Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri
Pencari kerja difabel sering terhambat sejak tahap paling awal akibat ketiadaan kepastian mengenai apakah suatu lowongan benar-benar terbuka bagi mereka.
Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja
Pencantuman syarat rekrutmen berupa sehat jasmani dan rohani itu merupakan bentuk diskriminasi paling nyata dan langsung terhadap kelompok difabel.
Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’
Sebagai alumnus sekolah luar biasa, Fauzan langsung terhambat pada tahap seleksi administrasi awal karena tidak memenuhi standard ijazah umum yang mengecualikan SLB.
Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja
Kesalahan fatal pencari kerja justru sering terjadi di tahap awal: penyusunan CV. Kelengkapan dan relevansi isi CV sangat menentukan nasib pelamar untuk bisa lanjut ke tahap wawancara.
300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja
Khalila mengaku, sudah dua tahun sejak dinyatakan lulus UGM, ia masih berstatus pengangguran. Dalam kurun waktu tersebut, ia mencatat telah mengirimkan sekitar 300 berkas lamaran kerja.
Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka
Bagi banyak anak muda desa, bisa makan Mie Gacoan adalah kemewahan. Mereka bahkan rela motoran dua jam, berpanas-panasan, bertarung melawan kemacetan, demi mencicipi sensasi mie pedas tersebut. *** Malam itu, saya dan teman-teman kos sedang asyik menonton pertandingan Piala Dunia 2026. Di tengah serunya tontonan, perut mulai keroncongan. Seperti biasa, kami pun membuka aplikasi pesan […]
“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat
Kedermawanan tetap memiliki batasnya. Kelas menengah yang terus-terusan diperas oleh inflasi dan ketidakpastian kerja, tidak akan selamanya bisa menjadi donatur bagi mereka yang lebih miskin.
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala
Menikmati djent bukanlah perkara sederhana. Jangankan menembus algoritma arus utama, di skena musik keras pun, genre ini berstatus liyan.