Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Angga Sasongko, Deddy Corbuzier, dan Ernest Tegas Menolak Saipul Jamil. KPI Kapan woi?

Sejumlah tokoh mengkritik penyambutan Saipul Jamil. Udah kayak gini kok masih ada yang belain Bang Ipul ya?

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
6 September 2021
A A
Angga Sasongko, Deddy Corbuzier, dan Ernest Tegas Menolak Saipul Jamil. KPI Kapan woi?

Angga Sasongko, Deddy Corbuzier, dan Ernest Tegas Menolak Saipul Jamil. KPI Kapan woi?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gelombang penolakan Saipul Jamil masih diperjuangkan sebagian besar orang. Angga Sasongko, Ernest Prakasa, dan Deddy Corbuzier sampai angkat suara. KPI mana nih?

Saipul Jamil yang baru saya ketahui namanya memang “saipul” bukan “syaiful” sudah sejak tempo hari ramai-ramai ditolak warga untuk kembali masuk TV. Alasannya jelas, ya karena Bang Ipul adalah pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan nggak seharusnya disambut meriah layaknya pahlawan yang baru keluar dari rumah pesakitan akibat salah paham.

Sayangnya yang terjadi memang sebaliknya, Saipul Jamil justru “ramai job”. Diundang di berbagai stasiun televisi dan sempat dijadikan konten di YouTube. Padahal, gelombang penolakan terhadap dirinya juga semakin deras terdengar. Kali ini sutradara Angga Sasongko mengeluarkan sikap tegas untuk tidak bekerja sama dengan stasiun televisi yang pro dengan pelaku pelecehan seksual, utamanya soal distribusi film Nussa dan Keluarga Cemara. Menurut Angga, ini berlawanan dengan nilai-nilai yang terdapat dalam karya terbarunya Nussa dan Keluarga Cemara yang dibuat agar ramah anak.

Menyikapi hadirnya Saiful Jamil di televisi dengan cara yang tidak menghormati korban, maka kami memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa & Keluarga Cemara dg stasiun TV terkait karena tidak berbagi nilai yang sama dengan karya kami yang ramah anak.

— Nonton BioskopOnline.Com (@anggasasongko) September 5, 2021

Tindakan tegas Angga Sasongko terhadap munculnya Saipul Jamil di televisi mendapat sambutan positif dari netizen. Ketegasan kayak gini nih yang seharusnya juga diamini oleh KPI yang entah mungkin saat ini justru sibuk mengurus kasus pelecehan seksual di tubuh organisasi mereka sendiri. KPI sebenarnya tidak benar-benar diam soal Saipul Jamil. Mereka hanya enggan menyetujui petisi boikot yang sudah ditandatangani banyak orang itu. KPI menyatakan bahwa tampilnya Saipul Jamil di televisi bukan termasuk hal yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SS). Asalkan, muatan konten Saipul Jamil aman, tidak mengajak penonton televisi melakukan hal yang sama. Ini nihyang bikin anak muda mantap meninggalkan siaran televisi nasional.

Bukankah menyambut pelaku pelecehan seksual di televisi itu adalah sebuah pertanda bahwa perbuatan tak termaafkan itu seolah-olah jadi pemakluman? Meski tidak mengajak masyarakat berbuat kriminal secara langsung, namun secara tidak langsung sambutan manis terhadap Saipul Jamil itu lebih damage. Orang-orang bisa jadi menganggap bahwa dosa seorang kriminal berakhir ketika masa penjara berakhir, padahal si kriminal punya tanggung jawab yang lebih besar.

Pertama, untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kedua, untuk menanggung rasa bersalah ini terhadap korban dan keluarganya. Ketiga, untuk nggak bersikap seolah-olah penjara telah menghapus dosanya. Lha, kamu pikir mantan koruptor nyalon lagi jadi pejabat itu perbuatan keren? Justru aneh. Apalagi, perkara yang kita bahas adalah tentang Saipul Jamil, pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Korban perbuatan jahat semacam ini punya trauma psikologis yang lebih nggak karuan. Kebayang nggak gimana perasaan keluarga korban yang mual setengah mati lihat tampang Bang Ipul semringah di TV?

Seakan menegaskan bahwa penyambutan Saipul Jamil memang benar-benar aneh, Ernest Prakasa juga menyindir stasiun televisi yang menayangkan pelaku pelecehan seksual. Bahkan ia juga menyindir KPI yang sedang sibuk “melecehkan” karyawannya sendiri.

Bau busuk apa yang menyengat ini?

Oh, ternyata bau bangkai dari matinya nurani stasiun TV yang memperlakukan mantan napi pelecehan seksual bagaikan pahlawan.

— Ernest Prakasa (@ernestprakasa) September 5, 2021

Bahkan nggak cuma Angga Sasongko dan Ernest Prakasa, Deddy Corbuzier juga menyindir penyambutan Saipul Jamil yang seolah-olah kayak habis dapat medali emas. Figur publik lain sudah saatnya ikut bersuara terkait pertelevisian di Indonesia yang sengaja menayangkan wajar pelaku pelecehan seksual, ditambah menyambutnya seperti raja. Tindakan ini, bodoh saja belum.

Sedangkan di lain sisi, Saipul Jamil tampak bersikeras pada kariernya di dunia hiburan. Ia justru menampilkan pembelaan netizen terhadap dirinya. Nggak jarang netizen yang ikutan bodoh dan bingung sebab Saipul Jamil sudah dihukum dan dipenjara atas perbuatannya, kenapa harus diboikot dan nggak dimaafkan saja?

Punten, Mas, dan Mbak, ini paham konteks pelecehan seksual nggak ya? Kejahatannya pelecehan seksual, saya ulangi. Pelecehan seksual. Pelecehan seksual. Bukan penyalahgunaan narkoba yang secara politis tidak menimbulkan korban dan merugikan orang lain. Bisa-bisanya Bang Ipul dibandingkan dengan Robert Downey Jr. yang mantan napi, tapi sukses lagi? Lah, kocak. Pelecehan seksual jelas menimbulkan trauma terhadap korban sampai kapan pun. Keluarga korban juga turut merasakannya. Masa sih kita perlu mengabaikan empati terhadap korban demi karier pelaku yang nggak cemerlang-cemerlang amat itu? Hadeeeh, menyambut mantan napi, dikalungin bunga sambil dadah-dadah aja udah aneh.

BACA JUGA Berkat Sensasi, Saipul Jamil yang Kita Kenal Adalah Korban, Bukan Pelaku Pencabulan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2021 oleh

Tags: acara televisideddy corbuzierErnest Prakasakpingga sasongkopelecehan seksualSaipul Jamilsyaiful jamil
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Dosen UNIMA diduga lakukan kekerasan seksual ke mahasiswi FIPP hingga trauma dan bunuh diri MOJOK.CO
Aktual

Trauma Serius Mahasiswi UNIMA akibat Ulah Menjijikkan Oknum Dosen, Tertekan hingga Gantung Diri

2 Januari 2026
Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Kelam & Bikin Malu MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Mulai dari Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Senioritas, Kekerasan, Hingga Senior Memaksa Junior Jadi Kriminal

9 September 2025
Melihat lebih utuh kasus pelecehan seksual difabel terhadap mahasiswi Mataram MOJOK.CO
Aktual

Melihat Lebih Utuh Kasus Pelecehan Seksual Difabel terhadap Mahasiwi di Mataram

4 Desember 2024
kekerasan seksual di ruang publik. Salah satunya pekerja hotel di Surabaya.
Ragam

Sulitnya Jadi Pekerja Hotel, Menghadapi Baby Boomers yang Mesum

25 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.