Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,205 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Kondektur Bus, Tukang Las Keliling, dan Jalan Hidup ke Bulu Tangkis Kursi Roda
Perjalanan hidup Supriadi. Dari kondektur bus, putus asa kehilangan satu kaki, jadi tukang las keliling, hingga menjadi temukan gairah hidup di bulu tangkis kursi roda.
Masa Kecil Dihina hingga Bertanding kala Hamil, Perjalanan Warining Rahayu Mendulang Emas Para-Badminton Berkali-kali dengan Tangan Kiri
Masa kecil penuh hinaan hingga main badminton dari raket pinjaman. Warining Rahayu akhirnya dulang emas demi emas di kejuaraan internasional hanya dengan kaki kiri.
Solo Rasa India: Cerita Kaki Palsu Kesayangan Antar Bocah India ke Babak Hidup yang Tak Terbayangkan
Cerita Jagadesh Dilli, dari bocah India biasa lalu malang-melintang di panggung badminton internasional dengan kaki palsu kesayangan.
Serba-serbi Motor Brebet Massal Diduga Gara-gara Pertalite: Ibu-ibu Bingung, Bengkel Kerja Keras
Serba-serbi motor brebet. Benarkah kualitas Pertalite busuk?
Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan”
Ketika beasiswa KIP Kuliah di tangah yang tepat. Seorang mahasiswa Surabaya bisa rintis dua bisnis dan berkembang meski dikhianati-diremehkan.
Gus Iqdam “Kegocek” Bocil di Sekolah Khadijah Surabaya, Awalnya Melas Berujung “Ampun-ampun” karena Salah Sangka
Gus Iqdam kegocek saat pengajian di Sekolah Khadijah Surabaya. Melas dengan bocil yatim berakhir “ampun-ampun” karena salah sangka.
Pertama Kali Ajak Ibu ke Mall: Takut Malu-maluin Gara-gara Tangga Berjalan, Berakhir Penuh Keharuan
Pertama kali ajak ibu ke sebuah mall di Surabaya. Ibu takut malu-maluin gara-gara tangga berjalan dan insecure sama orang kaya. Anak justru merasa haru dan bahagia.
Duka Merantau Lama: Rumah Jadi Tak Seperti Rumah Sendiri, Tiap Pulang Terasa Hanya Sebagai “Tamu” Bukan Penghuni Asli
Duka bertahun-tahun merantau di perantauan. Rumah tak seperti rumah, pulang bukan sebagai penghuni tapi hanya sebagai tamu.