Jonru baru saja mengumumkan kemenangan gemilangnya dalam debat di twitter melawan Akhmad Sahal. Saya membaca status facebooknya yang di-share oleh orang lain. Dengan sangat bangga Jonru menulis: “Akhmad Sahal yang dari kalangan akademis, berpendidikan tinggi di Amerika Serikat, berhasil dibuat keok oleh Jonru (luluan S1 akuntansi Undip Semarang, bukan dari kalangan akademis, belum pernah ke luar negeri pula), hanya melalui sebuah pertanyaan LOGIKA SEDERHANA.”

Di antara kicau Jonru untuk merayakan kemenangannya, terselip pujian atau dorongan semangat yang dilontarkan oleh penggemar-penggemarnya. Salah satunya: “Kita simak Jonru sedang menghabisi aliran sesat Syiah. Semangat pak!” Jonru membalas seruan itu dengan: “Allahu Akbar!!!”

Saya tertarik pada apa yang oleh Jonru dinyatakan sebagai LOGIKA SEDERHANA, yang sebenarnya bukan logika dan bukan pula sederhana, melainkan sebuah cacat berpikir dan ketidakmampuan menarik kesimpulan. Perhatikan kalimat-kalimat berikut yang ditujukan oleh Jonru untuk Akhmad Sahal:

“Selama ini Anda membela dan mendukung syiah. Itu artinya Anda menganggap syiah itu baik, benar, agama yang lurus, kan? Jika benar seperti itu, seharusnya Anda bangga dong… jika tokoh idola Anda disebut syiah. Tapi anehnya, Anda dan orang-orang JIL lainnya justru marah, menuduh saya tukang fitnah, ketika saya menyebut Quraish Shihab sebagai orang syiah. Ini adalah sikap yang kontradiktif. Bisakah Anda jelaskan hal ini?”

Saya percaya Sahal membela Syiah, dalam pengertian membela hak untuk hidup tenteram bagi mereka yang mengimani aliran tersebut, membela hak orang lain untuk mengimani kepercayaan mereka.

Saya juga yakin bahwa Sahal pasti akan membela para penyembah batu kali jika mereka dianiaya karena kepercayaan mereka. Apakah dengan pembelaan itu berarti Sahal menganggap pemujaan terhadap batu kali adalah agama yang lurus, baik, dan benar?

Tampaknya Jonru tidak tahu bahwa tiga abad lalu Voltaire sudah menyampaikan pernyataan seperti ini: “I do not agree with what you have to say, but I’ll defend to the death your right to say it.”

Mengenai tuduhannya terhadap Pak Quraish Shihab, satu hal patut kita tanyakan: apakah Jonru memahami Syiah? Apa parameter yang ia gunakan untuk mengatakan bahwa Quraish Shihab adalah penganut Syiah? Yang juga penting, apa tujuan dia menuduh Quraish Shihab sebagai Syiah?

Bagi orang seperti Jonru, mungkin penting sekali untuk menuduh Quraish Shihab sebagai Syiah. Saya tidak peduli itu. Saya pribadi memiliki orang-orang yang saya kagumi dari kalangan Syiah, di antaranya adalah Ali Syari’ati, Abbas Kiarostami, dan Mohsen Makhmalbaf.

Saya kira akan merupakan pekerjaan yang mubazir jika kita mencoba membandingkan mutu karya Jonru, si penghujat Syiah, dengan pemikiran-pemikiran Syari’ati maupun film-film Kiarostami dan Makhmalbaf.

  • yah nanggung nih om tulisannya, tambahin lagi dong…hehehe.. 🙂

  • Wina

    aduh, beneran nanggung, udah siap baca yg panjang lebar deh…btw, aku juga sama S1 lho, tapi kok tep gak mudeng cara mikirnya jonru (baca kutipan kaimatnya di atas) ..viva Voltaire :))

  • Cah Jpu

    Jonru tidak hanya berdebat dengan Sahal, tapi juga dengan akun twitter stakof (Rumail Abbas).

  • dewa01api

    ehhh ternyata masih sibuk dengan j on ru… dia mah ga usah ditanggapi…

  • Akhmad Siddiq

    tulisan ini tidak salah masuk mojok.co? terlalu serius. jonru kok dianggap serius.

  • Thomas Pras

    Ada juga yang nulis serius 😀

  • Pingback: Tes DNA yang Ditukar - MojokMojok()

  • Aang Arif Amrullah

    Namanya juga sesat pikir dan malas belajar…
    Duh…

  • JoKODOK

    .
    .
    Kalo pengen tahu kenapa Jonru menuding Qurais shihab sebagai Syiah, ya lu baca tulisan Jonru sebelumnya atau lu tanya ke Jonru langsung, dia nulis alamat lengkapnya kok.
    Ada aliran syiah yg menghina sahabat dan istri Rasulullah, itu yg umat muslim menentangnya !!!

  • Bambang Tedja

    Bung as menuliskan pendapat voltaire. Tp tulisannya justru bertentangan dgn semangat itu. Aneh….Bukankah jonru juga punya hak kebebasan berpendapat? Klo bung as ingin spt voltaire, hrsnya mendukung hak keduanya. Bukannya menjelek2kan salah satunya. Itu sesat pikir juga..mempertanyakan pengetahuan jonru soal syiah, sepertinya bung as lebih tahu soal syiah..soal pangkal konflik syiah dan islam…menuduh sesuatu sbg ‘menghujat’. Sy kira tak kontekstual. Krn dlm konteks itu jonru dan sahal bertanya-jawab, berdebat, berdiskusi. Mereka bisa saja saling sangkal.

  • onga smith

    Sok” an aja ni nulis,,Pake tokoh” syiah trus ada referensi film bla bla bla..haahh hidayah memang Allah yg punya.

  • Ade Fadli

    Syiah sesat dari Islam dan bukan bagian dari agama Islam..

No more articles