Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Data Pribadi Pengguna Direkam Facebook Secara Otomatis

Para netizen angkat suara soal data pribadi di Facebook yang bisa diunduh.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
28 Maret 2018
A A
Data Pribadi Pengguna Direkam Facebook Secara Otomatis MOJOK.CO

Data Pribadi Pengguna Direkam Facebook Secara Otomatis MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Data pribadi para pengguna terekam secara otomatis dan lengkap di platform bernama Facebook.

Seperti yang telah ramai diberitakan beberapa hari sebelumnya, Facebook kini tengah tersangkut krisis kepercayaan dari para pengguna, khususnya mereka-mereka yang ada di Amerika Serikat. Cambridge Analytica (CA), sebuah perusahaan kolektor data di AS disebut-sebut telah mencuri data pribadi 50 juta pengguna Facebook sebagai senjata kampanye Trump agar berhasil gemilang menjadi presiden AS.

Emmm… Mencuri?

Pertama, mari kita luruskan dan ingat baik-baik: meski CA memfasilitasi adanya kuis yang ternyata meminta akses atas data pribadi kita, kekuasaan pertama untuk menyetujui atau tidak menyetujui adalah kita sendiri. Sekali saja kita menekan OK/Yes/Allow, terbukalah gerbang akses data kita pada si “pencuri”.

Bahkan, sekalipun kita bersikeras tyda memainkan kuis-kuis tadi, selama teman-teman di sana turut memainkannya, ya bakal kebuka juga akses data pribadi kita kalau ternyata si kuis ini meminta akses data ke teman-teman Facebook. Tetep kena!

Terkait hal ini, beberapa hari belakangan, para netizen angkat suara soal data pribadi di Facebook yang bisa diunduh. Data ini merupakan rekam jejak digital kita sebagai pengguna Facebook. Hmm, penasaran?

Dilansir dari akun TED Talk, Zeynep Tufekci menyampaikan beberapa poin penting yang harus kita pahami terkait data ini. Menurutnya, Facebook memiliki semua data lengkap kita sebagai pengguna: semua update-an status, semua percakapan di messenger, semua tempat log in ke Facebook, dan semua foto yang diunggah. Bahkan, mengerikannya, jika kita mulai menulis sesuatu di medsos itu, lalu berubah pikiran dan menghapusnya kembali, Facebook tetap menyimpan memori tadi dan menganalisisnya!

Kehebohan data Facebook ini menarik minat banyak orang untuk melihat datanya sendiri, termasuk saya. Jadi gini caranya nih, my lov~

Masuk dulu ke Facebook-mu, lalu pilih menu Setting. Di bagian paling bawah, kamu akan menemukan tulisan Download a copy of your Facebook Data. Setelahnya, kamu akan dibawa ke halaman berikutnya yang mempunyai pilihan Download Archive. Klik tombol tersebut, lalu tunggu sampai kamu mendapat notifikasi bahwa datamu telah siap diunduh melalui email. Simpel, yha?

Tapi ternyata, FYI aja nih, jika kita menyambungkan Facebook dengan ponsel, data-data dalam ponsel pun bisa ikut terserap dalam data pribadi tadi.

Hih. Freak banget nga, sih???

Dylan McKay, misalnya. Ia telah mencoba mengunduh datanya sendiri dan menemukan data lengkap hingga call history. Di kelas lokal, Pak Ariel Heryanto juga sudah membuktikan hal yang sama.

Barusan saya dapat informasi: setelah mengunduh data tadi, bukalah folder html dan klik contact_info.htm. Selang beberapa menit, saya bisa menemukannya: catatan lengkap atas APAPUN yang sudah saya lakukan di Facebook dan telepon, mulai dari poke (masih ada nga sih fitur ini?), status, foto, video, relationship status sebelumnya (HARUS BANGET MASIH ADA NAMA MANTAN, FACEBOOK???), daftar tanggal saya sempat deaktif akun dan kapan saya mengaktifkannya kembali, pesan-pesan yang saya kirim dan dapatkan, hingga seluruh nama di kontak telepon saya, dari dulu sampai sekarang.

Iya, dari duluuuu banget, sampai sekarang. Bahkan…

Iklan

…NAMA MANTAN SAYA AJA MASIH ADA SIMBOL LOVE-LOVE-NYA GITU DONG DI SINI.

Hufh.

*tarik napas, buang napas, tenangkan pikiran~*

Uhuk.

Yha, jadi, kembali pada penjabaran Zeynep tadi: Facebook, melalui algoritmanya, menangkap informasi-informasi penggunanya, termasuk kita-kita ini, dari berbagai macam sudut pandang. “Semuanya” means “semuanya”: agama, etnik, pandangan politik, usia, jenis kelamin, dan lain sebagainya… just from Facebook likes.

Yak, Saudara-Saudara, hanya dari tombol Like yang kita pencet-pencet itu, Facebook bisa langsung bekerja menganalisis data kita.

Anggaplah ini mengerikan, tapi sesungguhnya kasus Facebook ini menunjukkan bagaimana media sosial ini bekerja. I mean, semua media sosial.

Lagi-lagi, mengutip perkataan Zeynep, bocornya data pribadi pengguna Facebook ini bisa digambarkan dalam dua kalimat saja: “Many of these ad-financed platforms, they boast that they’re free. In this context, it means that we are the product that’s being sold.”

Yha, sesungguhnya, kita bayar mahal pakai data  pribadi, lengkap pula. Saking lengkapnya, kalau kita mau daftar kerja, sodorin aja data Facebook, nga usah pakai CV.

KZL.

BACA JUGA Facebook Mencuri Dengar Kehidupanmu dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: Cambridge AnalyticadataFacebookkasusMark Zuckerbergpencurian data pribadi
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Cara Termudah Menghapus Akun Instagram Secara Permanen MOJOK.CO
Kilas

Cara Termudah Menghapus Akun Instagram Secara Permanen

20 September 2023
download video facebook mojok.co
Kilas

Enggak Perlu Ribet! Ini 5 Cara Download Video Facebook Tanpa Aplikasi

21 Januari 2023
Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita MOJOK.CO
Esai

Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita

13 Desember 2022
kebocoran Data Kartu SIM Mojok.co
Hukum

Cek Kebocoran Data Kartu SIM, Situs Ini Bisa Digunakan 

2 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

26 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.