Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Membela Pacaran Duduk Sebelahan saat Makan dengan 7 Alasan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
5 Agustus 2020
A A
pacaran duduk sebelahan pacaran duduk berhadapan gibah bersama pacar pamer kemesraan perdebatan pacaran di restoran duduk sampingan mojok.co

pacaran duduk sebelahan pacaran duduk berhadapan gibah bersama pacar pamer kemesraan perdebatan pacaran di restoran duduk sampingan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pacaran duduk sebelahan saat makan kok diperdebatkan, mungkin kamu yang selalu duduk berhadapan memang belum merasakan sensasi asyiknya.

Netizen memang hobi membelah diri dalam dua kubu perdebatan. Mulai soal bubur diaduk vs tidak diaduk, Indomie vs Mie Sedaap, nasi goreng pakai kecap vs nggak pakai kecap, dan yang paling ngehek adalah pacaran duduk sebelahan vs berhadap-hadaan saat makan.

PACARAN DI RESTORAN TAPI DUDUKNYA SEBELAHAN BUKAN DEPAN-DEPANAN https://t.co/zHeAp4zTHB

— Prof. Dr. Bonnie SP.Aneng C.ok (@angewwie) August 4, 2020

Baiklah, saya rasa kali ini keduanya harus akur. Pacaran duduk sebelahan itu nggak aneh dan nggak ada hubungannya sama berorientasi seksual dan berorientasi masa depan. Untuk membelanya, kami punya beberapa alasan yang semoga saja bisa mendamaikan dua kubu yang berseteru. Eh, tapi kalau mau COD baku hantam, gas aja sih!

Alasan pacaran duduk sebelahan #1 Biar nggak usah teriak-teriak saat ngobrol

Duduk berhadapan bikin orang yang lagi pacaran sulit ngobrol, apalagi kalau lagi makan di tempat yang ramai. Bayangkan aja kalau obrolannya nggak kedengaran, apa malah nggak pada ngambek satu sama lain tuh. Orang yang lagi jatuh cinta itu sensitif, Mylov.

Kalau dianalisis pakai teorinya Shannon-Weaver, pacaran duduk sebelahan membantu mengurangi noise dalam proses komunikasi. Keren betul, berorientasi meminimalisir kesalahpahaman.

“Sayang, kayaknya urat malumu udah putus ngupil di tempat umum.”

“Hah, apa? Kamu pengin putus karena aku belum cukup umur?”

Alasan pacaran duduk sebelahan #2 Agar lebih mudah gibah

Ada kalanya mengamati orang-orang sekitar merupakan objek pergibahan yang begitu menggiurkan. Nah, kalau model pacaranmu udah nggak kenal gengsi-gengsian mungkin duduk sebelahan bakalan kamu tempuh, iya biar lebih afdal bergibah. Belum lagi jika kamu dan pacar berada pada satu lingkar pertemanan dan lagi ada bahan gosip yang hot banget belakangan. Ketimbang saling memuji dan saling bilang sayang sampai mau muntah, gibah lebih memicu adrenalin.

Alasan pacaran duduk sebelahan #3 Saling membutuhkan sandaran

Daripada bersandar di bahu jalan, bukankah lebih baik bersandar di bahu pacar? Duduk sebelahan bisa memfasilitasi hal ini, sementara duduk berhadapan jelas lebih susah. Duduknya aja dipisahin meja, cuma bisa saling memandang, hadeeeh. Bumi dan bulan yang jaraknya 384.400 km bisa saling memandang, masak yang udah pacaran tetap saling memandang.

Mending biar yang-yanganmu kayak di scene-scene film romantis, duduk sebelahan aja. Walau ekspektasi bagaikan Tom dan Summer tapi realitasnya kayak lagi ngetem di halte.

Alasan pacaran duduk sebelahan #4 Bakal dikira penjual kalau duduk berhadapan saat makan di angkringan

Sebaiknya kalau di angkringan memang duduknya sebelahan aja. Salah-salah kamu bisa pesan jadah bakar ke pacarmu sendiri dan bersandar sama penjual angkringan yang tiba-tiba ada di sebelahmu. Ketuker, Bos. Berhadap-hadapanlah dengan nasi kucing dan gorengan saat di angkringan biar makin pengin dan makin habis banyak. Hormatilah trik marketing penjualnya, tolong.

Alasan pacaran duduk sebelahan #5 Menyamakan pandangan

Untuk memperkuat kebatinan, pasangan perlu menyamakan pandangan. Maksudnya pandangan ya dalam arti denotatifnya. Kalau kamu sedang memandang jajaran menu warteg, begitu juga pasanganmu. Kalau kamu sedang memandang keluarga bahagia yang lagi makan ayam KFC tapi anaknya yang paling kecil nangis terus, ya begitu pula yang lagi dilihat oleh pasanganmu. Bukankah pasangan itu juga perlu menyamakan visi misi?

Alasan pacaran duduk sebelahan #6 Memudahkan pamer kemesraan di medsos

Kalau duduk berhadapan, bikin Instagram Story lagi yang-yangan itu susah. Kameranya harus dibalik dan hasilnya kamu dan pasangan tetap nggak bisa satu frame. Kalau kekeuh pengin satu frame salah satu harus membalikkan badan ala YouTuber saat ngevlog dan bilang, “Hey guys welkambek to my channel…”

Iklan

Nggak seru. Duduk sebelahan memudahkan pamer kemesraan dengan lebih baik, bisa sekalian selfie bareng sambil berpose seolah-olah tidak ada masalah. Pencitraan berhasil, pacaran pun langgeng.

Alasan pacaran duduk sebelahan #7 Biar pacar nggak merasa lagi diwawancara sama HRD

Lucu kalau ada HRD yang wawancara calon pekerja sebelahan, yang ada mereka selalu duduk berhadapan. Sekalipun wawancaranya online via Zoom, HRD dan calon pekerja tetap berhadapan. Tidak memunggungi, dan tidak sengaja menghadap samping.

Makanya agar tidak identik seperti HRD dan memberi sensasi tegang yang sama, sementara kalau duduknya sebelahan bakal mengesankan santai dan emang kayak lagi sayang-sayangan beneran. Pertanyaan yang terlontar dari kamu buat pasangan pun jadinya nggak kayak lagi ngetes dan uji kelayakan.

BACA JUGA Nasi Goreng Tanpa Kecap itu Mutlak Lebih Enak. Maaf, No Debat atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2020 oleh

Tags: media sosialpacaran
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Casual Date: Sebuah Kenikmatan Tanpa Batas yang Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Casual Date: Kenikmatan Tanpa Batas dan Berbahaya yang Tidak untuk Dirasakan Semua Orang

28 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.