Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Respons Jokowi, Petani Korban Konflik Agraria Jawa Tengah Beri HTI Penghargaan Pejuang Nasionalisme

Arman Dhani oleh Arman Dhani
11 Desember 2017
A A
Jawa_tengah_Mojok_EXOL

Jawa_tengah_Mojok_EXOL

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

KANDHANINEWS/MOJOK.CO, SOLO – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI menganugerahkan penghargaan kepada Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi Peduli Hak Asasi Manusia 2017. Penghargaan untuk Jateng terasa spesial karena diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

Presiden Jokowi mengatakan, penghargaan diberikan kepada daerah yang memiliki kepedulian HAM tinggi. Ia meminta penerapan HAM dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terus ditingkatkan. Selain hak sipil dan hak politik, hak-hak sosial serta ekonomi yang akan memengaruhi hak politik warga negara juga mesti terjamin, tentu saja kecuali untuk orang Papua.

Mantan Wali Kota Surakarta itu meminta para pejabat, politisi, birokrat, dan para pengusaha agar bisa melihat keadaan dan kondisi rakyat, terutama masyarakat kalangan bawah, tentu saja kecuali orang Papua, Ahmadiyah, dan Syiah.

Penghargaan yang diterima Gubernur Ganjar sontak membuat masyarakat korban konflik Agraria di Jawa Tengah gembira. Bagaimana tidak, penanganan kasus agraria yang merebut ruang hidup mereka ternyata direspons sebagai komitmen terhadap penegakan HAM.

Park Chanyeol, koordinator Paguyuban Korban Konflik Agraria Jawa Tengah yang biasa disingkat EXOL, menyebut bahwa ini adalah preseden baik.

“Sudah merupaken kebanggaan bagi kami saat tahu Pak Ganjar menerima penghargaan. Blio emang jelas komitmennya terhadap penggusuran di Jawa Tengah,” kata Park Chanyeol.

Seperti yang diketahui komitmen pak Ganjar terhadap konflik agraria dan sengketa tanah demikian total. Mulai dari konflik, Urutsewu di Kebumen, PLTU Batang, PLTG di Baturaden, pabrik semen di Rembang dan Pati, hingga kriminalisasi yang dialami petani Surokonto Wetan di Kendal. Secara konsisten dicuekin oleh pak Ganjar.

Sebagai respons terhadap penghargaan itu. EXOL berencana memberikan Penghargaan Pejuang Nasionalisme terhadap HTI (Himpunan Tani Indonesia). EXOL menganggap, seperti Ganjar yang berkomitmen pada penegakkan HAM di Jawa Tengah, HTI oleh para korban konflik agraria, dianggap punya komitmen terhadap nasionalisme.

“Kami merasa bahwa sosok organisasi HTI seperti Pak Ganjar. Beliau sangat berjasa dalam menjaga nasionalisme bangsa, bahkan rela membela Pancasila dari ideologi lain. Pak Ganjar kan pembela wong cilik, nah HTI ini pembela UUD 45,” kata Do Kyung-soo, petani kecipir asal Urutsewu.

Jika Pak Ganjar dianggap sukses menjamin hak sosial, kultural, serta hak ekonomi masyarakat Jawa Tengah, HTI dianggap memiliki komitmen terhadap persatuan bangsa, pejuang Pancasila, dan pengemban amanat konstitusi dalam hal nasionalisme.

Jika Presiden Jokowi mengapreasiasi upaya pemerintah, para gubernur, bupati, dan wali kota yang mengembangkan daerah kawasan HAM, para EXOL dan korban konflik agraria merasa bahwa HTI punya peran dalam membangun kecintaan umat terhadap nasionalisme, NKRI, dan cinta tanah air.

“Saya tahu masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki HTI agar seluruh lapisan masyarakat punya semangat cinta dan bela tanah air. Kami percaya HTI akan bisa menjadi lembaga yang menjaga merah putih dari apa pun,” kata Sehun, petani pare asal Rembang.

Saat diwawancara, Ganjar Pranowo menyebut, sekarang banyak daerah baik kabupaten maupun kota yang peduli dan perhatian terhadap HAM. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan teknologi informasi, terutama media sosial, di kalangan masyarakat. “Maka mau tidak mau, suka tidak suka, hampir seluruh kebijakan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Felix Siauw. “Sebab cinta Indonesia, maka kita menyeru pada penegakan hukum Allah, inilah yang mengalir di dalam darah dan nadi para pejuang dan ulama pendahulu kita. Islam menjadi roh perjuangan mereka dan kita. Karena Allah mereka dan kita berjuang, dan kepada Allah mereka dan kita mohon pertolongan,” kata beliau.

Iklan

Bersamaan dengan itu, di Jateng saat ini sedang merebak kembali pembentukaan forum warga sebagai ruang atau wadah komunikasi. Forum semacam rembuk desa maupun rembuk komunitas rupanya telah menjelma wadah yang efektif dalam menyampaikan aspirasi dan sarana mengambil kebijakan.

“Dengan adanya hak-hak masyarakat yang perlu ditampung dan diselesaikan bersama maka mudah-mudahan menjadi sebuah musyawarah mufakat yang bsia diambil untuk mengakomodasi kepentingan masyarakat,” kata Ganjar.

Hal serupa juga sedang diupayakan oleh EXOL dan korban konflik agraria. HTI berencana akan membentuk pusat forum bela tanah air yang berupaya melindungi Syiah, Ahmadiyah, dan Papua. Mereka berupaya menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cinta nasionalisme.

“Alhamdulillah. Kami merasa bahwa nasionalisme ini penting. Kita harus melawan ekstremisme dan isu asing seperti khilafah dan sebagainya. Karena Pancasila sudah final,” kata Gong Yoo, Ketua HTI cabang Brebes.

Terakhir diperbarui pada 11 Desember 2017 oleh

Tags: ganjar pranowoHTIjawa tengahjokowiKonflik Agrariaprovinsi ramah ham
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Mangrove, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Pesisir Utara Jawa.MOJOK.CO
Mendalam

Mangrove, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Pesisir Semarang yang Masih Diabaikan

16 Oktober 2025
Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur Sukses! Bandara Ahmad Yani Akan Buka Rute ke Singapura MOJOK.CO
Kilas

Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur Sukses! Bandara Ahmad Yani Akan Buka Rute ke Singapura

5 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.