Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Cerita Orang Kudus 20 Tahun Menjadi Sopir di Arab Saudi, Punya Tugas Khusus Cari Jemaah Haji Nyasar
Tulisan ini mengisahkan perjalanan remaja asal Kudus, Jawa Tengah yang ingin bekerja sekaligus haji di Arab Saudi. Menjadi sopir pribadi keluarga kaya sampai mendaftar menjadi petugas haji.
Jejak Makam yang “Berceceran” di Gang-gang Kampung Peneleh Surabaya
Tulisan ini menyusuri makam-makam di Kampung Peneleh Surabaya yang melintang di gang-gang.
Kisah Pegiat Literasi Surabaya, Buka Lapak Bacaan Gratis di Tunjungan Malah Sering Kena Gusur
Tulisan ini berisi catatan saya bertemu dengan pegiat literasi yang membuka lapak buku bacaan gratis di Jalan Tunjungan, Surabaya. Sempat digusur berkali-kali, sampai harus berkutat dengan birokrasi.
Villa Putih Kaliurang Harusnya Jadi Cagar Budaya, Malah Dinistakan Jadi Rumah Angker
Tulisan ini membahas Villa Putih Kaliurang yang sebetulnya berpotensi menjadi cagar budaya, tapi tertupi dengan cerita mistis yang belum tentu kebenarannya.
Pantai Indah Kapuk (PIK) 2: Nelayan Dadap Tangerang Bertahan dari Penggusuran
Tulisan ini berisi potret dampak pembangunan proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang menggusur pemukiman para nelayan di Kelurahan Dadap, Tangerang.
Penerima Beasiswa LPDP Tak Harus Pulang Itu Hanya Dalih Pemerintah yang Tak Becus Menyediakan Lapangan Kerja
Tulisan ini membahas maksud dibalik kebijakan pemerintah yang membolehkan penerima beasiswa LPDP tak pulang ke tanah air. Nyatanya mereka memang tak becus saja menyediakan lapangan kerja.
Kisah Penerima Beasiswa S2 di Turki, Dari Orang Biasa hingga Memikat di Panggung Asia Tenggara
Tulisan ini berkisah tentang mimpi seorang pemuda biasa asal Indonesia, yang berkeinginan kuliah S2 ke Turki dengan beasiswa. Kini dikagumi se-Asia Tenggara.
22 Tahun Jadi Guru Honorer Bergaji Kecil di Surabaya, Kini Pilih Jadi Tukang Pijat demi Keluarga
Tulisan ini berisi kisah hidup guru honorer bergaji kecil, yang menghabiskan masa pensiunnya sebagai tukang pijat di Tunjungan Surabaya. Semua rela dia lakukan demi keluarga.