Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Membedah Soundtrack Hamtaro yang Sama Sedihnya dengan Lirik Hachi

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
2 Januari 2020
A A
soundtrack hamtaro soundtrack hachi kartun 90an lirik cerita manga mojok.co

soundtrack hamtaro soundtrack hachi kartun 90an lirik cerita manga mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berkebalikan dari beat-nya yang ceria dan visualisasi penuh warna, lirik soundtrack Hamtaro sebenarnya cukup sedih kalau ditafsirkan. Bahkan sama sedihnya dengan lirik soundtrack Hachi yang ingin bertemu sang mama.

Soundtrack kartun lawas Hachi si lebah bisa jadi diciptakan ketika penulis liriknya sedang mengiris bawang. Siapa yang tak sedih dengan cerita seekor lebah cilik terombang-ambing mencari mamanya sendiri?

Mama, Mama
Di manakah kau berada?
Mama, Mama
Ingin sekali kubertemu

Hatchi anak yang sebatang kara
Pergi mencari ibunya
Di malam yang sangat dingin
Teringat Mama

Walaupun kesepian
Hatchi tetap bergembira

Mama, Mama
Di manakah kau berada?
Mama, Mama
Suatu saat pasti bertemu

Mama, Mama
Hatchi ingin bertemu
Mama, Mama
Suatu saat pasti bertemu

Sementara itu beberapa cerita kartun lain justru mengajak penontonnya untuk selalu ceria dan hura-hura. Soundtrack kartun memang kerap jadi tersangka penyederhanaan hidup. Mencari teman dari sudut pandang Chibi Maruko-chan saja semudah ganti baju agar menarik hati.

Di sisi lain, soundtrack Hamtaro yang mudah dihafal justru menyimpan banyak sekali tanda tanya kalau ditafsirkan. Selain kita manusia nggak tahu maksud istilah “tuk ku tuk”, kita sudah bersalah mengabaikan banyak aspek pada lirik lagu ini. Kalian pikir lagu ini bermakna penuh keceriaan? Riset kalian kurang dalam.

Tuk ku tuk, lewat lorong sempit
Tuk ku tuk, Hamtaro berlari
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Sudah disuruh lewat lorong sempit sambil berlari, Hamtaro diiming-imingi biji bunga matahari pula, pantas nggak bisa nolak. Skema ini mirip dengan logika buruh banget. Asal dikasih uang, meski jumlahnya nggak seberapa, para buruh rela bekerja tanpa ampun. Sungguh gelap sekali bait pertama lagu ini. Penulis liriknya mungkin sedang dalam perjuangan melawan kapitalis.

Tuk ku tuk, Hamtaro berlari
Hamtaro berputar di atas roda putarnya
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Roda putar hamster adalah sebuah ironi. Lirik soundtrack-nya bisa bilang Hamtaro sedang berputar di atas roda putarnya, dia kelihatan senang. Tapi apa pernah seekor hamster tiba-tiba ingin lari-lari di roda putar saat mereka keluar kandang? Ya tentu mereka memilih bermain dan berlarian di taman. Hamtaro suka roda putar karena tiada kesenangan lain yang bisa dia pilih di dalam kandang. Saya jadi ingat perumpamaan burung dalam sangkar emas. Mirip-mirip begini deh.

Iklan

Tapi Hamtaro itu cerdik dan kadang kala bermain bersama temannya di luar kandang kok. Mereka bahkan biking geng.

Tuk ku tuk, Hamtaro tidur
Hamtaro tidur di mana saja
Apa yang paling dia senangi?
Biji bunga matahari

Bait ini adalah yang paling menyedihkan sepanjang soundtrack Hamtaro ini. Sekilas kita merasa Hamtaro ini tipe hamster pelor alias nempel molor yang nggak bisa melihat tempat datar dianggurin, langsung tidur aja. Sayangnya, ini juga berarti Hamtaro seorang gelandangan.

Saya nggak mengada-ada, Hamtaro memang hamster yang nggak diketahui siapa ibunya dan siapa ayahnya. Kita cuma tahu orang tua pemilik Hamtaro aja. Hamtaro diperjualbelikan lalu berpindah pemilik ke sana kemari. Pada akhirnya dia dipelihara oleh seorang cewek bernama Hiroko Haruna.

Yang lebih menguatkan kesedihan Hamtaro adalah seri manganya yang berjudul A Home for Hamtaro dan Hamtaro Gets Lost. Betapa mahluk kecil imut ini beneran homeless sampai dikasih rumah, bahkan sudah dikasih rumah pun masih tersesat.

Demi dewa, tolonglah makhluk tidak berdaya ini.

BACA JUGA Pertarungan Lintas Generasi Melawan Rezim Lirik Lagu atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2020 oleh

Tags: kartu 90anmangasoundtrack hachisoundtrack hamtaro
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Komik Indonesia di tengah popularitas Manga dan Manhwa MOJOK.CO
Ragam

Manga dan Manhwa Semakin Populer di Kalangan Anak Muda, ke Mana Komik Karya Indonesia?

20 September 2025
Keruntuhan komik di Indonesia disebut gara-gara Manga, padahal pemerintah sendiri MOJOK.CO
Ragam

Komik Jadi Bacaan Populer di Indonesia Sejak 50-an, Diruntuhkan karena Cap “Dewasa”

17 September 2025
Menjadi Wibu Itu Tidak Selalu Anti Sosial
Video

Menjadi Wibu Itu Tidak Selalu Anti Sosial

11 Januari 2025
Membantah Stigma Buruk Tentang Penyuka Anime alias Wibu MOJOK.CO
Catatan

Membantah Stigma Buruk tentang Wibu: Dari Waifu, Nolep, hingga Nggak Intelek

25 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.