Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Harus Gimana Lagi sama Orang yang Percaya Konspirasi Wahyudi Covid-19?!

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
20 Juli 2020
A A
konspirasi covid-19 anji manji dunia anjia joshua irwandi foto jenazah corona apa yang dimaksud konspirasi wahyudi pandemi corona mojok.co

konspirasi covid-19 anji manji dunia anjia joshua irwandi foto jenazah corona apa yang dimaksud konspirasi wahyudi pandemi corona mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Makin hari mulai banyak yang menyerah untuk percaya bahwa kita berada di tengah kondisi pandemi. Percaya konspirasi covid-19 lebih gampang sih.

Menyimak bagaimana Anji dan kawan-kawan selebritis membahas covid-19, otak saya langsung ajojing. Sekelebat saya berpikir kalau jangan-jangan covid-19 emang nggak ada wah… konspirasi covid-19 memang punya cara kerja yang bagus buat membius.

Untungnya saya kadang mahal, nggak mudah terbeli. Saya jadi teringat cerita Aruna dan Lidahnya yang pergi inspeksi buat mencari bukti-bukti virus flu burung lalu berakhir pada kesimpulan bahwa pengadaan alat kesehatan dan fasilitas lainnya adalah sebuah akal-akalan busuk buat korupsi. Aruna berakhir jadian sama Faris dan memecahkan kasus kejahatan skala nasional, selamat ya, Run.

Mungkinkah orang-orang jadi mikir konspirasi covid-19 ini juga ada kaitannya dengan kasus korupsi Mbak Pria yang selingkuh sama Faris? Oh, coba keliling Singkawang dulu sembari cari tahu.

Sebenarnya argumen Mas Anji yang bilang foto jenazah covid-19 karya Joshua Irwandi itu bisa jadi akal-akalan buzzer sudah disikat sama Mbak Nyimas Laula yang lebih berpengalaman soal perfotografian.

Buat ngimbangin narasi cocoklogi murahan berdasarkan katanya katanya, tapi udah berani bikin asumsi gak berdasar fakta, gw mau share perspektif dari fotografer/jurnalis, GIMANA sebenernya proses liputan wabah COVID-19. pic.twitter.com/yN8iYMSQkY

— Nyimas Laula (@NyimasLaula) July 19, 2020

Setelah keributan di media sosial ini terjadi, Anji akhirnya bikin penjelasan yang menurut saya lumayan baik. Walau unggahan dia sebelumnya nggak bisa dibenarkan, setidaknya kita jadi tahu Anji bukan antek penyebar konspirasi covid-19, masih mengikuti protokol kesehatan, dan pokoknya yang salah media yang menyebar ketakutan. Ow… Meski keributannya jadi agak kentang, tapi ya sudahlah.

Yang jadi masalah, netizen yang berkumpul di lapak keributan ini pada sok tahu dan bikin kubu masing-masing. Antara yang percaya konspirasi wahyudi di balik covid-19 sama yang memandang realita dengan begitu adanya. Netizen yang percaya konspirasi covid-19 justru terlihat lebih vokal dan ngeyel, banyak yang nantangin dan mengacak-acak logika netizen lainnya.

Beberapa orang yang tadinya bodo amat jadi pengin komentar, orang-orang yang nggak ngerti realitas penyebaran virusnya juga jadi percaya konspirasi wahyudi. Lha iya, teori kayak gini memang lebih mudah dicerna ketimbang menghadapi hidup yang terasa penuh beban.

Begini ya, kalau ada yang mulai mempertanyakan,

“Ah, covid-19 ini aslinya nggak ada, kok bisa ya orang sekitarku nggak ada yang kena? Aku nggak kenal siapa pun yang positif dan meninggal karena covid.”

Keraguan di atas masih berdasar asumsi belaka. Untuk itu kamu harus cari jawabannya dan jangan cuma tanya ke circle-mu aja yang mungkin semuanya sehat dan punya sistem imun bagus. Penduduk Indonesia itu lebih dari 260 juta jiwa, ya kali semua yang positif harus kamu kenal, Nder…

Keraguan ini sebenarnya wajar dan saya sendiri juga pernah mengalami. Kawan-kawan setongkrongan nggak ada yang positif, orang tua mereka juga sehat, saudara juga. Tapi begitu saya tanya ibu saya, beberapa kawannya ada yang positif bahkan wafat karena covid-19. Ibu saya sudah berada pada level deg-degan pol. Lagian masa harus nunggu kenal orang yang positif baru percaya. Sama aja mendoakan pandemi ini makin nyebar.

Coba diperluas ekspansi tanya-tanyanya. Jangan cuma ke teman yang itu-itu aja, maka kamu bakal tahu kayak apa kondisi orang-orang di luar lingkar pertemananmu. Sekalian tanyakan gimana kondisi nakes di tengah pandemi. Mendengar teori konspirasi covid-19 mereka bakal sakit hati banget, pasti.

Iklan

Apa harus kenal sama yg meninggal krn Covid?

Coach lari.
Teman kuliah ibuku.
Adik teman kuliahku.
Ibu dari staff marketing sekolah anak2.
Udah 4 aja gitu kenalan kerabat yg berpulang.

Belum ring terdekat pun cukup utk bikin kami waspada, ambil langkah preventif.

Jaga bacot!

— Ligwina Hananto (@mrshananto) July 19, 2020

Kalau media dibilang menyebar ketakutan, lucu juga karena realitanya masih banyak yang percaya konspirasi covid-19. Kebayang nggak kalau media mulai absen membahas pandemi corona, wah makin banyak yang bodo amat sama protokol kesehatan. Nanti asalannya berubah jadi gini, “Lah, di TV nggak pernah ada yang ngebahas, media online juga nggak ngangkat kok.”

Ngeles aja terooos.

Kenapa nggak manut perkataan Pak Jurgen Klopp aja sih?! Beliau kalau diwawancarai soal pandemi corona aja nggak mau jawab sembarangan, soalnya memang bukan kapasitas dia. Maka paling bijak emang kita yang nggak ngerti apa-apa ini mendengar bagaimana orang yang bekapasitas berbicara. Protokol kesehatan juga apa susahnya ditaati. Sering cuci tangan, pakai masker, mulai pola hidup sehat, melakukan kegiatan ini walau tanpa pandemi aja nggak merugikan. Lha kok sebagian dari kalian malah memilih jalan nyeleneh buat percaya teori konspirasi covid-19. Hadeeeh…

BACA JUGA Waktu yang Tepat buat Mempertanyakan, Kenapa Jokowi Pilih Terawan sebagai Menkes? atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2020 oleh

Tags: konspirasipandemi corona
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Jerinx Bebas dari Penjara dan Ini 6 Musisi yang Bisa Diajak Kolaborasi karena Senasib
Pojokan

Jerinx Kali Ini Dipolisikan Adam Deni: Ini Orang Emang Nggak Ada Kapok-kapoknya

11 Juli 2021
ilustrasi Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 mojok.co
Kilas

Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021

1 Juli 2021
ilustrasi Saat Ernest Prakasa Gigih Suarakan Taat Prokes, Isu Tidak Percaya Pandemi Bergulir mojok.co
Kilas

Saat Ernest Prakasa Gigih Suarakan Taat Prokes, Isu Tidak Percaya Pandemi Bergulir Lagi

20 Juni 2021
Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak mojok.co
Kilas

Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak

3 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.