Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
828 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Perjalanan Nanang, Tunanetra yang Diusir karena Buka Jasa Pijat di Malioboro hingga Menjadi Seniman Raba
Kisah seorang tunanetra yang membuka jasa pijat di Malioboro, tapi merasa didiskriminasi hingga banting setir menjadi seniman raba di Jogja
Drama Kesialan di Stasiun Lempuyangan: HP “Hilang” hingga Harus Minta Maaf pada Satpam
Tulisan ini berisi pengalaman menyebalkan saya di Stasiun Lempuyangan, Jogja karena kehilangan telepon genggam dan malah disuruh minta maaf.
Ambisi Pemerintah Mencari Profit dengan Merusak Budaya Masyarakat Adat di Bali
Tulisan ini berisi keresahan aktivis lingkungan di Bali terhadap kebijakan pemerintah yang sering kali merusak lingkungan demi profit.
‘Baca Tulis Saja Tak Bisa, Malah Diajarin Coding’ – Kata Peneliti Soal Program Prabowo-Gibran yang Terkesan Kebelet AI
Apakah siswa di sekolah dasar sudah bisa baca, tulis, dan menghitung semua? Kok malah dituntut belajar coding dan AI
Menyentuh, Meraba, Mencium, dan Mendengarkan Tanah Bisa Membuat Kita Berdamai dengan Hidup
Meditasi ini bisa kamu lakukan untuk menghadapi sepak terjal kehidupan di tahun 2025!
Kus Sri Antoro, Suarakan Isu Difabel Melalui Wayang Limbah Plastik
Tulisan ini membahas sosok Kus Sri Antoro, seorang pegiat seni Wayang Limbah Ki Samidjan yang getol mengangkat isu kelompok marjinal.
Pembuktian Alfian: Dianggap Sebelah Mata karena Buta, Kini Diangkat PNS dan Raih Gelar S2
Cerita seorang PNS di Jakarta yang buta, bangkit dari keterpurukan karena sering diremehkan.
Lagu Kunto Aji Beri “Amunisi” untuk Hadapi 2025 bagi Mereka yang Lelah Jalani Hidup
Tulisan ini menangkap kesan para penonton yang hadir di konser Urup 2025. Lagu-lagu Kunto Aji, kata mereka, adalah “penyelamat jiwa”.