksi UEFA. Jadi, kalau Arsenal dan Chelsea keluar dari FA, Juventus dari Calcio Serie A, dan Bayern dari Bundesliga. Sungguh dahsyat.

Pro dan kontra jelas mengiringi. Mereka yang pro menganggap beberapa liga di Eropa sudah tidak terlalu kompetitif. Misalnya di Bundesliga, Bayern mendominasi. Di Serie A, Juventus terlalu gesit untuk dikejar, dan lain sebagainya. Yang kontra? Kekhawatiran menurunnya kualitas kompetisi dan mematikan kekuatan komersil sebuah liga akan terjadi. Apalagi, keluar dari sebuah liga dan asosiasi liga artinya bukan sekadar “pindah rumah”, tetapi berganti identitas, menutup jalan sejarah, dan menghilangkan sebuah tradisi.

Sebuah komentar sarkas terlontar dari mulut Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, salah satu klub pendiri Liga Super Eropa. Klopp menyebut bahwa Liga Super Eropa “terdengar menyenangkan” karena lebih sedikit pertandingan, namun lebih banyak uang. Nada-nada penolakan juga disuarakan insan sepak bola dunia seperti Arsene Wenger dan Mesut Ozil.

Well, terlepas dari perdebatan pro dan kontra, Liga Super Eropa jelas menawarkan keseruan yang intens. Bayangkan saja, setiap minggu, kita disuguhi oleh big match. Sudah seperti Liga Champions yang terjadwal setiap satu minggu sekali. Minggu ini menonton Manchester City vs Barcelona, minggu depan gantian Juventus vs Bayern Munchen, minggu depannya lagi Real Madrid vs Liverpool.

Bagi penikmat sepak bola yang “netral”, big match tentu saja lebih menarik ketimbang membayar teve berbayar untuk menonton, maaf, Newcastle United vs Fulham atau Frosinone vs Udinese, atau Rayo Vallecano vs Espanyol, atau Caen vs Rennes. Ini kalau urusan penikmat sepak bola yang netral ya. Dan jelas tidak salah. Namanya saja pilihan personal.

Setiap minggu kita juga bisa melihat “laga nostalgia” yang menjadi jualan UEFA di Liga Champions. Misalnya musim ini ketika Juventus “diskenariokan” satu grup dengan Manchester United. Melihat reuni Cristiano Ronaldo dengan United atau Paul Pogba dengan Juventus jelas jualan yang mahal. Lewat Liga Super Eropa, kita akan bisa melihatnya lebih sering.

Serunya big match ini sudah seperti nostalgia main Master League di seri Winning Eleven. Satu liga dengan klub-klub besar, membeli pemain muda dengan rating yang tinggi, dan berhasil menjuarainya.

Mengganti pemain-pemain orisinal seperti Espimas, Ximelez, Castolo, dan Minanda dengan Babangida, Shevchenko, Edgar Davids, dan Roberto “Lord” Carlos dijadiin striker adalah kesenangan yang bisa didapat dari sebuah liga super. Asal kamu mainnya nggak pakai “wan-chu”.

Menggunakan (baca: melihat) pemain-pemain super di sebuah liga yang juga super adalah tontonan yang mutlak akan menarik minat pemirsa. Betul kata Klopp, uang yang beredar akan sangat besar. Hak siar akan semakin meroket. Masalahnya, privilese ini hanya akan dinikmati segelintir saja. Begitulah sisi menyedihkan dari sepak bola industri saat ini.

Iklan

Jadi, kamu mau bagaimana? Keseruan menonton big match setiap minggu atau melawan kontroversi demi sepak bola yang “manusiawi”?

Terakhir diperbarui pada 5 November 2018 oleh

Tags: liga inggrisLiga Super EropaSerie A Italia
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.