Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,261 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Mati-matian Kuliah PTN Bayar UKT Sendiri, Pas Jadi Sarjana Sukses Ortu Tiba-tiba Tuntut Balas Budi
Kuliah PTN tanpa biaya dari ortu. Mati-matian kuliah sambil kerja buat bayar UKT dan bertahan hidup, pas jadi sarjana sukses ortu minta balas budi.
Pertama Kali ke Jalan Malioboro Jogja buat Beli Bakpia, Dibuat Kaget karena Tak Sesuai Perkiraan
Pertama kali jalan-jalan di Jalan Malioboro, Jogja langsung beli bakpia buat oleh-oleh. Malah kaget karena tak sesuai perkiraan.
Perpisahan Mahasiswa KKN Bukannya Mengharukan malah Menyebalkan Gara-gara Sikap Warga, Ekspektasinya Terlalu Berlebihan
Alih-alih jadi momen mengharukan, perpisahan mahasiswa KKN justru menjadi menyebalkan gara-gara sikap warga yang ekspektasinya berlebihan.
Mahasiswa PTN Rela Bohongi Ibu: Ngaku Sudah Lulus Kuliah Bergelar Sarjana padahal DO, Demi Fokus Kerja Bantu Hidupi Keluarga
Mahasiswa PTN pura-pura lulus kuliah padahal DO, demi fokus kerja untuk bantu ibu dan buatnya bangga karena gelar sarjana.
Ladang Tembakau Siluk: Teman, Rumah, dan Nyawa bagi Petani Srunggo-Kalidadap Imogiri, Tak Menanam akan Menyesal
Tembakau Siluk ibarat menjadi teman, rumah, bahkan nyawa bagi petani di Srunggo II-Kalidadap II, Imogiri, Bantul. Tak Menanam akan menyesal.
Daun Putih yang Menjadi Pulung bagi Petani Tembakau Kedu Sili (Siluk) di Dusun Srunggo II Imogiri
Sebuah daun putih di tengah ladang dipercaya menjadi pulung bagi petani tembakau Suluk di Dusun Srunggo II, Imogiri, Bantul. Berkatnya, tembakau Siluk menjadi tembakau mahal.
1 Menit Duduk di Jalan Malioboro Jogja: “Dipalak” Gerombolan Pengamen, Diganggu Terus sebelum Dikasih Uang
Belum 1 menit duduk di sudut Jalan Malioboro, Jogja, sudah diserbu 4 pengamen. Bikin resah karena “dipalak”.
Sesal Mahasiswa Perantau: Jarang Pulang dan Sok Sibuk sampai Abaikan Telepon Orangtua, Sekali Pulang hanya Tersisa Duka
Penyesalan mahasiswa perantau. Jarang pulang dan sok sibuk sampai abaikan telepon orangtua hingga berujung duka.