Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arsenal dan Inter Menikmati Berkah ‘Stepping Up’ Para Pemainnya, Panjat Klasemen dan Kalahkan Milan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
27 Januari 2021
A A
Arsenal dan Inter Menikmati Berkah ‘Stepping Up’ Para Pemainnya, Panjat Klasemen dan Kalahkan Milan MOJOK.CO

Arsenal dan Inter Menikmati Berkah ‘Stepping Up’ Para Pemainnya, Panjat Klasemen dan Kalahkan Milan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Arsenal dan Inter memanen kedewasaan pemainnya ketika mengalahkan lawan masing-masing, Southampton dan AC Milan.

Bukayo Saka, mungkin sudah terlalu banyak saya melontarkan pujian, lagi-lagi menjadi pemain terbaik. Jauh lebih baik dibandingkan para pemain senior. Di belahan dunia lainnya, Inter berhasil mengalahkan AC Milan di ajang Coppa Italia.

Kemenangan Arsenal dan Inter menawarkan rasa yang sama, yaitu betapa manisnya comeback. Ketika para pemain di dua klub ini “stepping up”, sesuai ekspektasi. Banyak pemain bagus gagal tampil baik karena tidak konsisten. Sementara itu, tidak banyak pemain “biasa saja” tampil jelek ketika dia sadar dengan tanggung jawab dan bermain konsisten.

Frasa stepping up sendiri membawa makna ‘an increase in the amount, speed, or intensity of something’. Artinya, pemain yang dipercaya untuk tampil sejak menit awal sadar dengan tanggung jawab. Mereka mengerjakan aspek-aspek dasar dalam sepak bola. Konsisten melakukannya dan performa bagus pun akan mengikuti.

Arsenal dan Inter menikmati buah dari kesadaran untuk “bangkit” itu. Tidak hanya Bukayo Saka untuk Arsenal, ada Cedric Soares dan Nico Pepe yang sadar bahwa bisa tampil sejak awal adalah kemewahan. Banyak hal indah di dunia ini dan kepercayaan adalah salah satunya.

Bagi Inter, kemenangan atas Milan di Coppa Italia ini juga menjadi cermin kedewasaan pemain. Emosi Romelu Lukaku sempat terpancing oleh provokasi Zlatan. Keduanya sempat hampir baku hantam. Bahkan Lukaku sempat “mencium kening” Zlatan. Untung saja keduanya bisa dilerai.

Insiden seperti itu, terutama ketika terjadi di grande partita, punya potensi merusak mood dan performa. Pujian layak disematkan ke dada Lukaku yang bisa dengan perlahan menurunkan emosinya. Dia melampiaskan kekesalannya lewat sepakan penalti tanpa cacat.

Bermain dengan emosi, tidak hanya terbatas di sepak bola, justru akan menguras energi lebih cepat. Manajemen emosi Lukaku layak menjadi contoh. Dia tidak melampiaskannya dengan aksi kekerasan di atas lapangan, tapi gol untuk membawa Inter menuju kemenangan.

Kemampuan itu disebut aspek kedewasaan. Ketika pemain bisa melihat pertandingan dengan mata yang jernih dan hati yang tenang. Selepas Arsenal mengalahkan Southampton, Rio Ferdinand melontarkan pujian kepada Bukayo Saka. “Dia bermain luar dewasa. Sangat dewasa,” kata Rio.

Arsenal sendiri, seperti Inter, menikmati kedewasaan pemain dalam diri Nico Pepe. Absennya Aubameyang dan Martinelli yang belum fit, mengizinkan Pepe mendapat menit bermain sebagai penyerang sayap kiri. Cara bermainnya berubah total jika dibandingkan ketika bermain di sisi kanan.

Pepe bermain lebih sederhana. Tidak terlalu lama menahan bola dan lebih efektif dengan penempatan posisi. Selepas laga, Arteta memuji Pepe. “Dia mencetak gol dan terlibat di banyak momen bagus. Dia bekerja keras. Dia layak mendapat kesempatan dan berhasil memanfaatkannya.”

Bagian “berhasil memanfaatkan kesempatan” ini kunci untuk Arsenal. Pepe bukan jenis tricky winger yang bisa membawa bola melewati banyak pemain. Pemain asal Pantai Gading itu justru lebih berbahaya ketika lebih banyak berlari di belakang striker untuk mengeksekusi peluang. Kemampuan dribbling Pepe memang kurang, tetapi teknik menembak bolanya cukup bagus.

Dia sadar akan potensi itu. Pepe bermain sesederhana mungkin dan efisien dengan peluang. Seterusnya, performa seperti inilah yang dibutuhkan Arsenal. Ketika pemain sadar bahwa kesempatan bermain itu terbatas dan kepercayaan mahal harganya.

Inter dan Christian Eriksen tampaknya memang tidak berjodoh. Pemain berusia 28 tahun itu, pemain yang pernah dianggap sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Liga Inggris, jarang diberi kepercayaan oleh Antonio Conte. Dan di Coppa Italia, kesempatan itu datang.

Iklan

Eriksen mendapat satu momen di mana kemampuannya menjadi sangat berbahaya, yaitu tendangan bebas. Di sini kita perlu memuji mental Eriksen. Dia sudah lama tidak bermain secara rutin. Langsung bermain dan mendapat momen di grande partita melawan Milan. Satu momen itu menjadi penentu dan Eriksen bisa mengeksekusinya secara dingin.

Inter menikmati kedewasaan dari Lukaku dan Eriksen. Sama seperti Arsenal yang menikmati perkembangan pemainnya dalam diri Saka dan Pepe (dan Cedric). Bagi banyak klub, momen kedewasaan pemain bisa menjadi pembeda sebuah pertandingan (dan kompetisi).

Arsenal mendapatkan momennya untuk memanjat klasemen. Sementara itu, Inter melaju di Coppa Italia. Apakah kedewasaan pemain itu bisa menjadi penentu kegemilangan di akhir musim?

Pada akhirnya, di kehidupan ini, penentu kebahagiaan tidak banyak. Di antaranya ada kesadaran untuk dewasa dan memahami tanggung jawab. Dan selanjutnya, sadar bahwa kepercayaan itu mahal harganya. Terkadang, manusia harus belajar tiga aspek penting itu lewat penderitaan panjang.

BACA JUGA Inter dan Antonio Conte Tidak Seburuk Itu, Cuma yang Lain Lebih Bagus Saja dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2021 oleh

Tags: Arsenalartetabukayo sakacoppa italiaibrainterliga inggrisLukakumilansakazlatan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.