Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kekaguman Akan Kecerdasan yang Hilang Sementara

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
29 Maret 2019
A A
Kekaguman Akan Kecerdasan yang Hilang Sementara
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak alasan kenapa saya begitu mencintai perempuan yang sekarang menjadi pacar saya. Dia baik hati, manis, pengertian, sabar, pandai memasak, cerdas, dan yang paling penting, tidak mempermasalahkan tampang saya yang kusut, jauh dari cakep, dan sangat menganggu kamtibmas ini.

Dari sekian faktor yang ada pada dirinya, kecerdasan menjadi faktor yang paling utama kenapa saya begitu mencintainya.

Saya lelaki bodoh, mangkanya memacari (dan Insya Allah) menikahi perempuan yang cerdas tentu saja adalah investasi terbaik. Setidaknya, itu bisa menjadi jalan bagi saya untuk bisa belajar agar ikut cerdas.

Pacar saya seorang penulis, ia aktif menulis tentang isu-isu sosial dan keperempuanan. Ia berkali-kali diundang menjadi pemateri dalam banyak forum diskusi keilmuan. Tiap kali ia memajang poster acara di mana ia menjadi pematerinya, tiap itu pula saya merasa bangga sebab pemateri itu adalah pacar saya.

Namun, benar apa kata seseorang. Terkadang, kekaguman kita pada sosok atas hal tertentu acapkali rusak oleh sesuatu yang sangat sederhana.

Dan itu ternyata terjadi juga pada saya. Beberapa kali pacar saya menunjukkan pada saya bahwa ternyata, pada titik tertentu, ia bisa menjelma menjadi sosok yang jauh dari kata cerdas. Bahkan berubah menjadi sosok yang begitu bodoh dan konyol. Jauh lebih bodoh ketimbang kebodohan-kebodohan yang pernah saya buat.

Kebodohan soal motor, misalnya.

Dulu, sewaktu pertama kali mencoba menggunakan motor, saya pernah menghabiskan waktu yang lama hanya untuk berusaha ngeslah starter kaki biar motor hidup. Saya sudah coba berkali-kali ngeslah dengan tenaga yang luar biasa kuda, namun mesin motor tak jua mau hidup.

Belakangan baru saya tahu kalau ternyata penyebab motor tidak bisa hidup karena saya ngeslah tanpa ngegas stang motornya.

Kekonyolan itu saya lakukan di depan banyak orang, dan tentu saja cukup membuat saya malu.

Namun, kalau membandingkannya dengan apa yang pernah dialami oleh pacar saya, rasanya saya merasa jauh lebih punya wibawa.

Lha gimana tidak. Dulu, saat awal-awal pacar saya menggunakan motor, ia pernah tidak bisa membuka jok motornya saat akan mengisi bensin di Pom bensin. Jok motornya tidak bisa dibuka. Diangkat dengan tenaga sebesar apa pun, tidak mau terangkat, padahal kunci pembuka sudah diputar dengan benar. Ia sampai hampir nangis.

Usut punya usut, ternyata saat membuka jok, yang diangkat oleh pacar saya adalah ujung jok bagian depan, bukan belakang.

Kekonyolan yang lain adalah kekonyolan soal pulsa.

Iklan

Saya tak ingat kapan, namun kejadian itu berlangsung belum lama ini.

Suatu malam, ponsel saya berdering agak keras, rupanya ada panggilan video call wasap yang masuk, tentu saja dari mbak kesayangan.

Saya menerimanya dengan wajah sumringah, sedikit memastikan tampang saya tidak berantakan sebelum berhadapan dengan wajahnya di ujung jauh sana.

Kami ngobrol agak lama, walaupun sepanjang obrolan, yang kami bicarakan hanya basa-basi semata. Bahkan sesekali kami diam dan sama sekali tak bicara. Hanya saling menatap satu sama lain sambil senyam-senyum sendiri.

Hingga kemudian, setelah lima belas menit berlalu, panggilan video call kami tiba-tiba berhenti.

Ia lantas mengirimkan pesan text di wasap.

“Mas, maaf, kuotaku mau habis, gantian mas yang nelpon video call, ya?”

Saya langsung diam. Semacam gabungan antara dongkol dan geli.

Saya hanya membatin: perempuan ini sedang lola apa gimana, sih? Lha ini kan video call wasap, yang nelpon sama yang ditelpon kan sama-sama kesedot kuotanya.

Duh Gustiiii, padahal selama ini saya membangga-banggakan dia oleh sebab kecerdasan dan kekritisannya.

Ah, tapi ya mau bagaimana lagi, untung saya sudah kadung cinta. 

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2019 oleh

Tags: kekagumanperempuan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO
Podium

Larangan Hijab dalam Industri Perhotelan: Antara Hijabophobia atau Upaya Mengatur Tubuh dan Penampilan?

14 Januari 2024
Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini  MOJOK.CO
Kilas

Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini 

31 Desember 2023
Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa

13 Desember 2023
Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau MOJOK.CO
Kilas

Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau

1 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.