Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Masa Kecil Dihina hingga Bertanding kala Hamil, Perjalanan Warining Rahayu Mendulang Emas Para-Badminton Berkali-kali dengan Tangan Kiri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
1 November 2025
A A
Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton MOJOK.CO

Ilustrasi - Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Raket, sepatu, hingga celana untuk bermain badminton saja harus pinjam lebih dulu. Begitulah awal perjalanan Warining Rahayu (24) sebelum akhirnya menyabet medali demi medali dari berbagai ajang kejuaraan para-badminton.

***

Iklan

Suaranya bergetar. Matanya langsung berkaca-kaca kala mengingat kembali masa kecilnya di Babakan Cianjur, Bandung.

Di kampung halamannya, Rahayu—begitu ia biasa dipanggil—harus menjalani masa kecil yang tak mudah. Hinaan-hinaan menyakitkan teramat kerap dialamatkan padanya. Hal itu lantaran ia lahir dengan kondisi tangan kanan yang tidak bisa tumbuh dengan semestinya.

Apalagi Rahayu lahir bukan dari keluarga berada. Bapaknya seorang sopir angkot. Sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga biasa.

Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton MOJOK.CO
Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton. (Eko Susanto/Mojok.co)

“Ada masanya saya malu. Tapi saya juga berpikir, bagaimana bisa membuktikan kepada orang-orang kalau saya bisa menjadi lebih dari yang mereka bayangkan,” ungkap Rahayu saat saya temui di tepi lapangan GOR Manahan, Solo, Jumat (31/10/2025).

Siang itu ia baru usai berlaga di perempat final Polytron Para Badminton International 2025 by Bakti Olahraga Djarum Foundation, Polytron, NPC Indonesia, dan BWF, Jumat (31/10/2025) di GOR Manahan, Solo.

“Nekat” ikut audisi umum badminton, raket-celana dipinjami teman

Sebenarnya tidak ada olahraga yang populer di desa Rahayu. Namun, sejak SMP ia memang mulai tertarik dengan badminton karena sering melihat pertandingan di tayangan televisi. Lalu ia mulai berlatih sekadarnya secara mandiri.

“Lulus SMP, pada 2016 ada Audisi Umum PB Djarum di Kota Bandung. Modal tekad. Pokoknya saya ingin sekali punya nama, berkiprah di kancah nasional, biar banggakan orang tua,” kata Rahayu.

Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton MOJOK.CO
Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton. (Eko Susanto/Mojok.co)

Saat itu, karena belum memiliki peralatan sendiri, Rahayu harus pinjam sepatu, raket, hingga celana untuk badminton dari saudara-saudaranya.

Suara Rahayu kembali bergetar saat menceritakan momen di masa silam tersebut. Ia bercerita dengan menahan tangis.

“Sejak awal orang tua selalu mendukung langkah saya. Alhamdulillah-nya seperti itu,” sambung Rahayu. Walaupun beberapa orang meragukan kemampuannya: Apa bisa bermain tepok bulu secara maksimal hanya dengan tangan kiri?

Jalan terbuka ke para-badminton dari Susi Susanti

Rahayu memang tidak bisa melangkah jauh di Audisi Umum PB Djarum. Namun, untung saja ia “nekat” mengikutinya. Sebab, jalannya di para-badminton justru terbuka dari sana.

Di audisi tersebut, Rahayu ternyata tersorot oleh mata legenda bulu tangkis nasional, Susi Susanti. Susi menghampiri Rahayu, lalu mendorongnya untuk bermain di para-badminton saja.

“Saat itu saya baru tahu, ternyata ada badminton khusus untuk yang punya kekurangan fisik,” ucap Rahayu.

Warining Rahayu mendapat instruksi dari pelatih MOJOK.CO
Warining Rahayu mendapat instruksi dari pelatih. (Eko Susanto/Mojok.co)

Tekad Rahayu pun semakin menyala. Ia akhirnya mencari tahu soal National Paralympic Committee (NPC) di Kota Bandung. Dari situ ia bergabung di sebuah klub badminton di Kota Bandung.

“Saya ingat, dulu waktu di klub, saya belum punya tas raket. Saya sampai dikasih teman. Tapi di klub itu, semangat saya semakin bertambah. Jalan menuju masa depan rasanya semakin terbuka,” tutur Rahayu.

Mendulang emas demi emas

Delapan bulan berlatih di klub, bakat Rahayu tertangkap oleh pelatih pelatnas, Muhammad Nurrahman. Nama Rahayu dipanggil sebagai salah satu atlet yang bakal mewakili ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Iklan

Ia turun di nomor tunggal putri untuk kategori Standing Upper 5 (SU5): Khusus untuk atlet dengan gangguan pada tungkai atas (biasanya lengan).

Pertama kali turun di ajang internasional, Rahayu langsung menyumbang emas. Setelahnya, dengan mengandalkan tangan kirinya, ia malah makin sering mendulang emas demi emas.

Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton MOJOK.CO
Perjalanan Warining Rahayu menjadi atlet para-badminton. (Eko Susanto/Mojok.co)

Di nomor tunggal putri, ia pernah mendulang emas di ASEAN Para Games 2022 di Solo dan di Kamboja pada 2023.

Di nomor ganda putri, Rahayu bersama rekannya (Qonitah Ikhtiar Syakuroh) menyabet medali emas dalam ASIAN Para Games 2022 Solo dan perunggu di nomor ganda campuran bersama Khoirur Roziqin.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Warining Rahayu (@rahayuuuuuuww)

Bertanding kala hamil, dulang emas untuk buah hati

Dari semua pertandingan internasional para-badminton tersebut, ASEAN Para Games 2023 di Kamboja menjadi yang tak terlupakan baginya.

Ceritanya begini. Rahayu menikah pada awal 2023 lalu dengan seorang atlet para-tenis meja, Yayang Gunaya.

Kala hamil empat bulan, Rahayu memilih tetap bertanding untuk mengharumkan nama Indonesia, sebagaimana cita-cita masa kecilnya.

Aksi Warining Rahayu di GOR Manahan Solo MOJOK.CO
Aksi Warining Rahayu di GOR Manahan Solo. (Eko Susanto/Mojok.co)

“Orang tua mendukung, suami juga mendukung, apalagi anak dalam kandungan saya, dia juga seperti mendukung ibunya. Karena selema pertandingan, alhamdulillah saya tidak mengalami masalah apapun,” ungkap Rahayu.

Bahkan Rahayu bisa menyabet medali emas. Medali yang ia persembahkan, salah satunya, untuk bayi yang saat itu masih tumbuh dalam rahimnya.

Bayi itu telah lahir dengan segar dan sehat. Kini usianya sudah 2 tahun, menambah lengkap keluarga kecil Rahayu dan Yayang.

Ingatan pada sepiring makan: nasi-tempe-tahu

Para-badminton tak sekadar memberi Rahayu kesempatan untuk “punya nama” dan membawa nama Indonesia di kancah internasional. Tapi juga memberi kehidupan lebih baik bagi Rahayu.

“Motivasi lain kenapa saya bertekad kuat jadi atlet para-badminton itu karena dulu melihat ekonomi orang tua. Saya ingin membantu mereka,” ucap Rahayu.

Impian itu pun akhirnya bisa ia realisasikan. Setidak-tidaknya kini ia bisa hidup dalam situasi yang lebih baik dari masa lalu. Tak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang tuanya.

“Dulu untuk makan saja harus seadanya. Makan nasi-tempe-tahu. Sekarang alhamdulillah, saya jadi seperti ini berkat doa orang tua dan keluarga,” kata Rahayu.

“Saya bersyukur sama Allah bisa dikasih kesempatan sampai sekarang,” tutupnya.

***

Rahayu tak beruntung di Polytron Para Badminton International 2025. Ia terhenti di perempat final, kalah dari atlet India, Manisha Ramadass dua set sekaligus: 21:11, 21:14. Tapi ia langsung menatap kejuaraan-kejuaraan internasional lainnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Leani Ratri Oktila, Ratu Para-badminton Dunia dengan Tato Istimewa di Lengannya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 2 November 2025 oleh

Tags: Badmintonbadminton difabelbulu tangkispara badmintonwarining rahayu
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

24 Januari 2026
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

22 Januari 2026
senar raket. mojok.co

Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora

21 Januari 2026
Cerita kecil nan hangat di tengah gemuruh bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Cerita-cerita Kecil nan Hangat di Tengah Gemuruh Istora, Orang Tua dan Anak Saling Memperjuangkan Masa Depan

21 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.