Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arsenal: Ledakan Nol Koma Emile Smith Rowe

Dari kekacauan, perlahan terbentuk sebuah budaya. Dan Emile Smith Rowe ada di tengah-tengahnya.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
8 November 2021
A A
Arsenal: Ledakan Nol Koma Emile Smith Rowe MOJOK.CO

Arsenal: Ledakan Nol Koma Emile Smith Rowe MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seiring ledakan Emile Smith Rowe yang makin keras, kekuatan terpendam Arsenal baru akan terasa secara paripurna. Waktu yang akan mengawal.

Semua ini adalah proses. Dari kekacauan, perlahan terbentuk sebuah budaya. Dan Emile Smith Rowe ada di tengah-tengahnya.

Sebelum Mikel Arteta menjadi pelatih Arsenal, Emile Smith Rowe sudah dua kali menjalani masa peminjaman; ke RB leipzig dan Huddersfield. Dua masa peminjaman itu tidak bisa dibilang berhasil meski Emile Smith Rowe mendapat banyak menit bermain ketika memperkuat Huddersfield.

Salah satu alasan kegagalannya bersama RB Leipzig adalah cedera. Emile Smith Rowe datang ke Jerman dalam kondisi cedera. Saat itu, dia sudah diperingatkan Reiss Nelson (kala itu sedang dipinjam Hoffenheim) bahwa Bundesliga itu berat.

Semua pemain berlatih dan bermain dengan determinasi tinggi. Tidak ada yang mau mengalah. Tekel dilakukan dengan keras. Para pemain di Bundesliga seperti sudah meresapi bahwa pressing itu bagian dari gaya hidup. Sebuah liga yang terbukti sangat keras untuk anak muda dengan cedera di kakinya.

Emile Smith Rowe gagal di Jerman dan “pindah sekolah” ke Huddersfield. Bersama Huddersfield, Smith Rowe bermain 19 kali dengan catatan dua gol dan tiga asis. Tidak cukup impresif untuk pemain muda dengan potensi yang dianggap melebihi Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli.

Setelah masa peminjaman itu, Emile Smith Rowe menghabiskan banyak waktu dengan bermain untuk Arsenal U-18 dan U-23. Di titik ini, sikap Emile Smith Rowe menyikapi keadaan terlihat sangat berbeda jika dibandingkan Balogun.

Emile Smith Rowe sadar bahwa kompetisi di tim utama Arsenal sangat ketat ditambah pelatih pasti punya preferensi sendiri. Dia menutup mulut, membuka hati, dan fokus dengan perkembangannya sebagai pemain maupun insan. Dia tidak merajuk, memohon, dan “mengancam”.

Pemain yang sempat mengenakan nomor punggung 32 itu mengalami perkembangan pesat justru ketika bermain di tim Arsenal U-18 dan U-23. Meski “hanya bermain” untuk tim akademi, dia memberi bukti bahwa lingkungan itu pun bisa menjadi lahan pendewasaan. Sangat kontras dengan Balogun dan agennya yang sempat “mengancam”: mainkan aku atau aku akan pergi.

Di titik ini, kita bisa melihat hasilnya. Dia yang menutup mulut dan fokus dengan perkembangannya dianggap lebih layak mendapat kesempatan dibandingkan dia yang cerewet di media sosial. Dia yang bekerja dalam senyap adalah aset luar biasa ketika “perusahaan” diterpa badai.

Ini semua adalah proses…..

Perkembangan seorang pemain bisa dilihat dari membandingkan catatan statistik. Sebelum melawan Watford, jalannya sebuah proses perkembangan dari Emile kontras terasa.

Statistik Emile.
Statistik Emile.

Bisa pembaca lihat, angka-angka Emile Smith Rowe berkembang sangat positif. Pada musim 2020/2021, angka-angkanya diwarnai dengan “nol koma”. Kontribusi itu sudah ada, tapi sangat minim. Kontras dengan musim ini ketika dia menjadi semacam protagonista untuk Arsenal.

Kesimpulan apa yang bisa dipetik dari paparan statistik di atas?

Iklan

Salah satunya adalah betapa pentingnya memiliki gelandang yang bisa mencetak gol bagi Arsenal. Mereka adalah penyedia alternatif dari lini kedua. Terutama bagi Arsenal di mana jumlah gol untuk paruh awal musim ini masih terbilang minim. Bahkan goal difference mereka baru menjadi imbang setelah mengalahkan Watford dengan skor 1-0.

Sentuhan Emile di dalam kotak penalti, termasuk jumlah tembakan, berkembang pesat. Dari yang “nol koma”, menjadi lebih berisi. Ketika skema 4-4-2 terus digunakan, Arsenal harus terus berdoa supaya Emile Smith Rowe (dan Bukayo Saka) tetap tajam. Setidaknya tetap produktif memproduksi peluang dan gol.

Skema 4-4-2 menuntut dua pemain di sisi lapangan untuk aktif di kotak penalti. Central penetration yang sedikit berkurang karena tidak ada #10 di sana membuat “dua sayap” menjadi penting. Fans Arsenal seharusnya sudah akrab dengan skema ini. Mengingat Piala Emas di era Arsene Wenger diraih dengan basisnya skema 4-4-2 dan ketajaman duo Pires-Ljungberg.

Ledakan Emile Smith Rowe masih terus terasa. Dia menjadi wujud konkret dari proses yang terus digaungkan oleh fans Arsenal. Tugas selanjutnya adalah membantu Emile dan pemain-pemain muda lainnya untuk terus konsisten.

Selangkah demi selangkah. Tidak perlu terburu-buru. Budaya yang tengah dibangun akan makin kuat seiring waktu. Seiring ledakan Emile yang makin keras, kekuatan terpendam Arsenal baru akan terasa secara paripurna. Waktu yang akan mengawal.

BACA JUGA Arsenal, Arteta yang Kejam, dan Kelahiran Kembali Emile Smith Rowe dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: ArsenalArsene Wengerbukayo sakaemile smith roweliga inggrismikel arteta
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.