Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Empat Mudarat Pernikahan Raffi Ahmad

Arman Dhani oleh Arman Dhani
19 Oktober 2014
A A
Empat Mudarat Pernikahan Raffi Ahmad

Empat Mudarat Pernikahan Raffi Ahmad

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tidak hanya menghina masyarakat dengan menyandera frekuensi publik, melainkan juga pada satu titik ia telah merusak peradaban kita yang adiluhung. Ini bukan masalah iri atau tidak iri, beneran. Ini perkara substantif, perkara kemanusiaan.

Kalau sekadar nikah dan disiarkan di televisi, Anang Hermansyah dan istrinya-yang-saya-gak-tau-namanya-dan-males-gugling-itu juga pernah. Gak main-main, bahkan konon sampai ditanggung oleh ABPD Kabupaten Jember (meski belum juga terbukti). Tapi pernikahan Raffi ini berbahaya. Bayangkan, berapa juta ibu-ibu beranak gadis yang kemampleng pengen punya mantu kayak Raffi?

Iklan

Menimbang unsur-unsur delik peristiwa, maka perkawinan Raffi dapat dianggap sebagai sebuah kejahatan kemanusiaan. Untuk itu, saya merekomendasikan kepada khalayak ramai, masyarakat, dan seluruh elemen publik untuk memboikot acara-acara serupa di masa depan. Bukan apa-apa, ini terkait dengan kemaslahatan umat jomblo dan bujangan tua di seluruh pelosok nusantara.

Setidaknya ada empat alasan mengapa pernikahan Raffi-Gigi telah menghancurkan sendi-sendi ketertiban umum yang dibangun berdasarkan asas hankamrata dan keadilan sosial. Alasan tersebut terangkum sebagai berikut.

1. Pernikahan Raffi Ahmad melahirkan delusi massal para calon istri.

Bagi saya yang jomblo, dan (barangkali) mau nikah tahun depan, pernikahan Raffi akan membuat pasangan saya nuntut yang macem-macem. Dengan mas kawin yang hampir mencapai  1M, Raffi membuat tiap-tiap perempuan mendambakan mas kawin mahal. 

Jangan salah, saya sepakat bahwa setiap perempuan mesti diistimewakan. Tapi memberi mas kawin tas dan sepatu seharga ratusan juta itu penghinaan buat kemanusiaan. Lha piye? Ibu-ibu warga korban gusuran Pabrik Semen Rembang saja masih susah cari makan, ini mas kawin kok harganya puluhan kali panen padi.

Kalo saya sekaya Denny JA yang bisa bikin kuis puisi esai berhadiah ratusan juta sih gak masalah. Lha wong saya ini mung penulis partikelir yang serupa bungkus lepat dalam besek sisa tahlilan. Bagaimana saya bisa membeli mas kawin mahal, untuk bayar kosan dan beli Sepatu Vans Golf Wang saja aku tak bisa. 

Saya ketar-ketir membayangkan calon istri saya (kalau  ada) dengan wajah memelas meminta mas kawin yang aneh-aneh. “Maaas, mbok aku dibelikan lukisannya Agus Suwage buat mas kawin.” Lak bajingan (kayak orang yang ngaku-ngaku pluralis itu). 

2. Pernikahan Raffi Ahmad membuat para calon mertua memasang standar tinggi buat resepsi.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Untuk resepsi saja, Raffi dan istrinya-yang-tiba-tiba-saya-lupa-namanya-itu menghabiskan biaya banyak. Belum kateringnya, gedung manten, seserahan dan yang paling berbahaya: pengisi acara dengan taburan bintang-bintang lokal. 

Ingat, pernikahan bukan hanya perkara dua orang jatuh cinta yang kemudian memutuskan bersama. Tapi juga bersatunya dua keluarga besar. Bayangkan pas kalian anjangsana untuk melamar pacar, ibu atau bapak calon mertua meminta resepsi yang spektakuler. 

Kalo mertua Anda sekadar minta rumah untuk anaknya, mobil atau perhiasan, itu lumrah. Atau minta pengisi cara kawinan seperti OM Soneta dengan penyanyi Via Valen, itu biasa. Bayangke njuk misal calon mertuamu itu anak edgy dan artsy pada masa mudanya. “Dik Dhani, saya dan ibu gak minta yang macem-macem untuk pernikahan kalian. Cukup ngundang Pink Floyd atau Kantata Takwa sebagai klangenan hiburan warga.” Lak modar.

3. Pernikahan Raffi Ahmad menaikan harga katering, sewa gedung dan rias pengantin.

Iklan

Dengan disiarkannya acara pernikahan ini. Pasangan-pasangan labil akan segera berhasrat gasik rabi. Tayangan pernikahan itu menjual imaji bahwa pernikahan adalah sebuah peristiwa bahagia, indah, penuh suka cita dan menyenangkan. (Padahal, semua yang pernah nikah tahu kalau ini salah. Pernikahan adalah upaya menahan senyum di tengah ini-itu yang acak-adut rumit nan pelik.) 

Pernikahan Raffi akan membuat pengusaha katering menaikan harga dengan alasan, “Wah, banyak yang mau nikah, Mas. Jadi keteteran.” Pengusaha gedung akan menaikan harga dengan alasan, “Walah, Mas. Udah dibooking semua.” Dan pengusaha rias manten juga bersepakat, “Walah, jadwal saya penuh.” Kenapa? Karena semua gak mau kalah dan berlomba-lomba dengan Raffi. Padahal kawin bukan balapan. (Njuk kok do gasik rabi ya?)

4. Pernikahan Raffi Ahmad menyadarkan betapa miskinnya kita.

Seorang kawan dahulu pernah bilang, resepsi nikah itu yang biasa aja, yang penting lunas uang muka cicilan KPR. Tapi kita tahu, teman saya ini melarat dan dia bukan Raffi Ahmad. Apa yang membuat Raffi Ahmad berbeda dengan kebanyakan kita adalah fakta bahwa dia kaya, sering nongol di TV dan punya kisah hidup yang menarik. 

Pernikahan eksravagan yang menghabiskan miliaran rupiah, menyandera frekuensi publik, dan menghina akal sehat adalah satu cara membaca bahwa kita terlampau miskin untuk bisa berpikir waras. 

Berapa ribu otak yang diracuni dengan pikiran bahwa resepsi pernikahan yang mewah lebih penting daripada kehidupan rumah tangga setelahnya. Berapa juta remaja yang tumbuh kemudian bercita-cita menikah dengan perayaan glamor ala Raffi Ahmad? Berapa juta orang tua yang mesti berkorban demi ego gengsi bedebah anak-anak mereka yang tak tahu diri nantinya?

Untuk itu, saya menghimbau Komisi Penyiaran Indonesia—beserta rekan-rekan sejawat yang mau rabi dalam waktu dekat—untuk menuntut Raffi Ahmad dan tayangan TV itu. Mereka telah mengancam stabilitas hubungan kita dengan membuat standar kawinan yang gak masuk akal. 

Aktivis Gerakan Mau Nikah Muda, bersatulah! Kita tidak akan kehilangan apa-apa, kecuali belenggu kita.

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2017 oleh

Tags: Nagita SlavinaRaffi AhmadRaffi-Gigi
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Suara Warga Gunungkidul yang Khawatir Kena Gusur Pembangunan Resort Raffi Ahmad
Video

Suara Warga Gunungkidul yang Khawatir Kena Gusur Pembangunan Resort Raffi Ahmad

14 Maret 2024
pantai gunungkidul raffi ahmad.MOJOK.CO
Ragam

Harga Tanah Sekitar Pantai Gunungkidul: Tiga Tahun Bisa Naik 10x Lipat Apalagi setelah Raffi Ahmad Bangun Resort

21 Desember 2023
bisnis raffi ahmad mojok.co
Ekonomi

Nama-nama Penting di Balik Gurita Bisnis Raffi Ahmad

30 Januari 2023
rans entertainment mojok.co
Ekonomi

Gurita Bisnis RANS Entertainment, Perusahaan Raffi Ahmad yang Akan IPO

28 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.