Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mempertanyakan Kenapa Ada Kewajiban Perpanjang SIM dan Kalau Telat Harus Bikin Baru

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 Agustus 2020
A A
perpanjang SIM C Syarat SIM A SIM B perpanjangan SIM online telat perpanjang SIM bikin yang baru mojok.co

perpanjang SIM C Syarat SIM A SIM B perpanjangan SIM online telat perpanjang SIM bikin yang baru mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sementara e-KTP berlaku seumur hidup, SIM tetap wajib perpanjang setiap lima tahun. Mana kalau telat bukan didenda, tapi bikin baru.

Sebagai generasi rebahan, urusan administratif memang terasa memuakkan. Meskipun bisa diurus secara online, setidaknya beberapa persyaratan benar-benar tidak bisa dilakukan sambil tiduran. Contohnya adalah urusan perpanjang SIM, yang walau dilakukan lima tahun sekali seringnya tetap menyita waktu dan perhatian. Kalau dibilang pemalas ya gimana lagi, memang.

Saya yakin bukan cuma saya yang bakalan skeptis sama urusan SIM. Sementara e-KTP sudah bisa diberlakukan seumur hidup tanpa perlu memperbaruinya dalam jangka waktu tertentu, SIM seolah menolak untuk menggunakan aturan yang sama.

Urusan perpanjang SIM sebenarnya pernah ramai bertahun-tahun lalu ketika dijadikan sebuah janji politik dari suatu partai. Orang-orang yang agak sentimen menilai nggak ada urgensinya membuat SIM  berlaku seumur hidup alias katanya nggak ngaru-ngaruh banget ke kehidupan sosial. Lagian, urusan perpanjang SIM itu diatur undang-undang.

Iya, iya. Banyak yang bilang kalau perpanjang SIM itu keperluannya buat check and recheck kemampuan berkendara seseorang. Ya siapa tahu suatu saat orang yang punya SIM punya penyakit penglihatan dan pendengaran, maka mereka bisa dikatakan tidak layak lagi berkendara. Tapi Mylov, sayangnya ini semua hanya dibuktikan melalui pengecekan kesehatan aja. Bukan pengetesan kemampuan berkendara.

Masalahnya gini, kalau seseorang itu dianggap tidak lagi layak berkendara karena urusan fisik, mereka yang nggak sehat secara psikis gimana? Saya rasa pengecekan kesehatan bukan satu-satunya indikator yang bisa menentukan seseorang itu masih layak berkendara atau tidak. Kalau misalnya ada orang yang habis amnesia, secara fisik kelihatan baik tapi secara kemampuan berkendara diragukan trus gimana dong?

Kalau pihak kepolisian memang benar-benar bertujuan check and recheck kemampuan berkendara pemegang SIM setiap lima tahun sekali, maka prosedurnya bakal lebih kompleks. Jadi ribetnya dibikin los, nggak setengah-setengah. Bukan sekadar periksa, bayar, dan jadi.

Sebenarnya kemauan khalayak ini masuk akal kok. Mau kaum rebahan atau kaum yang rajinnya kayak Marie Kondo sekalipun kalau ada cara yang simpel, cepat, dan efektif dalam pengukuran kompetensi mengemudi ya gas aja.

Lagian kenapa sih kalau telat perpanjang sedikit aja, bukan kena denda lagi nih, tapi bikin yang baru? Manusia kan tempat salah dan lupa, SIM juga nggak ada alarmnya. Jadi wajar dong kalau telat. Gini aja deh, pinjam buku di perpustakaan kalau telat pengembalian aja denda, nggak suruh mengganti buku baru. Telat bayar pajak kendaraan juga kena hitungan denda, nggak disuruh bikin STNK baru. Kenapa SIM punya aturan yang paling beda ya?

Kalau dinalar dan mau berbaik sangka, hukuman bikin baru bagi yang telat perpanjang SIM memang berlaku layaknya pecut biar orang-orang nggak malas untuk mengurusnya tepat waktu. Benar juga kan, pecutnya adalah keribetan duniawi karena harus mengulangsemua fase mendaftar SIM, cek kesehatan, sampai tes kompetensi mengemudi. Antrinya kadang nggak ketulungan, ngurusnya harus seharian.

Asli, saya ngebayanginnya langsung nyut-nyutan. Brb ngecek dompet dantanggal kedaluwarsa SIM nih.

Beberapa orang yang terlanjur telat perpanjang SIM terkadang memilih nggak usah diperpanjang sekalian dan mengurusnya kapan-kapan. Kayak bapak saya yang SIM C-nya udah telat 3 tahun dan beliau sering memilih mengendarai mobil kalau takut ditilang. Soalnya mau telat satu hari, atau telat tiga tahun konsekuensinya tetap sama: bikin SIM baru. Mamam.

Maka sebagai warga negara yang baik walau hobi protes, hanya dua yang bisa saya lakukan. Pertama, melakukan upaya preventif dengan mengirim pesan terjadwal untuk saya di masa depan sebagai pengingat kedaluwarsa SIM. Kedua, mempertanyakan soal kenapa SIM nggak berlaku seumur hidup dan kalau telat perpanjang langsung denda.

BACA JUGA Perang Mozilla vs Chrome dan Browser Bagus Lain yang Tak Pernah Dianggap atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2020 oleh

Tags: kepolisianperpanjangan SIM
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi! Mojok.co
Pojokan

PoliceTube Adalah Ide Brilian Kepolisian yang Patut Diapresiasi!

26 Juni 2025
Camkan Ini, Polisi Nggak Boleh Periksa Hape Warga Sipil tanpa Surat Perintah mojok.co
Pojokan

Tagar #PercumaLaporPolisi Malah Jadi Curhat Colongan Netizen saat Berhadapan dengan Polisi

9 Oktober 2021
Esai

Yang Fitnah Bintang Emon itu Jangan-jangan Lagi Nyindir Jaksa Kasus Novel Juga

16 Juni 2020
Pojokan

Memahami dan Mendukung Janji Kampanye PKS soal SIM Seumur Hidup

26 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.