Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Bersama Paul Pogba dan Papua, Tendang Rasisme Jauh-jauh

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 Agustus 2019
A A
Pogba dan papua MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Paul Pogba dan saudara dari Papua menjadi korban serangan rasisme.

Rui Patricio bukan kiper sembarangan.

Malam itu dia mengambil ancang-ancang tendangan penalti dengan wajah cemas. Jika gol, dirinya akan menjadi pahlawan malam itu. Manchester United bakal pulang dari salah satu kandang yang sulit dijinakkan dengan kemenangan. Namun, Rui Patricio punya agenda lain.

Tendangannya keras, mengarah ke sisi kanan kiper. Rui Patricio membaca arah tendangan itu dengan tepat. Lesatan tubuhnya lebih cepat dari laju bola. Tendangan penalti itu berhasil dihentikan dengan sempurna. Skor akhir sama kuat, 1-1. Manchester United gagal menang dan dia yang menendang mendadak menjadi musuh seluruh dunia.

Dia adalah Paul Pogba, penampil terbaik Manchester United musim lalu. Kegagalannya menendang penalti berbuah pahit. Bukan ledekan dari fans rival yang memerahkan telinga, tetapi serangan rasis dari fans United sendiri yang melukai dirinya. Diserang dan diledek oleh pendukung sendiri, dengan ungkapan bernada rasisme, tentu bikin sakit hati.

Saya bersorak ketika Pogba gagal menendang penalti. United gagal menang dan Arsenal, bersama Liverpool, menjadi dua tim yang selalu menang di dua laga awal Liga Inggris. Namun, satu hari kemudian, saya dibuat mengelus dada untuk kesekian kali, ketika Pogba menjadi sasaran ledekan rasis di Twitter.

Paul Pogba, yang punya kulit gelap, disamakan seperti monyet, sama seperti orang Papua. Mengulur waktu ke belakang, kasus rasisme seperti ini sudah terjadi. Dan, rasanya seperti letupan kentut saja. Ramai dalam waktu singkat, untuk kemudian segera dilupakan.

Kamu tentu masih ingat ketika Kevin-Prince Boateng walk out dari sebuah pertandingan ketika dirinya jadi sasaran ledekan rasis ketika AC Milan melawan Pro Patria. Para pemain AC Milan menunjukkan solidaritasnya dengan ikut keluar dari lapangan. Kasus itu sempat ramai. Ya, cuma sebatas “sempat”.

Masalah yang sama terjadi dan menimpa Sulley Muntari. Kala itu, Muntari bermain untuk Pescara. Seperti Boateng, Muntari juga walk out dari pertandingan. Masih di Serie A, Moise Kean, yang kala itu masih bermain untuk Juventus, diserang oleh fans Cagliari. Konyolnya, otoritas liga Serie A tidak menjatuhkan sanksi kepada Cagliari. Serangan rasisme dianggap biasa saja. Bajingan.

Dulu, Dani Alves, ketika masih bermain untuk Barcelona, dilempar pisang oleh fans Villareal. Dia tidak memilih walk out seperti Boateng dan Muntari. Dani Alves memungut pisang itu lalu memakannya. Dia menjadikan aksi itu sebagai bentuk perlawanan kepada serangan rasisme.

Orang Papua melawan dengan cara yang sama. Mimikri. Mereka turun ke jalan dengan mengenakan topeng monyet. Aksi nyata seperti ini yang justru dibutuhkan ketimbang permintaan maaf yang kita tahu sejak zaman dulu, hanya berisi omong kosong saja. Harus ada aksi nyata dan tindakan yang juga nyata dari penegak hukum. Mereka yang rasis, perlu ditendang jauh-jauh. Dari situ, perubahan baru bisa terjadi.

Para pemain Manchester United Bersatu. Lewat Twitter, mereka mengajak semua orang, bukan cuma fans United, untuk berdiri di belakang Pogba melawan rasisme. David De Gea, Marcus Rashford, dan banyak lagi. sebagai fans Arsenal, dengan senang hati saya menyingkirkan sentimen rivalitas untuk berdiri bersama mereka.

Hasilnya pun sedikit terlihat ketika Twitter dan perwakilan Manchester United akan duduk bersama mencari solusi masalah rasisme di platform ini. “Kami tahu, kami harus lebih melindungi para pengguna kami. Perilaku rasis tidak punya tempat di platform kami dan kami mengutuk perilaku seperti itu,” rilis Twitter seperti dikutip oleh Sky Sports.

Saya menyerukan aksi #TendangRasisme lewat @arsenalskitchen. Bukan hanya sebagai kampanye di media sosial, sebagai fans sepak bola, saya mengajak kamu semua juga menjaga kesadaran ini ketika menonton di stadion. Rivalitas adalah kekasih sepak bola. Sportivitas dan kemanusiaan adalah anak kandung keduanya yang perlu dijaga bersama-sama.

Iklan

BACA JUGA Ejekan Rasialis ‘Monyet’ Menjadi Alat Perlawanan Minke-Minke Abad 21

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2021 oleh

Tags: liga inggrisManchester UnitedMonyetPapuapogbarasisme
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

literasi rendah di Papua dan upaya mahasiswa BINUS. MOJOK.CO
Ragam

Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan

8 Januari 2026
Berantas topeng monyet. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Monyet Ekor Panjang yang Terancam Punah tapi Tak Ada Payung Hukum yang Melindunginya

15 Desember 2025
Peringatan Hari Monyet Ekor Panjang Sedunia di Jogja. MOJOK.CO
Bidikan

Pilu di Balik Atraksi Topeng Monyet Ekor Panjang, Hari-hari Diburu, Disiksa, hingga Terancam Punah

15 Desember 2025
Lupakan Garuda Indonesia, Pesawat Terbaik Adalah Susi Air MOJOK.CO
Otomojok

Lupakan Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air: Naik Pesawat Paling Menyenangkan Justru Bersama Susi Air

10 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.