Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,549 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Sekolah Negeri Makin Tak Diminati, Mengapa Sekolah Swasta Kian Seksi di Mata Orang Tua?
Sekolah negeri, kini makin kurang diminati. Orang tua mulai berbondong melirik sekolah swasta bagi anak-anak mereka.
Izin Tambang Sungai Progo Masih Mandek dengan “Aturan Jadul”
Izin tambang Sungai Progo masih mandek. Benturan antara aturan jadul dengan kebutuhan modern menjadi tembok yang menghalangi terbitnya IPR.
Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan
Bermain gim adalah cara terbaik buat menepi dari pusingnya pekerjaan. Namun, bermain secara berlebihan berbahaya bagi fisik dan mental.
Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja
Lulus kuliah di usia 25 tahun adalah seburuk-buruknya nasib. Terlalu tua di mata HRD, tapi juga minim pengalaman yang bikin susah kerja.
Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond-Joaquin kalah di final Indonesia Masters 2026. Bagi Joaquin, ini adalah mimpi yang tertunda.
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan
Bagi pekerja Jakarta, Istora bukan sekadar gedung olahraga. Ia adalah sebuah tempat menyembuhkan jiwa yang lelah.
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026
Hujan lebat menjadi ladang rezeki bagi para pelayan jasa ojek payung. Pendapatan mereka dari hasil “narik” di event Indonesia Mastsers 2026 dua kali lipat lebih dari penghasilan harian.
Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah
Kita sedang hidup dalam masyarakat yang penuh paradoks: mudah nyawer gift di TikTok atau berdonasi online, tapi ogah membantu tetangga yang benar-benar susah. Setelah saya telisik, ini semua gara-gara kapitalisme