• 41
    Shares

MOJOK.CO Jumat (21/9) malam, KPU bakal adakan pengambilan nomor urut capres untuk Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma’ruf Amin. Kira-kira, apa analisis nomor urut bagi kedua pasangan ini?

Kamis (20/9) malam, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi ditetapkan KPU sebagai ‘petarung’ di Pilpres 2019 mendatang. Disebutkan, kedua pasangan bakal mendapatkan nomor urut capres malam ini, Jumat (21/9).

Nah, karena ada dua pasangan resmi, nomor urut capres yang disediakan tentu saja nomor 1 dan 2. Pertanyaannya, siapa yang kira-kira akan mendapat nomor 1, sementara yang satunya mendapat nomor 2?

“Saya berharap kalau nggak (dapat) nomor satu, (ya) nomor dua,” kata Prabowo, saat ditanyai soal harapan nomor urut yang bakal didapat. Sebelum kita semua menjawab “YAIYALAAAAAAAH!” bersama-sama, sepertinya akan lebih efektif jika kita membuat analisis soal nomor urut capres 2019 ini: apa yang akan terjadi kalau Prabowo dapat nomor 1, lalu Jokowi nomor 2? Apa pula yang akan terjadi jika sebaliknya?

Ya sudah, yuk, check it out aja, Bebski~

Kalau Prabowo-Sandiaga Nomor 1, Jokowi-Ma’ruf Amin Nomor 2

Nomor 1 bagi Prabowo bukanlah hal yang asing. Di Pilpres 2014, beliau mendapat nomor urut capres 1 saat berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Jika dalam Pilpres 2019 nanti Prabowo-Sandiaga mendapatkan nomor urut 1, besar kemungkinan Sandiaga bakal menjadi maskot pasangan mereka. Bukan apa-apa, nama “Uno” sebagai nama belakangnya sendiri melambangkan angka 1 dalam bahasa Spanyol. Bukan tidak mungkin, Sandi akan menciptakan jargon khusus untuk dirinya sendiri, semacam:

Baca juga:  Ridwan Kamil Sebut Erick Thohir Disukai Emak-Emak, Pengamat Politik: Punya 3 Kelebihan

“Sandiaga Uno, numero uno!”

Kecocokan nomor 1 juga menjadi milik Prabowo Subianto. Lewat nomor urut ini, bisa saja Prabowo memaknainya sebagai suatu pelajaran, seperti: “Coba ah, 1 kali lagi jadi capres….”.

Lalu, bagaimana dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapat nomor 2?

Nomor 2 bagi Jokowi sebenarnya memiliki makna yang cukup jelas: 2 periode kepemimpinan. Konon, pendukung Jokowi pun sudah mempersiapkan beberapa jargon dan tagar, seperti “Jokowi 2 Periode” jika memang ia berjodoh (kembali) dengan nomor 2.

Tapi sebenarnya, Saudara-Saudara, nomor 2 ini juga mencerminkan sisi humanis Jokowi: bercucu 2.

Ya, ya, ya, Jokowi, seperti yang kita semua tahu, adalah seorang kakek dari 2 cucu yang menggemaskan—tapi nggak bisa kita kepoin karena mereka nggak dibuatin akun khusus di Instagram kayak anak-anak artis—bernama Jan Ethes Srinarendra dan Sedah Mirah Nasution.

Untuk itu, jargon branding Jokowi yang tak kalah inovatif dengan nomor 2 kelak adalah: “2 cucu, 2 periode!”

Kalau Jokowi-Ma’ruf Amin Nomor 1, Prabowo-Sandiaga Nomor 2

Berbeda dengan Sandiaga yang memiliki unsur “nomor 1” dalam namanya, cawapres di pasangan ini, Ma’ruf Amin, tidak bernama Uno dan—biar lebih Arabic—tidak pula bernama Wahid. Tapi setidaknya, ia punya kelebihan yang tak terbantahkan: menjadi pasangan Jokowi, orang nomor 1 di Indonesia saat ini.

Sering diledek sebagai cawapres “sepuh”, Ma’ruf Amin pun bisa membuat jargon sendiri, semacam:

Baca juga:  KPU dan Bawaslu Sepakat Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Melanggar Aturan

“Tertua nomor 1, bersama orang nomor 1.”

Sementara itu, bagi Jokowi sendiri, nomor 1 bisa dimaknai dengan santai sebagai pemahaman bahwa ia bakal memenangkan posisi presiden 1 kali lagi—yhaaa, sekali lagi, kalau menang, Bosque~

Kini, mari beralih ke pasangan Prabowo-Sandiaga yang (ceritanya) dapat nomor 2~

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa pihaknya bakal diuntungkan jika Prabowo mendapat nomor urut 2. Pasalnya, Partai Gerindra—partai “kampung halaman” Prabowo—mendapatkan nomor urut 2 pula, sehingga diyakini bakal memberi efek elektoral yang baik untuk Prabowo-Sandiaga.

Selain itu, nomor 2 juga bakal menjadi kunci yang baik untuk menggambarkan jubir timses Prabowo-Sandiaga yang jumlahnya 2 kali lipat lebih banyak dari kubu Jokowi. Per Kamis (20/9), jubir Prabowo dilaporkan berjumlah 17, sedangkan jubir Jokowi hanya berisi 8 orang.

Artinya, jargon yang bisa muncul dari keadaan yang menunjukkan lebih banyak jubir ini adalah:

“Pilih nomor 2: bisa dua kali lipat bicara lebih dari tetangga!”

Hehe~

Update: Baca hasil pengundian nomor urut capres resmi dari KPU di sini, ya, Beb.